Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 55 (End)


__ADS_3

Tak terasa saat ini umur Prince sudah 5 tahun. Karena Prince anaknya sudah beranjak besar, Dina kembali bekerja. Tapi Dina hanya ambil bagian mendesain saja, kalau urusan yang lain Dina menyerahkan pada Gio. Gio tidak melarang Dina kembali bekerja, asal Dina selalu bahagia. Bagi Gio kebahagian istri dan anaknya yang paling penting.


Sedangkan Nayla memutuskan untuk berhenti bekerja dikantor Gio. Dia ingin menghabiskan waktunya untuk membesarkan anaknya. Nayla dan Toni sudah mempunyai 2 anak. Anak pertama mereka laki-laki yang berumur 4 tahun yang bernama Jansen. Sedangkan anak kedua mereka seorang perempuan yang baru lahir dan diberi nama Raisa


Kalau Jenny dan Bram mendapatkan anak kembar sepasang. Umur anak mereka 3,5 tahun bernama Ciko Graham dan Cika Graham . Jenny masih bekerja di perusahaan keluarganya, tapi dia hanya bekerja kalau saat dibutuhkan saja. Karena Jenny juga sudah menyerahkan tanggung jawab kepada suaminya yaitu Bram. Dan kini Jenny hamil lagi anak kedua mereka yang masih jalan 4 bulan.


Sedangkan Maya dan Satria mendapatkan seorang putra dari hasil buah cinta mereka. Mereka dikarunia anak seorang putra yang kini sudah 3,5 tahun juga yang bernama Sanjay Mauler. Dan dia juga lagi hamil anak ke dua mereka yang lagi jalan ke 3 Minggu. Maya dan Jenny sama-sama melahirkan diwaktu yang sama dan juga dirumah sakit yang sama.


***


Karena lagi masa liburan, mereka para sahabat memutuskan untuk kumpul dirumah Gio. Dirumah Gio sudah banyak berkumpul di taman belakang rumah Gio yang sudah dikhususkan untuk acara kumpul keluarga atau sahabat. Anak-anak mereka tampak sangat kompak bermain. Mereka sangat senang melihat keakraban anak-anak mereka. Mereka berharap anak-anak mereka menjalin persahabatan sama seperti mereka. Saat mereka lagi asik ngobrol, Juna datang bergabung bersama mereka.


"Halo, guys sorry telat. Tadi ada masalah kecil." ucap Juna pada sahabat-sahabatnya. Para pria saling berpelukan dengan gaya pria. Sedangkan wanita hanya tersenyum saja. Maya melihat baju kakaknya yang sangat kotor.


"Kak, kenapa baju kakak kotor seperti itu?" tanya Maya.


"Iya, karena perempuan bodoh itu sehingga baju ku seperti ini." ucap Juna dengan kesal.


"Perempuan?" Maya sangat kaget mendengarnya


"Sudah lupakan saja. Gi, boleh aku pinjam baju kaos kamu?" tanya Juna. Gio dan yang lainya malah ketawa melihat wajah Juna yang lagi kesal.


"Hahaha. Tunggu sebentar. Sayang, tolong ambilkan baju untuk Juna" ucap Gio pada Dina yang duduk disampingnya.


Selang berapa menit kemudian, Dina datang membawa baju untuk Juna. Juna pun langsung mengganti bajunya. Setelah dia mengganti bajunya, Prince datang duduk dipangkuan Juna. Juna sangat senang melihat Prince yang sangat mengemaskan. Apalagi mendengar celoteh Prince. Semua orang sangat senang melihat Prince yang sangat cerdas bagi mereka.


"Paman semua paman dan papa ku sudah punya istri. Istri paman dimana?" ucap Prince yang masih duduk dipangkuan Juna. Semua yang ada di taman ketawa mendengar pertanyaan Prince kepada Juna. Juna saja yang mendengarnya yang tadi tersenyum malah jadi terdiam.


"Ehm, ke..kenapa ponakan paman ini bertanya seperti itu?" tanya Juna dengan bingung.


"Habis paman setiap datang tidak pernah bersama perempuan!" Semuanya jadi semakin menertawai Juna.

__ADS_1


"Begini sayang paman lagi sibuk dengan pekerjaan paman. Nanti paman akan membawanya" ucap Juna. Prince hanya menganggukkan kepalanya saja, seakan dia mempercayai perkataan Juna.


"Baiklah. Sekarang Prince main dulu saja sama yang lainnya" ucap Juna lagi sambil mencium pipi Prince.


"Ah, malas Prince mau sama papa saja. Mereka selalu saja bertengkar kalau rebut mainan." ucap Prince. Para orang tua hanya geleng kepala saja mendengar keluhan Prince. Mereka pun melihat anak mereka yang lainnya sudah pada ribut merebut mainan yang sudah disiapkan Gio untuk anak-anak. Prince pun sudah berpindah kepangkuan papanya yaitu Gio.


"Sudah waktunya cari pasangan, bro" ucap Gio sambil ketawa.


"Iya, kak. Kalau tidak perempuan yang kakak temui tadi saja jadikan istri kakak" ucap Maya meledek kakaknya.


"Enak saja. Masa istriku perempuan jadi-jadian!" ucap Juna.


"Perempuan jadi-jadian gimana, kak? Bencong ya? hahaha" ledek Jenny lagi.


"Bukan, kalian tahu dia itu perempuan tapi gayanya seperti pria saja" ucap Juna dengan kesal.


"Kya. Enak saja! perempuan seperti itu bukan perempuan jadi-jadian tapi, cewek tomboy" ucap Jenny dengan kesal. Karena dia dulu adalah juga perempuan tomboy. Yang lainnya jadi ketawa mendengar perkataan Jenny. Karena mereka tahu Jenny dulu seperti itu. Tapi syukurnya Jenny bisa merubah gayanya sejak dekat dengan Bram.


"Makasih sayang" ucap Jenny dengan tersenyum. Semuanya geleng kepala melihat tingkah Jenny pada Bram.


Saat mereka ngobrol, Dina merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Dina pergi diam-diam meninggalkan semuanya. Dia ingin rasanya ingin muntah. Dina berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya. Gio tidak tahu kalau istrinya lagi muntah-muntah.


Saat mereka ngobrol, Figo bersama istrinya yang bernama Zee datang. Dina sama seperti Zee yang berprofesi sebagai dokter, kini Zee sedang hamil 2 bulan. Zee juga bekerja dirumah sakit milik Gio. Usia pernikahan mereka masih 2 tahun. Tidak hanya Figo dan istrinya saja yang datang, tapi Tasya dan Joni datang bersama putra mereka yang kini berusia 3 tahun. Nama putra mereka bernama Brian.


"Hai, maaf ya kami telat datangnya" ucap Joni dan Figo bersamaan.


"Tidak masalah. Duduklah!" ucap Gio.


Merekapun duduk di kursi yang sudah disediakan. Sedangkan anak-anak mereka sudah bergabung dengan anak-anak yang lain. Hanya Prince saja yang tidak bergabung yang masih setia duduk bersama papanya.


"Dimana Dina, Gi?" Tanya Tasya karena tidak melihat Dina.

__ADS_1


"Dia lagi didalam Mungkin lagi ke kamar mandi" ucap Gio.


Setelah Dina mulai lega dan memastikan tidak muntah lagi, dia kembali ingin bergabung bersama suami dan sahabatnya. Dina merasakan badannya sangat lemas, dan kepalanya sangat pusing. Tapi dia berusaha untuk bertahan sampai kearah suaminya. Saat dia mulai sampai, tiba-tiba Dina merasakan penglihatannya kabur. Dan karena tidak bisa tahan lagi Dina jatuh pingsan. Mendengar suara jatuh, mereka melihat sumber suara.


Gio sangat kaget melihat Dina telah pingsan. Gio langsung berlari kearah Dina, begitu juga Prince juga terkejut mamanya pingsan.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gio pada Dina. Tapi Dina tidak merespon.


"Pa, mama kenapa?" tanya Prince.


"Gi, bawa Dina ke kamar. Aku akan periksanya" ucap Figo. Semuanya pada cemas melihat Dina pingsan. Gio langsung menggendong Dina, sedangkan Prince digendong Juna. Semuanya mengikuti Gio dari belakang. Setelah Dina diletakkan di tempat tidur, Figo langsung memeriksanya. Tiba-tiba Figo tersenyum.


"Sya, coba kamu yang periksa" ucap Figo pada Tasya yang berdiri disampingnya. Tasya pun langsung memeriksanya, sama seperti Figo, Tasya juga tersenyum.


"Kenapa kalian senyum? Ayo katakan kenapa istriku?" teriak Gio yang duduk disamping Dina.


"Dina tidak apa-apa, Gi. Mungkin karena kelelahan membuat dia pingsan apalagi saat ini dia lagi hamil muda" ucap Tasya tersenyum


"Hamil?" Gio terkejut ternyata Dina lagi mengandung anak kedua mereka. Gio melihat kearah Figo. Figo yang mengerti tatapan Gio, dia hanya tersenyum saja dan menganggukkan kepalanya saja. Tiba-tiba Dina terbangun.


"Mas, Dina kenapa?" Mendengar suara istrinya, Gio langsung memeluk Dina dan mencium seluruh wajah Dina.


"Terimakasih sayang, kamu lagi hamil" ucap Gio dengan bahagia. Prince yang mengerti ucapan papanya langsung berlari naik ketempat tidur dan langsung memeluk Dina.


"Mama, berarti Prince sebentar lagi punya seorang adik" ucap Prince dengan bahagia.


"Iya, sayang. Prince sebentar lagi jadi seorang kakak" ucap Dina. Merekapun langsung berpelukan. Semuanya sangat bahagia mendengar Dina hamil lagi.


Tamat


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Kisah Dina dan Gio sudah tamat ya. Mereka sudah hidup bahagia, jadi aku buat end saja. Tapi tenang aku akan membuat ekstra part lagi.....


__ADS_2