After Six Years

After Six Years
Kebahagiaan Leo


__ADS_3

Leo terlihat kebingungan karena Merlin bertanya tentang dirinya yang mencintai dia, dia siapa pikir Leo. Karena dari pertama mereka terjebak dalam percintaan panas hari itu, Leo sudah menyukai Merlin.


Berawal dari kata ingin bertanggung jawab, berlanjut pada rasa suka dan berakhir dengan rasa cinta. Itulah yang Leo rasakan kepada Merlin.


Lalu, saat ini Merlin malah mempertanyakan orang lain. Rasanya hal itu malah membuat Leo bingung, karena walaupun Merlin dulu merupakan wanita yang mempunyai kelakuan yang buruk, tapi kini Leo begitu mencintai Wanita itu.


"Siapa 'dia' Sayang? Siapa yang kamu maksud?" tanya Leo dengan raut wajah bingung.


Merlin terkekeh melihat raut kebingungan di wajah Leo, menurutnya Leo begitu lucu dan menggemaskan.


Jika saja mereka bukan sedang berada di pinggir jalan, rasanya Merlin ingin mencium bibir Leo dengan begitu mesra.


"Apa kamu belum membaca amplop putih yang aku berikan kepadamu, Sayang?" tanya Merlin.


Leo langsung menggelengkan kepalanya, yang ada di benaknya hanyalah menyusul istrinya dan memberitahukan kepada Merlin jika dirinya mencintai wanitanya.


Dia tidak memedulikan apa isi dari amplop putih yang Merlin berikan, Merlin tersenyum kemudian dia mengambil amplop putih yang berada di tangan Leo lalu membukanya dan berkata.


"Bacalah, Sayang! Aku harap kamu akan merasa senang setelah membaca selembar kertas ini," ucap Merlin dengan lembut.


Leo tersenyum, kemudian mengambil selembar kertas yang dia tidak mengerti isi tulisannya itu apa artinya.


Karena dia tidak paham, akhirnya Leo memberikan kertas Itu kembali kepada istrinya. Agar istrinya mau menjelaskan apa isi dari tulisan tersebut.


"Aku tidak paham, coba jelaskan!" pinta Leo.


Merlin terkekeh, kemudian dia merogoh sebuah foto dari tas selempang yang dia bawa. Kemudian dia memberikannya kepada Leo, kembali Leo kebingungan.


Tentu saja hal itu terjadi karena Leo tidak tahu apa arti dari isi foto tersebut, Leo yang bingung lalu bertanya.


"Ini apa?" tanya Leo.


"Ini adalah foto USG calon bayi kita," jawab Merlin pasti.


Setelah melihat ketulusan dari Leo, setelah mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari Leo, setelah menikah dengan Leo dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa dari Leo, Merlin tidak pernah berhubungan lagi dengan pria mana pun.


Merlin begitu setia kepada Leo, walaupun banyak pejabat yang kembali memanggil dirinya untuk melayani mereka dengan upah yang begitu fantastis, tapi Merlin tidak menggubrisnya.

__ADS_1


Karena pada dasarnya, dari dulu juga dia adalah orang yang berada. Bram selalu memberikan semuanya kepada Merlin, apa pun yang Merlin butuhkan selalu Bram penuhi.


Hanya saja Merlin selalu kesepian, Merlin butuh ibu. Merlin butuh kasih sayang yang lebih, karena Bram kurang memberikan waktu untuk dirinya.


Dia terlalu sibuk bekerja untuk mencari uang, karena ingin membahagiakan putri satu-satunya itu.


Maka dari itu Merlin meluapkan kesepiannya dengan cara yang salah, dia selalu mencari kesenangan di atas ranjang.


Baik bersama dengan pacarnya, ataupun dengan pejabat yang berani membayarnya dengan upah yang mahal.


Namun, setelah bertemu dengan Leo semuanya berubah. Merlin benar-benar menjadi wanita baik dan penurut, dia benar-benar berusaha untuk menjadi wanita yang baik.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Merlin, Leo terlihat begitu kaget. Dia tidak menyangka jika kerja kerasnya selama ini sudah menghasilkan calon buah hati untuk mereka.


Leo tidak menyangka jika sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah, akan ada anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Benarkah, Sayang? Kamu, kamu benar-benar sedang hamil?" tanya Leo dengan binar bahagia di wajahnya.


Merlin benar-benar bahagia karena melihat kebahagiaan di wajah Leo, itu artinya calon buah hati yang sedang dia kandung benar-benar diharapkan oleh suaminya.


Walaupun dia sudah melihat kebahagiaan di wajah Leo, tetap saja dia ingin bertanya kembali agar hatinya merasa yakin.


"Tentu saja, Sayang. Tentu saja aku sangat senang," ucap Leo.


Setelah mengatakan hal itu, Leo terlihat memeluk Merlin dengan begitu erat. Tidak lama kemudian, dia terlihat mengurai pelukannya lalu menangkup kedua pipi Merlin dan mengecupi setiap inci wajah istrinya tersebut dengan penuh cinta.


Bahkan, tanpa malu Leo terlihat mencium bibir Merlin dengan begitu mesranya. Walaupun dia berada di pinggir jalan, dia tidak peduli.


"Terima kasih terima kasih karena kamu sudah mau mengandung benihku," ucap Leo.


Setelah mengatakan hal itu, Leo terlihat meluruhkan tubuhnya. Lalu, dia memeluk pinggang istrinya dan mengacupi perut Merlin dengan begitu mesra.


Merlin begitu terharu karena Leo benar-benar menerima dirinya yang dirasa tidak sempurna itu, Leo selalu memperlakukan dirinya dengan penuh cinta.


"Hai calon buah hati Daddy!" sapa Leo.


Hati Merlin menghangat ketika mendapatkan sapaan seperti itu dari Leo, tangan Merlin terulur kemudian mengelusi puncak kepala Leo dengan begitu penuh kasih.

__ADS_1


"Bangun, Sayang. Tidak baik kamu melakukan ini, ini di pinggir jalan loh!" ucap Merlin mengingatkan.


Leo tersenyum, kemudian dia bangun dan mengajak istrinya untuk segera pergi dari sana. Karena memang sebaiknya mereka merayakan kebahagiaan itu tidak di sana.


"Kita mau ke mana?" tanya Merlin setelah mereka berada di dalam mobil.


Leo tersenyum, kemudian dia mengusap puncak kepala istrinya dan mengecup kening Merlin dengan begitu mesra.


"Kita akan ke rumah Daddy, kita harus memberitahukan kabar kebahagiaan ini. Kita harus berbagi kebahagiaan dengan Daddy," jawab Leo.


Merlin terkekeh seraya menepuk jidatnya karena dia sampai melupakan ayahnya, Bram.


"Ya, kamu benar. Daddy memang belum tahu jika aku hamil," kata Merlin.


Setelah mengatakan hal itu, Merlin terlihat memeluk lengan kiri Leo dan menyadarkan kepalanya di pundak suaminya, Leo.


Dia benar-benar merasa sangat bahagia, Merlin tidak menyangka jika hidupnya akan bahagia dan terasa sempurna.


Setelah hidup bersama dengan Leo, kini Merlin menyadari jika mencari jodoh itu tidak harus sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Karena Tuhan akan mengirimkan pria baik yang menjaga dirinya dan berusaha untuk membahagiakan dirinya, walaupun pria itu bukan pria kaya sesuai dengan impiannya.


Namun, ternyata hidup dengan Leo benar-benar membuat dirinya seakan sempurna. Leo menyempurnakan dirinya, Leo membuat dirinya lebih baik. Leo membuat hidupnya lebih berwarna.


Tiba di rumah Bram, Merlin terlihat memeluk ayahnya itu dengan erat. Bram sampai kebingungan dibuatnya, karena tiba-tiba saja putrinya datang dan menghambur ke dalam pelukannya.


"Ada apa, hem? Kenapa datang sangat malam dan memeluk Daddy seperti ini?" tanya Bram.


"Coba tebak ada apa!" ucap Merlin.


Bram terkekeh mendengar apa yang putrinya katakan, dia merasa penasaran. Namun, putrinya malah ingin bermain teka-teki.


"Katakan, Sayang!" pinta Bram.


"Aku hamil, Dad!" ungkap Merlin.


Wajah Bram langsung berbinar ketika mendapatkan pernyataan seperti itu dari Merlin, dia bahkan langsung mengecupi setiap inci wajah putrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2