After Six Years

After Six Years
Dimaafkan


__ADS_3

Jika Leo kini sedang berbahagia dengan istrinya dan juga Bram, berbeda dengan Jonathan. Jonathan masih terlihat membujuk istrinya agar tidak marah lagi kepada dirinya.


Apalagi kini sudah jelas jika semua yang terjadi melibatkan Merlin, istri dari Leo. Semuanya terjadi karena wanita itu yang dulu terobsesi untuk memiliki dirinya.


Ada rasa kesal, marah dan benci kepada Merlin yang kini dia rasakan. Namun, ada rasa bahagia karena di saat seperti ini Merlin mau mengakui perbuatan kejinya.


Bahkan, Merlin tidak terlihat takut untuk mengatakan kebenarannya. Padahal, bisa saja Leo meninggalkan dirinya atas pengakuan yang dia lakukan.


Namun, ternyata Leo terlihat begitu mencintai Merlin. Leo mampu memaafkan istrinya tersebut, Jonathan berharap Carol bisa memaafkan dirinya.


Karena, jika dia tidak berada dalam pengaruh obat perangsang, saat itu tidak mungkin dia menggauli Carol dengan paksa. Dia tidak mungkin memerkosa Carol.


Apalagi saat itu Jonathan termasuk pria yang menjaga jarak dengan wanita, karena menurutnya wanita adalah makhluk yang merepotkan dan menjadi penghalang dalam melancarkan bisnisnya.


Jika dia berdekatan dengan wanita, maka dengan pasti kegiatannya akan terhalang oleh pacarnya sendiri. Itulah pandangannya tentang wanita kala itu.


Jonathan terlihat menggenggam erat tangan istrinya, lalu dia kecupi punggung tangan istrinya itu dengan sangat lembut.


"Sayang!"


Jonathan berusaha untuk berbicara dengan istrinya, sayangnya Carol masih terdiam. Jonathan tetap tidak putus asa, dia berusaha untuk meluluhkan hati istrinya.


Tidak lama kemudian Jonathan terlihat tersenyum, dia menunduk dan mengecup bibir Carol. Dia tidak peduli walaupun Carol tidak berbicara apa pun kepada dirinya.


Jonathan tetap melakukan apa pun yang ingin dia lakukan, dia berusaha untuk meluluhkan hatinya agar mau memaafkan dirinya.


"Sayang, aku mohon maafkan aku. Sungguh aku tidak pernah berniat untuk merenggut kehormatanmu kala itu, aku mohon maafkan Aku."


Jonathan terus saja mengiba kepada istrinya tersebut, dia terus berusaha untuk mendapatkan kata maaf dari istrinya.


Carol masih terlihat diam, tapi tidak lama kemudian dia terlihat menghela napas berat, kemudian mengeluarkannya dengan perlahan.


Awalnya Carol memang merasa sangat kecewa kepada Jonathan, apalagi setelah mengetahui Jonatan adalah lelaki yang sudah merenggut kesuciannya.


Namun, setelah melihat ketulusan Jonathan selama ini Carol tidak bisa memungkiri jika dia bisa melihat cinta yang begitu besar dari sorot mata suaminya.


Carol juga tidak bisa memungkiri jika Jonathan dan Berlin begitu mengasihi dirinya dan juga Julian, dia tidak bisa mengabaikan hal itu begitu saja.

__ADS_1


Terlebih lagi Merlin sudah menjelaskan jika pelaku utamanya adalah dirinya, dia yang dulu terlalu terobsesi untuk memiliki Jonathan sengaja melakukan hal yang jahat.


Sialnya, malah dirinya yang menjadi korbannya. Dia yang direnggut paksa kesuciannya oleh Jonathan sampai melahirkan Julian, putranya.


Namun, terlepas dari itu semua dia merasa sangat bersyukur karena dia sudah melahirkan seorang anak yang tampan seperti Julian. Dia juga merasa bersyukur karena akhirnya bisa menikah bersama dengan Jonathan


"Aku memaafkan kamu," kata Carol pada akhirnya.


Jonathan begitu senang saat mendengar istrinya mengatakan hal tersebut, dia bahkan sampai membelalakkan matanya dengan bibir yang terbuka dengan lebar.


Carol ingin sekali tertawa melihat reaksi dari Jonathan, wajah Jonathan terlihat begitu menggemaskan seperti Julian putra mereka.


"Be--benarkah kamu sudah memaafkan aku, Sayang?" tanya Jonathan dengan wajah yang berbinar.


Padahal, Jonathan sudah putus asa karena Carol yang tidak mau berbicara dengan dirinya. Namun, setelah mendengar kata maaf dari bibir Karo Jonathan benar-benar merasa lega, bahagia dan dia begitu sulit untuk berkata-kata.


Kata maaf yang sejak tadi Jonathan tunggu akhirnya terucap juga, dia sungguh merasa sangat bahagia.


"Ya, aku memaafkan kamu. Berjanjilah jika kamu akan menjadi suami dan juga Daddy yang baik untuk anak-anak kita," ucapkan Carol.


Jonathan tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menganggukkan kepalanya seraya menangis sesenggukan.


Cukup lama Jonathan terdiam seraya mengelusi puncak kepala istrinya, hingga tidak lama kemudian Jonathan pun berkata.


"Aku mencintaimu, Sayang. Aku berjanji akan berusaha untuk menjadi Daddy yang baik untuk anak-anak kita, aku berjanji akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk kamu, Sayang." Jonathan berucap dengan sepenuh hati.


Hati Carol langsung terenyuh mendengar apa yang dikatakan oleh Jonathan, apalagi saat melihat sorot mata Jonathan yang menunjukkan rasa cintanya yang begitu besar untuk dirinya.


"Ya, aku percaya kepadamu, Sayang." Carol menatap Jonathan dengan penuh cinta.


Jika saja tidak malu, Jonathan ingin sekali bersorak dan melompat kegirangan dengan apa yang sudah Carol katakan.


Tanpa banyak bicara Jonathan langsung naik ke atas ranjang pasien, dia merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluk Carol dengan penuh kasih dan mengecupi pipi istrinya.


"Aku mencintai kamu, Sayang. Sangat mencintai kamu, jangan cuekin aku lagi." Jonathan terlihat mengelusi perut istrinya dengan lembut.


"Hem," jawab Carol.

__ADS_1


Pada akhirnya kedua insan berbeda jenis kelamin itu terlihat saling memeluk dengan penuh cinta, tidak ada lagi keraguan di antara keduanya.


Di lain tempat.


Diana terlihat begitu sedih, dia ingin sekali memiliki keturunan secepatnya dari Andrew. Namun, Tuhan belum memberikan kesempatan.


Padahal mereka baru menikah selama dua bulan, tapi dia sudah tidak sabar untuk segera mendapatkan buah cinta dari Andrew.


Dia merupakan anak yatim piatu, dia merasa hidupnya selalu sendirian. Menikah dengan Andrew membuat dirinya merasa mempunyai keluarga.


Tentu saja setelah itu dia pun menginginkan keturunan, agar bisa melengkapi keluarganya. Dia ingin memiliki keturunan yang banyak, agar dirinya tidak kesepian.


Diana bahkan sudah berencana jika dirinya tidak akan memakai KB, dia akan menerima berapa pun rezeki anak yang diberikan oleh Tuhan.


"Jangan menangis lagi, aku akan segera pulang. Aku sudah mulai membereskan semuanya, nanti kita usaha tiap hari biar cepet dapet dedek bayi." Andrew berusaha untuk menghibur istrinya.


Ya, kini Andrew dan juga Diana sedang melakukan panggilan video call. Andrew sedang berusaha menenangkan hati istrinya yang kecewa karena baru saja melakukan tes kehamilan tapi hasilnya negatif.


Padahal, semenjak menikah dengan Andrew dia belum mendapatkan tamu bulanannya. Namun, setelah melakukan tes hasilnya malah negatif, dia benar-benar sedih.


"Hem, aku hanya sedih saja. Ini aneh banget, abis nikahan sama kamu ngga pernah datang bulan. Tapi nggak jadi dedek bayi, aku sedih." Diana terlihat mengusap air matanya yang mengalir di pipinya.


"Iya, Sayang aku paham. Sekarang kamu bobo, ini sudah sangat malam. Besok kita bicara lagi, ku ngga boleh begadang. Biar sehat, biar cepet dapet dedek bayi." Andrew menasehati.


"Hem, aku akan cepat bobo. Kamu juga, pulangnya jangan lama-lama. Aku udah rindu," ucap Diana.


Setelah mereka menikah baru tiga kali mereka menghabiskan waktu bersama, tentu saja mereka saling merindu.


Terutama Diana, dia benar-benar sangat rindu terhadap suaminya tersebut. Apalagi Andrew merupakan sosok pria yang sangat romantis, hal itu membuat Diana selalu merindukan suaminya itu.


"Rindu mau apa?" goda Andrew.


Mendengar pertanyaan dari Andrew, Diana langsung mengerucutkan bibirnya karena terlihat kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Pengen nabok kamu, abisan akunya ditinggal terus. Punya suami tapi tiap malam tidurnya kedinginan," keluh Diana.


Andrew langsung mencebikkan bibirnya karena bukan itu yang dia ingin dengar sebagai jawaban dari istrinya, dia ingin mendengar hal yang lainnya.

__ADS_1


"Ya ampun, aku kira kamu rindu mau itu!" keluh Andrew dengan raut wajah kecewa.


__ADS_2