Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 40


__ADS_3

Rani sangat terkejut Soni membentaknya.


"Tapi aku ingin kembali pada, mu waktu itu. Tapi kamu lebih memilih menikah dengannya!" bentak Rani.


"Aku tidak mau kembali pada wanita seperti, mu. Kamu wanita yang sangat licik, kalau kamu mencintai, ku seharusnya kamu menerima kekurangan ku dan menemani dalam kesusahan. Bukan meninggalkan aku! Merekalah yang selalu menemani, ku menemaniku" teriak Soni.


"Ah...! Seharusnya aku membunuh anak kalian bukan hanya menjauhkannya dari kalian saja!" teriak Rani yang sudah sangat emosi. Mendengar perkataan Rani semuanya terkejut, termasuk Ray.


"A..apa maksud, mu? Apa kamu yang menculik anak, ku?" ucap Sari yang tidak percaya dengan perkataan Rani.


"Ya! Aku ingin kamu menderita. Itu bayaran yang pas karena kamu merebut Soni dari ku!" teriak Rani.


Prak...


Tamparan keras dari Ray di pipi Rani


"Kamu?" bentak Rani sambil pegang pipinya yang kena tamparan.


"Aku tidak menyangka aku menikah dengan perempuan licik seperti, mu!" bentak Ray dengan emosi.


"Kami benar tidak menyangka kamu tega melakukannya pada kami, Ran ! Apa kamu tahu akibat perbuatan kamu dalam keluarga, ku? Sari jadi stress!" teriak Soni. Sari mendekat pada Rani.


"Apa kamu begitu membenci, ku?" tanya Sari dengan lembut dan menahan suara tangisannya.


"Apa, kamu tahu aku tidak pernah melihat pertumbuhan putri, ku. Aku kehilangan masa kecilnya, Ran!" ucap Sari.


"Kamu seorang ibu juga,kan? Kenapa kamu tega menjauhkan seorang ibu pada anaknya?" teriak Sari.


"Apa yang kamu alami saat ini setelah kamu melihat putri, mu jauh dari mu? Dan menderita?"


Rani yang mendengarnya membayangkan putrinya yang menangis terus dan sangat menderita didalam penjara. Rani sadar apa yang dilakukannya dulu, inilah balasannya. Dia merasakan kakinya tidak kuat menopang tubuhnya, dia jatuh kelantai sambil menangis menjerit. Setelah dia menangis, Rani bangkit kembali.

__ADS_1


"Sari, Soni maafkan aku. Aku mohon maafkan aku!" ucap Rani sambil menggemgam tangan Sari. Sari hanya diam saja, begitu juga dengan yang lain. Rani langsung kearah Dina.


"Dina maafkan Tante" ucap Rani sambil menangis. Dina terus menangis, dia tidak mau menjawab Rani.


" Mas, kamu maaf kan aku kan?" kata Rani sambil kearah Ray.


"Kalau mereka memaafkan mu, maka aku juga akan memaafkan mu!" kata Ray dengan lemah.


Rani langsung menjatuhkan tubuhnya dengan menangis.


"Tolong, maafkan aku!" ucap Rani dengan menangis. Semua yang melihatnya merasa iba pada Rani.


"Baiklah kami memaafkan, mu" ucap Soni sambil memeluk Sari dan Dina. Semua melihat kearah Soni dengan kaget. Terutama Rani dan Ray.


"Yang penting kami bisa bertemu kembali dengan putri kami" ucap Sari. Rani langsung berdiri dan memeluk Ray.


"Aku mohon, mas maafkan aku." ucap Ray. Ray awalnya tidak mau membalas pelukan dari Rani, tapi karena cinta besar pada istrinya, dia pun langsung memaafkan istrinya. Semuanya duduk dan senyum bahagia, kecuali Ray dan Rani masih diam. Rani menatap Ray, Ray yang mengerti maksud dari tatapan istrinya langsung membuka suara.


"Jika paman dan Tante ingin mengatakan tentang Maya, saya tetap akan mempertahankan jawaban saya. Saya tidak akan melepaskan tuntutan saya pada Maya!" ucap Gio dengan tegas. Ray dan Rani langsung melihat kearah Gio.


"Kami mohon, nak. Saya sadar ini semua kesalahan saya karena telah memanjakannya. Kami janji dia tidak akan menyakiti Dina lagi." ucap Rani dengan memohon.


"Baik, kami akan mencabutnya Tante" ucap Dina tiba-tiba. Semuanya jadi melihat kearah Dina.


"Sayang, apa yang kamu katakan? Dia sudah menyakiti mu!" ucap Gio sambil menggemgam tangan Dina. Dina tersenyum kearah Gio.


"Bukannya setiap kita harus memberikan kesempatan kedua? Sudahlah, mas. Aku yakin Maya akan berubah" ucap Dina dengan lembu. Semua yang mendengar apa yang dikatakan Dina, sangat kagum padanya.


"Terimakasih, sayang. Kami berharap putri kami bisa menjadi seperti, mu. Maafkan Tante yang sudah memisahkan, kamu dengan orang tua kandung, mu!" ucap Rani. Rani langsung memeluk Dina, Dina pun membalas pelukan Rani.


"Baiklah, kami akan melepaskan tuntutan kami" ucap Gio dengan senyum kearah Dina.

__ADS_1


Semuanya mulai ngobrol dengan canda tawa, Ara orang tua menceritakan bagaimana persahabatan mereka. Sampai sore hari mereka terus mengobrol. Ray dan Rani memutuskan pulang kerumah. Mereka permisi kepada yang lainnya.


"Kami balik dulu. Terimakasih kalian sudah mau memaafkan kami. Apakah kita bisa kembali seperti dulu?" Ucap Ray. Semuanya langsung saling melihat. Dan yang paling tidak disangka Ray dan Rina adalah mereka langsung dipeluk sama para sahabatnya. Para orang tua saling berpelukan, dan anak mereka semua hanya tersenyum pada mereka.


"Baiklah, kami pulang dulu. Soalnya putra kami akan pulang. Dan besok malam aku mengundang kalian untuk makan malam dirumah kami" ucap Ray.


"Kami, harap kalian semua datang" sambung Rani. Semuanya pun janji akan datang makan malam kerumah mereka.


***


Di bandara Seorang pria yang sangat tampan lewat, banyak para wanita yang melihatnya mengagumi ketampanannya. Dengan pakaiannya yang kasual membuat ketampanannya sangat membuat kaum hawa tertarik padanya.



Keluar dari bandara dengan membawa kopernya dengan santai, dia langsung naik taxi yang ada di bandara. Taxi yang dinaikinya mengarah ke perumahan yang mewah dan berhenti dirumah keluarga Ray. Dia langsung masuk kedalam rumah.


"Mama, papa Juna kembali!" teriaknya. Ray dan Rani yang mendengar seperti suara putra mereka, mereka langsung keluar dari kamarnya.


"Sayang kamu sudah datang?" tanya Ray sambil memeluk anaknya ala pria. Rani yang sudah lama tidak melihat putranya menangis, Dia merasa bersalah, dia kurang memperhatikan putranya. Dia lebih banyak memperhatikan putrinya dan sibuk jalan-jalan. Juna yang melihat mamanya menangis langsung menghapus air mata mamanya dan memeluk mamanya.


"Maaf, kan mama sayang. Mama telah mengabaikan, mu!" ucap Rani menangis sambil memeluk putranya yang selalu membanggakan keluarganya atas kesuksesannya dalam memimpin perusahaan keluarga besarnya.


"Sudah, ma. Juna selalu memaafkan mama" ucap Juna dengan memeluk mamanya dengan erat.


Merekapun makan malam bersama tanpa Maya, karena Maya belum dibebaskan. Karena sesuai kesepakatan Maya akan dilepaskan besok.


"Ma, pa apa Maya akan mendapatkan keringanan hukum?" tanya Juna sambil makan makanannya. Walaupun Juna diluar negeri, papanya lah yang selalu memberi kabar apa yang terjadi dirumah mereka. Walaupun dia dan Maya kurang akur karena sifat Maya yang manja dan mau menang sendiri tapi dia tetap sangat menyayangi adiknya.


"Tuntutannya akan dicabut sayang. Besok dia akan bebas" ucap Rani


"Bagus, lah." ucap Juna. Dia langsung mengerti pasti orang tuanya lah yang membujuk Gio pengusaha yang sangat dingin itu untuk mencabut tuntutannya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2