
Hati Gio sangat pedih melihat keadaan Dina. Gio berusaha mendekati Dina. Dina yang melihat Gio datang, Dina menangis...
"hiks..hiks..Gio"ucapnya dengan terpatah-patah sambil menangis.
Gio mendengar Dina memanggil namanya, Gio berjalan cepat mendekat Dina. Gio langsung memeluk Dina. Dina merasakan kehangatan pelukan yang selama ini rasakan, Dina langsung menjatuhkan pisaunya. Dina semakin kencang menangis diperlukan Gio. Gio merasakan hatinya sangat sakit mendengar tangisan Dina.
"Tenanglah, sayang aku disini"ucapnya sambil mengelus rambut Dina dengan lembut. Tiba-tiba Dina pingsan. Gio mendengar tangisan Dina berhenti dia melihat ternyata Dina pingsan.
Gio langsung mengangkat Dina untuk diletakkan diatas tempat tidur. Dokter dan perawat langsung berlari kearah Dina. Mereka langsung memasang infus Dina lagi dan memberi obat penenang kepada Dina.
Gio terus duduk disebelah Dina sambil mengelus kepalanya.
"Sepertinya kejiwaan nona Dina lagi terguncang, kalau dia sudah sadar panggil saya" kata dokternya setelah selesai memeriksa Dina.
Semuanya terdiam saja, melihat keadaan Dina. Sedangkan Satria sangat kaget Dina bisa tenang disaat dia melihat Gio.
Sebenarnya sejak kedatangan Gio, Satria sangat bingung kena seorang CEO yang sangat terkenal dalam dunia bisnis masuk keruangan Dina dengan wajah sedih. Satria sangat kenal jati diri Gio. Karena Gio selalu makan di restorannya. Karena yang setiap makan di restoran Satria adalah orang golongan atas.
Gio langsung bangkit dari kursi yang disamping tempat tidur Dina. Dia langsung memandang kepada mereka. Semuanya sangat kaget dan takut, karena pandangan Gio yang sangat dingin kepada mereka.
Apalagi Toni yakin, Gio saat ini sangat murka melihat keadaan Dina. Karena dari awal sewaktu Gio mendapat telepon dari Jenny tentang Dina, Gio sangat marah. Gio langsung menyuruh Toni untuk menyiapkan jet pribadinya untuk pulang. Dia melihat Gio sangat frustasi didalam perjalanan sampai dirumah sakit.
Bram merasakan Gio sangat butuh penjelasan kenapa Dina seperti itu.
"Kak Gio maaf kan kami tidak bisa menjaga Dina dengan baik" ucap Bram.
"Jelaskan padaku kenapa dia seperti ini!" ucapnya dengan dingin.
Gio pun menjelaskan apa yang terjadi pada Dina. Gio langsung melihat kearah Satria. Satria merasakan Gio saat ini seperti ingin membunuhnya.
Gio langsung menuju kearah Satria. Setelah berdiri di samping Satria, Gio menyentuh pundak Satria. Satria mulai merasakan aura dingin tengah menerpanya.
__ADS_1
"Trimakasih sudah menolongnya" ucap Gio. Satria kaget ternyata Gio mengucapkan trimakasih padanya.
"Sama-sama." jawab Satria.
"Tunjukkan padaku dimana kamarnya" kata Gio kepada polisi yang didepannya.
Polisi itu pun langsung memimpin jalan untuk menunjukkan kamar pria itu tanpa mengeluh. Karena polisi itu tahu siapa Gio.
Semuanya pun mengikuti Gio, yang tinggal didalam hanya Jenny dan Nayla. Mereka ingin menjaga Dina.
Sesampai didalam Gio langsung memukul wajah pria itu sampai keluar darah dari mulutnya. Pria itu sangat kaget dipukul seseorang disaat dia tidur.
"Bre*****"katanya dengan kesal. Ketika dia melihat siapa yang berdiri Pria itu sangat takut.
Pria itu sangat mengenal siapa Gio. Karena dia sering melihat Gio di club' tempat Joni. Dan dia juga tahu Gio orang sangat berpengaruh.
Gio langsung menjauh dari pria setelah memukulnya. Yang lainnya hanya diam saja dengan tindakan Gio termasuk polisi itu. Karena mereka mengerti perasaan Gio saat ini.
"Aku ingin kalian menyelesaikannya tanpa melibatkan Dina. Jangan sampai kalian bertanya pada Dina. Dia harus dihukum berat" katanya dengan dingin.
Polisi itu hanya diam saja, mereka tidak berani membantah. Bram dan Satria masih didalam kamar pria itu. Mereka ingin bertanya kenapa dia melakukannya.
"Kenapa kau melakukannya?" tanya Bram dengan tatapan tajam
"Aku dibayar seorang wanita untuk melakukannya"
Bram dan Satria sangat kaget mendengarnya. Satria langsung menarik kerah bajunya.
"Siapa yang menyuruh mu?" tanya Satria dengan geram.
"A..aku tidak tahu namanya, tapi dia perempuan yang cantik. Dia juga satu rombongan kalian" katanya dengan takut.
__ADS_1
Bram semakin terkejut mendengarnya apalagi Satria dan langsung melihat kearah Bram. Lalu Bram menunjukkan foto mereka padanya, karena setelah mereka sampai tempat camping mereka sempat berfoto.
"Tunjukkan padaku siapa yang membayarmu?"
Lalu pria itu menunjukkan wajah Maya. Bram sangat terkejut Maya tega melakukan kepada Dina. Padahal Dina tidak pernah sekalipun menyakiti nya, dan padahal mereka sesama wanita.
Dengan keadaan murka, Gio mengajak polisi ketempat Maya saat ini. Merekapun mengikuti Bram.
Ditempat Camping Maya masih saja terlelap, padahal sudah jam 7 pagi. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
Sesampai ditempat camping, Bram berteriak memanggil Maya.
"Maya!"teriaknya, orang-orang yang ditempat camping sangat kaget mendengar teriakan Bram, dan mereka juga kaget di belakang Bram ada polisi.
Teman-teman Satria juga sangat kaget Satria bersama Bram dan juga polisi. Maya yang mendengar suara teriakan Bram, dia langsung keluar.
Disaat dia keluar dia melihat Bram bersama polisi dan wajah Bram saat ini terlihat sangat marah. Maya sangat ketakutan.
"Bram, kenapa disini ada polisi?" tanyanya dengan gugup.
Bram nampak emosi, kemudian dia menampar Maya dengan keras.
Prak...
Maya sangat kaget Bram telah menamparnya didepan umum.
πΈπΈπΈπΈ
Trimakasih masih setia membaca karya saya. Jika ada kesalahan Typo maafkan saya,ya.π
jika sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ..π
__ADS_1