
Jonathan terlihat pulang ke kediamannya dengan raut wajah gelisah, setelah obrolannya dengan Carol sebelum dia pulang, dia merasa sangat bersalah terhadap wanita yang akan dia nikahi satu minggu lagi itu.
Di satu sisi Jonathan ingin segera jujur kepada Carol jika dirinyalah yang sudah memperkosanya saat itu, dia merasa tidak ingin ada kebohongan lagi.
Namun, di satu sisi yang lain dia tidak ingin mengatakannya karena takut jika Carol malah akan meninggalkannya dan memisahkan dirinya dengan putranya.
Satu hal yang Jonathan sadari, dia tidak berniat untuk memerkosa Carol. Jika saja tidak ada yang memberinya obat perangsang, dia tidak akan meminta Leo memesan wanita malam.
Sialnya, karena merasa sudah tidak tahan justru Jonathan dengan tidak sadar malah menarik Carol yang tidak tahu apa-apa untuk masuk ke dalam kamar yang sudah dia pesan.
Dia malah menggauli Carol layaknya wanita malam, karena pada dasarnya dia memang memesan wanita malam.
Tentu saja saat ini Jonathan merasa kesusahan untuk menjelaskan tentang hal itu, takutnya Carol tidak akan memercayai dirinya.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus jujur sekarang atau nanti saja setelah menikah?" tanya Jonathan dengan ragu.
**
Jika Jonathan kini sedang dilanda kebingungan, berbeda dengan Leo. Saat ini terlihat begitu bahagia karena dia sedang berduaan dengan Merlin di kediamannya.
Selepas pulang bekerja Merlin meminta ikut ke kediaman Leo, awalnya Leo tidak mengizinkan karena mereka belum menikah. Takutnya nanti ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Namun, Merlin berkata jika dia hanya ingin berkunjung. Dia ingin makan malam bersama di rumah Leo, hanya itu katanya.
Alasannya sangat sederhana, Merlin ingin kembali merasakan masakan yang dibuatkan oleh Leo, karena ternyata pria yang sudah berusia tiga puluh tahun itu begitu pandai dalam memasak.
"Baiklah, kalau seperti itu kita memasak bersama dan kita akan makan malam berdua," kata Leo seraya terkekeh.
Akhirnya, Merlin dan juga Leo terlihat menikmati kebersamaannya. Menikmati masa-masa yang terasa sangat indah dan sulit untuk dilewatkan.
Saat memasak bersama di dapur ataupun saat makan malam berdua, mereka terlihat begitu dekat. Mereka benar-benar sudah terlihat seperti sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah.
Selepas makan malam bersama, saat Leo akan mengantarkan Merlin pulang, wanita itu malah memeluk Leo dengan erat. Lalu, dia berkata.
__ADS_1
"Aku belum mau pulang, aku masih ingin bersamamu," rengek Merlin.
"Tapi, aku tidak enak hati terhadap ayahmu. Sekarang pulang dulu ya, besok aku jemput saat kita akan ke kantor," kata Leo karena besok Merlin akan kembali meluncurkan produk iklan dari perusahaan Anderson.
"No! Aku mau bersama kamu saja," ucapin Merlin seraya mengeratkan pelukannya pada Leo. Dia seolah tidak ingin berpisah dengan pria itu.
Leo membalas pelukan dari Merlin, kemudian dia mengusap puncak kepala wanita itu dan mengecupnya dengan sangat lembut.
"Jangan bersikap seperti ini, nanti aku semakin berat untuk berpisah denganmu. Pulang ya, Sayang. Masih ada esok hari," kata Leo.
"Pokoknya aku ngga mau pulang, kalau perlu besok kamu langsung nikahin aku aja. Biar kita bisa hidup bersama dengan cepat," kata Merlin dengan tidak sabar.
Entah kenapa justru saat ini Merlin ingin terus saja bersama Leo, lelaki yang sudah membuat dirinya merasa sangat nyaman.
Merlin bahkan begitu merindukan sentuhan Leo, dia ingin merasakan kembali nikmatnya tercinta dengan Leo. Walaupun dia tahu kini hubungan mereka belum sah.
Sebenarnya dalam hati Leo ingin tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Merlin, karena dulu ketika dia ingin bertanggung jawab Merlin malah mengacuhkan dirinya.
"Kamu beneran mau langsung aku nikahi?" tanya Leo.
Mendengar pertanyaan dari Leo, Merlin terlihat melonggarkan pelukannya, kemudian dia menatap wajah Leo dengan sangat lekat.
Merlin bahkan terlihat mengusap rahang kokoh pria yang berada di dalam pelukannya itu dengan sangat lembut, sampai-sampai Leo terlihat memejamkan matanya
"Ya, ngga usah ada pesta. Yang penting kita nikah resmi terus hidup bersama," kata Merlin.
"Hem, besok pulang bekerja kita akan menikah. Besok pagi kamu siapkan berkasnya, biar aku yang mengurusnya," kata Leo dengan napas yang mulai tidak beraturan.
Karena Merlin kini mulai mengusap dada Leo, tangan itu bahkan sangat nakal. Turun dan mengusap milik Leo dari balik pelindungnya.
"Oh, Merlin, Sayang. Jangan seperti ini, nanti aku ngga tahan," kata Leo yang seakan sudah terpancing gairah.
Merlin tersenyum, kemudian dia melepaskan pelukannya dari Leo. Lalu, dia naik ke atas pangkuan Leo, dia mengalungkan kedua tangannya di leher Leo. Lalu, dia menunduk dan langsung menautkan bibirnya.
__ADS_1
Sungguh dia begitu merindukan bibir Leo yang pernah terlihat menggoda itu, sungguh Merlin sudah tidak tahan ingin merasakan kembali panasnya bercinta dengan Leo.
"Merlin, jangan seperti ini. Nanti aku---"
"Lakukan, Sayang. Aku juga mau," kata Merlin seraya menurunkan dress yang dia pakai.
Leo terlihat menatap dada Merlin yang terlihat sangat indah sekali di matanya, lalu netranya menatap wajah Merlin dengan penuh damba.
Merlin tersenyum saat melihat wajah Leo yang begitu menginginkan dirinya, dia pun sama begitu mendambakan sentuhan Leo saat ini.
"Sentuh aku, Sayang. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan terhadap diriku," kata Merlin dengan pasrah.
Tanpa ragu Merlin langsung menarik kedua tangan Leo dan menempatkannya di atas dadanya, awalnya Leo terlihat ragu. Namun, karena hasratnya yang sudah di ubun-ubun membuat Leo lupa akan segalanya.
"Kamu seksi sekali," kata Leo yang langsung merebahkan tubuh Merlin di atas sofa.
Tanpa ragu dia menarik kain pelindung dada milik Merlin, lalu dia mulai menyesap ujung dada wanita yang kini terlihat begitu pasrah menunggu apa pun yang akan Leo lakukan terhadap dirinya.
"Oh, Leo. Ini sangat--"
Suara Merlin langsung tenggelam tergantikan dengan erangan, karena Leo sudah mulai mengecupi setiap inci tubuh Merlin.
"Kamu sangat seksi," kata Leo memuji.
Setelah mengatakan hal itu, Leo terlihat membopong tubuh Merlin dan membawanya ke dalam kamarnya.
Kamar yang biasa dia tiduri sendiri itu kini dia tiduri bersama dengan Merlin, bahkan bukan hanya sekedar tidur bersama.
Namun, kini mereka kembali mengulang pergulatan panas yang pernah terjadi enam tahun yang lalu.
Hanya saja kali ini mereka bercinta dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang, tidak hanya didasari napsu dan ingin melepaskan hasrat yang tidak terkendali.
"Aku mencintai kamu," kata Leo seraya mengecup kening Merlin dengan lembut sesaat setelah Leo melepaskan jutaan kecebong miliknya pada inti tubuh Merlin.
__ADS_1