After Six Years

After Six Years
Menghindari


__ADS_3

Pagi telah menjelang, Carol terbangun dari tidurnya. Dia tersenyum kala melihat wajah Jonathan yang begitu dekat dengan dirinya, dia juga tersenyum kala melihat tangan Jonathan yang memeluknya dengan posesif.


Tangan Carol tanpa sadar terulur, lalu tangan itu terlihat mengusap wajah Jonathan dengan lembut. Tangan itu juga terlihat turun untuk mengusap rahang kokoh milik suaminya.


Bahkan tangan itu juga terlihat mengusap dada bidang suaminya dengan perlahan, Carol tersenyum dan kembali menatap wajah suaminya.


Wajah Jonathan benar-benar tampan dan sama persis seperti putranya Julian, hidunganya mancung, bibirnya terlihat tebal dan sangat seksi menurutnya.


Alis Jonathan yang tebal menjadi daya tarik sendiri ketika dipandang, bulu matanya terlihat sangat lentik ketika matanya terpejam.


'Kamu sama kaya Ian, tampan dan menggemaskan. Aku jadi pengen nyubit idung mancung kamu,' kata Carol dalam hati.


"Engh!" terdengar lenguhan dari bibir Jonatahan.


Carol terlihat panik, tapi tidak lama kemudian dia segera menutup matanya. Dia segera menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Rasanya akan sangat malu jika dia ketahuan sedang memandangi wajah Jonatahan, rasanya akan sangat malu jika dia ketahuan sedang mengagumi wajah tampan suaminya.


"Pagi, Sayang." Jonathan terlihat menunduk dan mengecup kening istrinya beberapa kali.


Jonathan terkekeh ketika melihat Carol yang memejamkan matanya dengan kuat, dia tahu jika Carol sudah bangun.


"Wangi, kamu tuh wangi banget," kata Jonathan seraya mengeratkan pelukannya.


Dia terlihat begitu gemas melihat istrinya, dia bahkan terlihat menunduk dan menggigit gemas puncak hidung istrinya.


"Jo! Sakit! Hidung aku nanti jadi pesek," keluh Carol yang langsung memelototkan matanya.


Jonathan terkekeh mendengar Carol melayangkan protesnya, dia sengaja melakukan hal itu.


Jonathan merasa gemas karena Carol malah memancingnya di pagi hari ini, tanpa dipancing saja milik pria di pagi hari akan ikut terbangun dengan sang pemilik.


Apalagi kini Carol malah menyentuh dirinya dengan sangat lembut, hal itu membuat Jonathan menginginkan istrinya.


"Habisnya kamu nakal, aku jadi pengen," ucap Jonathan.

__ADS_1


Jonathan terlihat melerai pelukannya, kemudian dia menatap wajah wanita yang sudah dia nikahi itu dengan penuh harap.


"Aku ngga nakal, aku baru bangun loh," elak Carol tidak enak hati saat melihat tatapan mata Jonathan.


"Mana ada, kamu udah bangun dari tadi. Kamu malah pancing-pancing hasrat aku, aku jadi pengen. Kita lakuin itu sekarang yuk," ajak Jonathan.


Jonatahan benar-benar menginginkan istrinya itu, dia menatap Carol dengan penuh harap. Bahkan, kini Jonathan terlihat menjauhkan wajahnya dari istrinya.


Lalu, dia mengusap pipi Carol dengan jari telunjuknya. Jari itu terus turun melewati garis lehernya, lalu tangannya dengan lincah mulai membuka kancing piyama tidur milik istrinya.


Menyadari apa yang sedang Jonathan lakukan, Carol langsung menepis tangan Jonathan dengan cukup kencang.


"Ngga mau, aku takut." Carol langsung memeluk Jonathan dengan erat.


Melihat respon dari Carol yang dengan terang-terangan menolak dirinya, Jonathan terlihat menghela napas berat.


Kemudian, dia membalas pelukan istrinya tersebut dan menepuk menepuk punggung Carol dengan sangat lembut.


Dia menyadari jika Carol seperti ini karena kesalahannya, tidak mungkin bukan Carol akan merasakan ketakutan kala dirinya menyentuh istrinya tersebut, jika Jonathan dulu tidak pernah memperkosa Istrinya itu.


"Maafkan aku, aku terlalu terburu-buru. Aku harap kamu tidak marah," kata Jonathan.


"Tidak, Jo. Bukan kamu yang salah, tapi aku. Aku terlalu takut untuk memulainya, aku janji. Nanti kalau sudah siap aku akan memberikan hak kamu, aku minta maaf," kata Carol seraya terisak di dalam pelukan suaminya tersebut.


Melihat apa yang Carol lakukan saat ini, Jonathan menjadi tidak tega. Dia hanya bisa terdiam seraya mengecupi puncak kepala istrinya.


Awalnya setelah menikahi Carol, Jonathan ingin mengajak Carol untuk berbulan madu. Dia juga ingin mengajak Julian untuk jalan-jalan, dia ingin mengajak putranya berlibur.


Karena setahu Jonathan, Julian pernah berbicara jika anak itu tidak pernah dibawa jalan-jalan saat berada di negara A.


Dia lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah saja bersama dengan Nancy, sesekali dia akan keluar bersama dengan Carol, tapi tidak pernah ke tempat yang ramai.


Mendengar akan hal itu, Jonathan merasa bersalah. Dia ingin menebus kesalahannya dengan memulai mengajak kedua orang kesayangannya itu untuk berlibur ke luar negeri.


Tentu saja dia juga ingin menikmati masa-masa indah awal dia berkeluarga bersama dengan Carol, sayangnya carol malah terlihat ketakutan seperti ini.

__ADS_1


Dia merasa tidak tega mengajak Carol pergi untuk menghabiskan waktu dalam berbulan madu, dia merasa kasihan pada. istrinya itu.


Padahal, dia sudah meminta cuti kepada Leo. Dia berkata ingin menghabiskan waktu untuk berlibur selama satu minggu.


Namun, setelah melihat kelakuan Carol yang seperti ini. Rasanya Jonathan ingin bekerja saja, dia ingin menghabiskan waktu di rumah bersama dengan Carol pun malah takut akan membuat dirinya tersiksa.


Berdekatan dengan wanita yang dia inginkan, tapi tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan oleh miliknya, rasanya dia begitu tersiksa.


"Kamu mau ke mana, Jo?" tanya Carol saat melihat suaminya sudah siap dengan setelan kerjanya.


"Aku mau bekerja," jawab Jonathan seraya menyerahkan dasi kepada istrinya.


"Tapi, kita baru menikah. Masa udah kerja aja?" tanya Carol seraya memasangkan dasi.


"Aku takut khilaf, kini di samping aku ada wanita cantik yang begitu aku cinta. Aku takut akan memerkosa kamu, aku takut tidak tahan berdekatan dengan kamu. Jadi, lebih baik aku kerja saja," kata Jonatahan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jonathan, Carol benar-benar merasa sangat bersalah.


Jujur di dalam lubuk hatinya yang sangat dalam, dia ingin sekali melayani Jonathan layaknya seorang istri yang baik.


Namun, rasa takut itu masih meliputi dirinya. Jonathan tersenyum melihat reaksi dari Carol, Jonathan terlihat menunduk lalu dia pun menakutkan bibirnya pada bibir istrinya.


"I love you, Carolina Liandra Sebastian." Jonathan menyatukan kening mereka setelah tautan bibir mereka terlepas.


Hati Carol berdebar mendengar ucapan cinta dari Jonathan, tapi dia benar-benar belum sanggup untuk melayani suaminya itu selayaknya seorang istri.


"Maaf," kata Carol lirih.


andai saja bisa, dia ingin memberikan apa yang Jonathan inginkan saat ini juga.


"Tidak apa-apa, aku berangkat dulu," pamit Jonathan.


"Kamu belum sarapan," kata Carol.


"Nanti aku sarapan di kantor aja," kata Jonathan.

__ADS_1


Carol benar-benar merasa tidak enak hati dengan apa yang Jonathan katakan, Iya benar-benar merasa menjadi seorang istri yang tidak bisa melayani suaminya dengan baik.


"Baiklah!" jawab Carol tidak enak hati.


__ADS_2