
Berlin merasa prihatin melihat kondisi Carol saat ini, tentu saja semua itu terjadi karena Carol baru saja mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Kenyataan bahwa Jonatan yang dulu sudah merenggut kesuciannya, kenyataan yang menyatakan jika Julian adalah putra kandung dari Jonathan.
Kenyataan yang menyatakan jika Jonathan adalah lelaki yang dulu sudah menghancurkan masa depan Carol, ayah biologis dari Julian.
Berlin bisa melihat sorot kebencian dari mata Carol, Berlin bisa melihat raut kekecewaan yang begitu mendalam dari wajah Carol.
Wanita paruh baya itu berpikir, mungkin saja Carol saat ini membutuhkan waktu untuk sendirian. Carol membutuhkan waktu untuk berpikir tentang apa yang akan dia lakukan nantinya bersama dengan Jonathan.
Berkali-kali Berlin mengajak Jonathan untuk keluar dari ruang perawatan Carol, karena dia merasa jika menantunya itu membutuhkan waktu untuk merenungkan semuanya.
Namun, Jonatan berkata jika dia tidak akan meninggalkan istrinya. Karena Jonathan takut jika istrinya tersebut malah akan lebih menjauh lagi dari dirinya.
"No, Mom. Aku tidak akan meninggalkan istriku," sahut Jonathan. Selalu kalimat itu yang keluar dari bibirnya.
Akhirnya Berlin menyerah, dia memutuskan untuk pulang karena Julian membutuhkan dirinya. Berbeda dengan Jonathan yang tetap memilih tinggal bersama dengan istrinya.
Walaupun istrinya terlihat begitu marah terhadap dirinya, tapi Jonatan tetap saja duduk tepat di samping Carol seraya menggenggam erat tangan istrinya tersebut.
"Sayang, please bicara sesuatu kepadaku," pinta Jonathan.
Carol mendengar apa yang Jonathan katakan, tapi dia tetap saja terlihat enggan untuk menjawab apalagi menolehkan wajahnya ke arah Jonathan.
"Heh!"
Jonathan hanya bisa menghela napas berat menghadapi tingkah dari istrinya tersebut, tapi Jonathan berjanji dalam hati dia tidak akan pergi sampai mendapatkan pengampunan dari istrinya tersebut.
Tidak lama kemudian dokter nampak datang dan memeriksakan kondisi kesehatan dari Carol, Jonathan yang begitu khawatir langsung bertanya kepada dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Jonathan.
Dokter tersebut nampak tersenyum melihat kekhawatiran di wajah Jonathan, kemudian dia nampak berkata.
"Sudah lebih baik, tapi kalau bisa istrinya harus dibuat lebih tenang. Jangan tegang seperti ini, kasihan baby yang berada di dalam kandungannya," pinta Dokter.
Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter, baik Jonathan ataupun Carol terlihat menatap begitu serius ke arah dokter tersebut.
__ADS_1
Mendapatkan tatapan yang dirasa horor dari pasangan suami istri tersebut, dokter nampak terkekeh. Kemudian, dia menepuk pundak Jonathan dan berkata.
"Istri anda sedang mengandung, usia kandungannya sekitar enam minggu. untuk memastikan perkiraan saya benar atau tidak, kalian bisa langsung memeriksakannya pada dokter kandungan," jelas Dokter.
Wajah tegang dan kaget Jonathan kini berubah menjadi binar bahagia, dia bahkan sampai meluruhkan tubuhnya ke atas lantai dan bersujud. Karena ternyata Carol kini tengah mengandung kembali benihnya.
Tidak lama kemudian, Jonathan terlihat bangun dan memeluk dokter tersebut dengan begitu senang. Berbeda dengan Carol yang hanya diam saja, tatapan matanya terlihat datar tanpa ekspresi.
"Jadi, maksud dokter istri saya beneran hamil?" tanya Jonathan seraya mengurai pelukannya.
"Ya, istri anda sedang mengandung. Jadi anda harus benar-benar menjaga istri anda dengan baik," ucap Dokter tersebut.
Karena begitu bahagia, Jonatan bahkan sampai melompat kegirangan. Dokter sampai menggelengkan kepalanya saat melihat perlakuan dari Jonathan.
"Oh ya Tuhan, aku sangat senang," ucap Jonathan.
Setelah mengatakan hal itu, Jonathan terlihat menghampiri Carol. Dia terlihat menunduk dan mengecupi setiap inci wajah istrinya tersebut.
Walaupun mendapatkan perlakuan yang begitu manis, tapi wajah Carol masih saja datar tanpa ekspresi. Dia bahkan terlihat memalingkan wajahnya ketika Jonathan terus menciumi wajahnya.
Entah apa yang Carol rasakan saat ini, Jonathan tidak bisa membaca pikiran dari istrinya tersebut. Satu hal yang terpenting untuk dirinya, Carol tidak mengatakan hal yang kasar kepada dirinya.
Jonathan mengatakan hal seperti itu tanpa peduli dengan apa pun tanggapan dari dokter yang ada di sana, dia hanya ingin mengungkapkan isi hatinya.
Carol masih terdiam, karena bingung dengan apa yang harus dia katakan saat ini. Dia juga merasa bingung karena di saat dirinya mengetahui siapa yang sudah merebut kesucian, dia malah hamil kembali anak dari pria itu.
Justru saat ini dia malah merasakan kegamangan, karena kini dirinya sedang mengandung kembali benih dari Jonathan.
"Bicara dong, Sayang. Jangan diam saja, jangan membuat aku takut. Aku memohon maafkan aku, aku minta maaf," ucap Jonatan untuk yang kesekian kalinya.
Carol masih terlihat enggan untuk mengatakan hal apa pun, dia hanya terdiam seraya mengelusi perutnya yang masih rata itu.
Kini dia kembali mengandung dari benih pria yang sama, bedanya dulu dia mengandung karena sebuah kesalahan. Berbeda dengan kali ini, mereka melakukannya dengan penuh cinta.
Dokter yang menangani Carol terlihat menepuk pundak Jonathan, dia merasa tidak enak hati jika terus berada di sana.
"Mungkin dia masih syok, saya harap anda bisa menjaga kondisi istri dan juga calon buah hati kalian. Saya permisi," ucap Dokter.
__ADS_1
"Iya, Dok," jawab Jonathan.
Setelah mengatakan hal itu, Jonathan kembali menghampiri istrinya. Dia tidak ingin melepaskan istrinya, dia takut jika Jonathan beralih sebentar saja maka Carol akan meninggalkannya.
"Aku mohon, Sayang. Maafkan aku, semua yang sudah terjadi di luar kendaliku. Aku benar-benar minta maaf," ucap Jonathan dengan raut wajah penuh penyesalan.
Tidak ada lagi ucapan yang Jonathan keluarkan dari bibirnya, dia hanya menemani istrinya dan mengurusi istrinya tersebut.
Jonathan tidak peduli walaupun Carol tidak mau berbicara dengan dirinya, setidaknya Carol masih mau disentuh oleh dirinya saja dia merasa bersyukur.
Hari sudah berganti malam, Carol masih terdiam tanpa mau berbicara dengan Jonathan. Namun, Jonathan tetap bersyukur karena Carol masih mau memakan makanan yang Jonathan berikan.
Jonathan juga merasa bersyukur karena Carol tidak mengusir dirinya, walaupun dia sempat melihat Carol yang kembali menatap dirinya dengan raut kebencian.
Jonathan yang merasa tidak tahan karena melihat Carol yang hanya berdiam diri saja, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengecup kening istrinya dan kembali bertanya.
"Ehm! Kamu mau kapan memeriksakan kondisi calon bayi kita?" tanya Jonathan.
Carol langsung menatap tajam ke arah wajah tampan Jonathan, lalu mulut Carol terlihat mulai terbuka.
Namun, baru saja Carol terlihat hendak berucap tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Carol nampak diketuk dari luar.
Jonathan sempat berpikir mungkin itu adalah ibunya, makanya tanpa berpikir panjang Jonathan pun langsung berkata.
"Masuk!" seru Jonathan.
Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut nampak terbuka, tampaklah Merlin dan juga Leo yang datang.
Leo terlihat datang dengan wajah lelahnya, berbeda dengan Merlin yang terlihat begitu cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna kuning kunyit.
semenjak menikah dengan Leo, Merlin memang terlihat begitu bahagia. Dia begitu bahagia karena diperlakukan penuh dengan cinta oleh Leo.
"Kalian?"
Jonathan tidak menyangka jika asisten pribadinya itu akan datang menjenguk istrinya bersama dengan istrinya, Merlin.
"Maaf kalau kedatangan kami mengganggu, tapi istriku ingin berbicara dengan istri anda, Tuan." Leo berusaha untuk tersenyum.
__ADS_1
"Kemarilah, kalian tidak mengganggu," jawab Jonathan.
Merlin terlihat berjalan dengan sedikit ragu, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Leo dan menautkan tangannya ke tangan suaminya tersebut.