After Six Years

After Six Years
Akankah Terulang?


__ADS_3

Enam tahun sudah berlalu, entah kenapa perasaan Leo terhadap Merlin masih sama. Selalu saja datang rasa yang tidak dia pahami, antara iba, kasihan, ingin bertanggung jawab dan entah rasa apa dia tidak tahu.


Sayangnya setiap kali melihat Merlin yang selalu bersikap sombong membuat dirinya membatasi diri dengan wanita itu, dia bahkan sengaja tidak pernah menghandle pekerjaan Merlin lagi.


Jika Merlin kembali berhubungan dengan perusahaan Anderson, dia akan meminta sekretaris dari perusahaan Anderson untuk menghandle Merlin.


Karena setiap dia bertemu dengan Merlin, rasa bersalah dan rasa itu selalu muncul. Rasa yang benar-benar dibenci oleh Leo, karena dia merasa hanya dirinya saja yang merasakan hal tersebut.


Setelah Merlin dan Leo masuk ke dalam mobil, keduanya terlihat saling diam. Leo terlihat menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya menuju rumah Merlin.


Tatapan matanya lurus ke depan, dia terlihat begitu fokus mengemudi walaupun hatinya terus saja mengingat wanita yang berada di sampingnya.


Berbeda dengan Merlin, dia terlihat memperhatikan wajah Leo. Leo seperti baru saja pulang bekerja, dua kancing kemejanya terlihat terbuka.


Lengan kemejanya sudah dia gulung sampai ke sikut, Leo terlihat begitu lelah. Namun, penampilannya tidak mengurangi ketampanannya.


Ada satu ruang di dalam hatinya yang berdebar, walaupun Leo selalu bersikap dingin terhadap dirinya. Namun, pria itu selalu tetap perhatian.


Walaupun setiap pekerjaan selalu dilimpahkan kepada sekretaris dari perusahaan Anderson, tapi untuk semua keperluan yang dibutuhkan oleh Merlin pria itu selalu menyiapkannya.


Ada rasa bersalah yang menyeruak ke dalam dasar hatinya, ada rasa tidak enak hati ketika kini Merlin berduaan saja dengan Leo.


"Leo, aku--"


Melihat wajah Leo yang dingin dan datar tanpa ekspresi, Merlin mengurungkan niatnya untuk berkata apa pun kepada Leo.


Dia terlihat menunduk dengan tidak enak hati seraya meremat kedua tangannya secara bergantian, dia hanya ingin meminta maaf, tapi bibirnya terasa kelu untuk berucap.


"Ada apa? Kalau mau bicara, bicara saja," kata Leo tanpa menolehkan wajahnya ke arah Merlin.


Merlin terlihat mengangkat wajahnya, lalu dia kembali menatap wajah Leo. Wajah Leo terlihat sangat tampan karena terkena cahaya lampu jalanan.


"Terima kasih untuk yang tadi, maaf untuk kejadian di masa lalu," ucap Merlin dengan sangat pelan, tapi Leo bisa mendengarnya dengan jelas.


Ada rasa bahagia di dasar hati Leo saat mendengar apa yang dikatakan oleh Merlin, tapi dia tidak ingin mengakui hal tersebut. Dia tidak ingin menunjukkan rasa tersebut di depan Merlin.


"Lupakan saja, semuanya sudah berlalu," kata Leo yang masih enggan untuk bersitatap mata dengan Merlin.

__ADS_1


Ada perasaan aneh saat Leo mengatakan hal tersebut, Merlin seakan mendengar kekecewaan yang begitu dalam dari ucapan yang diungkapkan oleh Leo.


Dengan sekuat tenaga Merlin menguatkan hatinya, lalu tangan kanannya terulur dan mengelus lembut pundak Leo.


"Aku aku benar-benar minta maaf untuk kejadian itu," kata Merlin dengan tangan yang terus saja mengusap pundak sampai ke lengan Leo dengan sangat lembut.


Merlin benar-benar merasa bersalah, karena saat itu dirinya malah begitu terobsesi dengan Jonathan. Hal itu menyebabkan Leo yang harus menanggung semua akibatnya.


Kini, Merlin sangat sadar jika dirinya tidak boleh terobsesi terhadap satu orang pria. Dia tidak boleh melakukan hal tidak baik hanya untuk mendapatkan pria yang dia inginkan.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Merlin, Leo benar-benar merasa tidak nyaman dengan hal itu. Karena semakin lama Merlin menyentuh dan mengusap dirinya seperti itu, ada rasa yang tidak biasa yang hadir di dalam dirinya.


Bahkan, ingatannya malah kembali ke masa di mana enam tahun hang lalu mereka memadu kasih. Memadu Kasih dengan penuh gairah.


Leo yang merasa tidak kuat dengan sentuhan Merlin, langsung menepikan mobilnya. Lalu, dengan cepat dia mematikan mesin mobilnya.


Merlin terlihat begitu kaget, dengan cepat menarik tangannya dan menatap Leo dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ada apa? Kenapa berhenti? Apa mobilnya bermasalah?" tanya Merlin.


"Mobilnya baik-baik saja," kata Leo. 'Aku yang tidak baik,' sambung Leo dalam hati.


Leo terlihat menatap wajah Merin dengan lekat, melihat tatapan dari Leo Merlin menjadi salah tingkah. Dengan cepat dia memalingkan wajahnya seraya berkata.


"Kalau mobilnya tidak apa-apa, kenapa malah berhenti di tengah jalan?" tanya Merlin.


Merlin benar-benar merasa jantungnya kini berdebar dengan sangat kencang, dia tidak tahu kenapa. Padahal dia hanya melihat tatapan dari Leo saja.


"Aku sudah menepikan mibilnya," jawab Leo.


Leo langsung menjawab pertanyaan dari Merlin, tapi menurut Merlin jawaban dari Leo adalah hal yang sangat lucu tapi juga membuat dirinya kesal.


"Haish! Bukan seperti itu, maksudku kenapa berhenti di sini? Kenapa tidak nanti saja berhentinya pas di depan rumah aku?" tanya Merlin.


Dalam hati Leo menertawarkan dirinya sendiri, kenapa dia bisa bertingkah seperti itu di hadapan Merlin? Kenapa dia bisa berkata seperti itu di depan Merlin?


"Ini semua karena kamu, aku tidak akan berhenti kalau kamu tidak melakukannya," jawab Leo.

__ADS_1


Merlin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Leo, dia kembali menatap wajah tampan Leo. Lalu, dia kembali bertanya dengan kening yang berkerut.


"Memangnya aku melakukan apa? Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Merlin tanpa menyadari raut wajah Leo yang kini sudah berubah.


Leo terlihat mendekatkan dirinya ke arah Merlin, lalu dia melepaskan sabuk pengaman yang dipakai oleh Merlin.


"Jangan pernah membangunkan singa yang sedang tidur," ucap Leo ambigu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Leo dan melihat Leo yang kini semakin mendekat kepadanya, Merlin menjadi was-was.


Ada rasa takut yang menyelinap ke dalam hatinya, tapi lebih besar rasa penasaran dengan apa yang akan Leo lakukan terhadap dirinya.


"Kamu, kamu kenapa sih? Aku, aku salah apa?" tanya Merlin semakin memundurkan wajahnya, karena Leo semakin memajukan tubuhnya.


Tubuh Merlin ini sudah terpentok sampai ke pintu mobil, Leo semakin menekan tubuh Merlin. Hal itu membuat dirinya merasa tidak karuan, dia hanya diam seraya menatap wajah Leo.


"Aku mau ini," kata Leo seraya mengusap bibir Merlin. "Mau Ini juga," sambung Leo dengan tangannya yang terlihat turun dan meremat dada Merlin. "Apalagi yang ini, aku mau." Leo mengusap milik Merlin dengan lembut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Leo, Merlin langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


Ada rasa kesal karena Leo berlaku seenaknya terhadap dirinya, tapi di waktu yang bersamaan dia juga merasakan ingin mendapatkan sentuhan yang lebih dari Leo.


Apalagi dulu dia pernah merasakan bercinta dengan Leo, Leo begitu bergairah dan mampu membuat dirinya terpuaskan beberapa kali.


Percintaan panasnya dengan Leo adalah hal yang paling diingatnya, karena selama dia bercinta dengan pria manapun, hanya dengan Leo yang bisa memuaskan dirinya sampai dirinya lemas dan tertidur dengan pulas.


"Jangan, jangan melakukan hal yang aneh-aneh!" pinta Merlin.


Mulutnya bisa saja berkata seperti itu, tapi hatinya mengatakan jika dirinya ingin mendapatkan sentuhan yang lebih.


Apalagi ketika Leo meremat dadanya, rasanya seperti ada sengatan listrik yang mengaliri tubuhnya.


"Tidak akan ada yang aneh, aku hanya mau kamu." Leo menatap wajah Merlin dengan penuh gairah.


***


Hayo, kira-kira terulang lagi ngga ya kisah enam tahun yang lalu. Tunggu di bab selanjutnya ya, terima kasih sudah meninggalkan Like dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2