
Jonathan benar-benar menginginkan istrinya sayangnya Carol tidak mau melakukannya di kantor. Walaupun Carol sudah tidak perawan, bahkan dia sudah sempat melahirkan.
Namun dia ingin malam pengantinnya menjadi hal yang spesial, dilakukan di tempat yang spesial.
Bukan dilakukan di kantor seperti ini, di atas sofa tempat Jonathan biasa menerima tamu. Seperti tidak ada tempat lain saja, pikirnya.
Jonathan menurut, mereka harus melakukannya di tempat yang spesial. Namun, Jonathan mengajukan syarat. Dia tidak ingin melakukannya saat nanti malam, karena kini hasratnya sudah di ubun-ubun.
"Sayang, please. Kita lakuin sekarang ya? Aku bersedia tidak melakukannya di sini, kita segera pulang saja. Aku sudah tidak tahan," kata Jonatan memelas.
Carol terlihat menatap wajah suaminya yang sudah diliputi kabut gairah, dia bisa melihat jika Jonatan begitu menginginkan dirinya.
Jonathan bahkan sudah terlihat nakal, dia menyingkap dress yang dipakai oleh istrinya. Lalu, tangannya terlihat mengelus lembut paha istrinya.
Untuk sesaat Carol terdiam, dia bahkan terlihat memejamkan matanya dan menengadahkan wajahnya.
Karena saat ini dia sedang merasakan sekujur tubuhnya mulai memanas, bahkan ada gelenjar aneh saat tangan Jonathan mulai meremat kedua bongkahan bulat dada dan juga bokongnya.
"Ouch, Jo!"
Terdengar lenguhan dari bibir Carol, bahkan tubuhnya terlihat menggeliat karena merasa tidak tahan dengan gelitikan aneh yang timbul dari sentuhan tangan Jonathan.
"Ck! Suara kamu seksi banget, aku makin nggak tahan. Ayo kita segera pergi dari sini," ajak Jonathan.
Jonathan terlihat mengajak Carol dengan tergesa untuk keluar dari ruangan kerjanya tersebut, Jonathan benar-benar sudah tidak sabar ingin mengajak istrinya bercinta.
Dia sempat berpapasan dengan Leo saat keluar dari dalam ruangannya, Leo terlihat kaget saat melihat Jonathan yang pergi dengan terburu-buru dengan Carol.
Padahal, Jonathan berkata tidak akan masuk kerja selama satu minggu, makanya dia berani bercinta dengan istrinya di ruangannya.
Leo terlihat menunduk takut karena pasti Jonathan tahu apa yang sudah Leo lakukan bersama dengan Merlin, Leo sudah siap untuk dimarahi.
Namun, ketika Jonathan melewati Leo begitu saja. Leo terlihat keheranan, antara bahagia dan juga bingung karena atasannya itu hanya diam saja.
Saat ini Jonathan hanya ingin pergi mengajak istrinya, dia tidak ingin memarahi Leo sama sekali. Walaupun Leo sudah membuat kesalahan, dia tidak peduli.
Dia sangat tahu kinerja Leo begitu bagus, Leo tidak pernah sama sekali mengecewakan dirinya kalau untuk urusan pekerjaan.
__ADS_1
Saat tiba di dalam mobil, Jonathan memutuskan untuk pergi ke kediaman Anderson.
Namun, dengan cepat Carol mencegahnya. Rasanya dia akan sangat malu pulang ke kediaman Anderson bersama dengan Jonathan.
"Jangan pulang ke rumah, kamu pesan hotel saja," pinta Carol.
"Loh, kenapa?" tanya Jonathan heran.
"Ya ampun, Jo. Ini masih pagi, kalau kita pulang terus kita itu, pasti aku akan sangat malu sama mom," ucap Carol beralasan.
Namun, alasan Carol terdengar masuk akal. Dia juga akan sangat malu jika pulang kembali ke kediaman Anderson hanya untuk bercinta dengan istrinya.
"Baiklah, kita akan memesan kamar hotel saja," kata Jonathan menyanggupi.
"Itu terdengar lebih baik," kata Carol dengan senyum manis di bibirnya.
Akhirnya Jonathan terlihat melajukan mobilnya ke sebuah hotel mewah yang berada di pusat kota, dengan tidak sabar dia memesan satu kamar termewah di dalam hotel tersebut.
Saat tiba di dalam kamar, Jonathan dengan tidak sabarnya membopong tubuh istrinya dan menidurkannya di atas tempat tidur berukuran King size.
Carol hanya terdiam seraya memperhatikan tingkah laku dari suaminya itu, di satu sisi dia merasa lucu melihat tingkah dari suaminya tersebut.
Namun, di satu sisi ada rasa takut yang mengganjal di dalam hatinya. Dia takut jika dirinya belum bisa melayani suaminya dengan baik, dia takut mengecewakan Jonathan.
Namun, Carol juga sudah berjanji dan bertekad di dalam hatinya. Dia ingin menjadi istri yang baik, dia akan berusaha untuk melupakan masa lalunya.
Dia akan berusaha untuk melupakan kenangan buruknya, dia ingin melayani Jonathan dengan sepenuh hatinya.
"Jo! Jangan dibuka dulu itunya," ucap Carol saat melihat Jonathan hendak membuka celana boxernya.
"Eh? Kenapa?" tanya Carol.
"Nanti saja," jawab Carol malu-malu.
Jonathan tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Carol, kemudian dia menunduk dan mulai mengecupi setiap inci wajah dari istrinya tersebut.
"Kamu cantik," ucap Jonathan.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Jonathan terlihat kembali menunduk dan mulai mengecupi leher jenjang istrinya.
Bahkan, Jonathan terlihat mengusakkan wajahnya di cerukan leher istrinya tersebut. Carol mulai terlihat memejamkan matanya seraya menikmati sungguhan kenikmatan dari suaminya tersebut.
"Ouch, Jo!" tαeriak Carol kala Jonathan mulai meloloskan dress yang dia pakai dan meremat kedua dada istrinya tersebut.
"Nikmati, Sayang. Aku akan melakukannya dengan lembut," ucap Jonathan.
Setelah mengatakan hal itu, Jonathan terlihat mengecupi perut istrinya. Bibirnya terlihat turun ke bawah dan mengecup area inti istrinya yang masih terbungkus segitiga pengamannya.
Carol terlihat menggeliatkan tubuhnya, bahkan kedua tangannya terlihat menjambak rambut Jonathan dan menariknya dengan lembut.
Carol terlihat berusaha untuk menikmati suguhan kenikmatan dari Jonathan, dia tidak berani membuka matanya karena takut akan berteriak.
Erangan demi erangan lolos dari bibir Carol kala Jonathan membuka kain pelindung dada Carol dan juga area intinya.
Jonathan terlihat mulai bermain dengan dada Carol, sesekali tangannya terulur untuk mengusap dan bermain di area inti istrinya tersebut.
Carol sampai berteriak seraya mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu, dia memeluk aku Jonatan dengan erat.
"Lepas dulu, Sayang. Aku mau nyicipin buah peach yang di sana," pinta Jonathan.
Carol tetap melepaskan pelukannya, walaupun dia tidak paham dengan apa yang Jonathan ingin lakukan.
Carol bahkan terlihat bangun dan menyangga tubuhnya dengan kedua sikutnya, dia ingin melihat apa yang Jonathan lakukan terhadap dirinya.
Jonathan tersenyum, kemudian dia kembali mengecupi perut Carol sampai ke bawah. Setelah menemukan apa yang dia cari, Jonathan dengan cepat mengecupi lipatan basah di inti tubuh istrinya tersebut.
Carol sempat menjerit saat Jonathan mengecupnya dengan sedikit kasar, ada rasa nikmat dan juga geli yang menggelitik ke seluruh tubuhnya.
"Teriak sesuka hatimu, Sayang. Aku suka mendengar suaramu yang seksi itu," kata Jonathan
Adrenalinnya semakin terpacu saat mendengar jeritan dan juga erangan dari bibir istrinya tersebut, dia benar-benar bersemangat untuk menjebol kembali gawang pertahanan yang sudah enam tahun lamanya tidak dia sentuh.
"Hentikan, Jo! Aku sudah tidak tahan!" teriak Carol.
Jonathan tersenyum mendengar teriakan dari Carol, apalagi saat melihat milik istrinya itu terlihat begitu basah.
__ADS_1