After Six Years

After Six Years
Ending


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, kini keadaan dari Carol sudah sangat baik. Bahkan, dokter pun mengatakan jika kandungannya dalam kondisi baik-baik saja.


Carol bahkan sudah pulang tiga hari yang lalu ke kediaman Anderson, dia benar-benar diperlakukan seperti ratu oleh Jonathan dan juga Berlin.


Apalagi Carol yang mau memaafkan kesalahan dari Jonatan, Berlin begitu senang dan memperlakukan menantunya itu dengan penuh kasih dan sayang.


Walaupun sempat ada ketegangan di antara Carol dan juga Jonathan, akhirnya kini mereka terlihat bahagia. Berlin ikut bahagia, begitupun dengan Julian.


Anak tampan berusia lima tahun itu sangat bahagia, apalagi ketika dia mendengar akan memiliki adik bayi, sungguh Julian begitu kegirangan.


Selepas makan malam tiba, Jonathan ingin beristirahat dengan istrinya. Namun, ternyata ada Leo yang datang bersama dengan Merlin.


Akhirnya Jonathan memutuskan untuk menerima tamu yang datang itu, asisten pribadinya sekaligus sahabatnya itu. Mereka langsung duduk bersama di ruang keluarga.


"Ada apa? Kenapa tumben malam-malam begini datang ke rumah?" tanya Jonathan.


Untuk sesaat Merlin dan juga Leo terdiam, mereka saling memandang kemudian tersenyum hangat ke arah Jonathan dan berkata.


"Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan sejak satu minggu yang lalu, tapi karena Tuan sedang ada masalah jadi aku menundanya," jawab Leo.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Leo yang terdengar begitu formal, Jonathan menjadi was-was. Dia takut akan ada kabar tidak mengenakkan yang dia terima.


"Ada apa ini? Kamu tuh kenapa? Lagi pula ini di rumah, tidak usah seformal itu. Kenapa kamu menjadi seserius itu Leo? Ada apa?" tanya Jonathan.


''Jadi begini, Jo. Mertuaku ingin aku mengurus perusahaan miliknya, aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan Anderson. Tapi kamu tenang saja, selama tiga minggu ini aku akan menyelesaikan pekerjaanku."


Jonathan terlihat lemas mendengar apa yang dikatakan oleh Leo, selama ini leo yang selalu membantu dirinya. Selama ini Leo yang selalu menghandle pekerjaannya, rasanya dia tidak ikhlas jika Leo keluar dari perusahaan Anderson.


Belum juga Leo keluar dari perusahaan miliknya, tapi dia sudah merasakan akan kerepotan tanpa adanya Leo, sahabatnya.


"Tapi Leo, bagaimana dengan aku?" ucap Jonathan memelas.


Jonathan sudah seperti seorang istri yang begitu mencintai suaminya dan suaminya mengutarakan kata talak dengan tiba-tiba, dia terlihat syok dan mengiba agar tidak ditinggalkan.


Dia terlihat begitu lemas, bahkan Jonathan terlihat begitu gelisah. Padahal, tadinya dia terlihat begitu bahagia karena Carol kini sudah bersikap seperti biasanya.


"Maaf, Jo. Tapi aku berjanji akan mencarikan penggantiku yang terbaik untukmu, aku tidak bisa terus bersama dengan kamu. Karena perusahaan daddy Bram membutuhkan diriku," jelas Leo.


Jonathan tidak bisa berkata apa pun lagi, walaupun dia ingin menahan Leo tapi dia tidak bisa melakukannya. Karena walau bagaimanapun juga Leo ini sudah menjadi suami dari Merlin.


Leo mempunyai tanggung jawab yang begitu besar, karena kini di dalam hidupnya ada Merlin yang harus dia dahulukan.

__ADS_1


Jonathan terlihat menghela napas berat beberapa kali, dia benar-benar harus memutuskan keputusan yang menurutnya begitu sangat berat.


"Baiklah, Leo. Aku tidak bisa berkata apa pun lagi, aku harus rela melepaskan kamu." Jonatha


berkata dengan sedih.


Leo terkekeh melihat perubahan raut wajah dari atasannya tersebut, memang sudah banyak yang mereka lalui bersama.


Walaupun dirinya berasal dari keluarga biasa, tapi Jonathan begitu baik terhadap dirinya. Jonathan tidak pernah memandang rendah dirinya, dia bahkan dianggap teman sejati oleh Jonathan.


***


Enam tahun kemudian.


"Oh God! Apa yang terjadi Jo?" tanya Carol ketika melihat wajah suaminya memberenggut dengan lipstik merah menyala yang mewarnai wajahnya.


"Ck! Apalagi, tentu saja ini ulah Jessie. Dia mengerjaiku!" keluh Jonathan.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Carol.


Carol terlihat mengatupkan mulutnya menahan tawa, karena dia benar-benar tidak tahan melihat wajah Jonathan yang penuh dengan pewarna bibir itu.


"Tadi Jessie memintaku untuk membantunya mewarnai gambar yang sudah dia buat, aku salah memberi warna. Dia sangat kesal, akhirnya wajahku berakhir seperti ini." Jonathan terlihat menceritakan kejadiannya.


"Memangnya warna apa yang kamu torehkan? Gambar apa juga yang Jessie sudah buat?" tanya Carol penasaran.


"Gambar bunga mawar," jawab Jonathan.


"Terus?" tanya Carol.


"Aku mewarnainya dengan warna hitam, dia sangat kesal dan menghukumku. Dia bilang sudah lelah karena menggambar bunga mawar itu selama satu jam, tapi aku mewarnainya dengan asal!"


Mendengar penjelasan dari Jonathan, tentu saja Carol paham kenapa Jessie begitu marah kepada ayahnya tersebut dan memberi hukuman.


Apalagi Jesi memang terlahir sebagai anak yang hiperaktif, dia tidak bisa diam seperti Julian. Anak keduanya itu terlihat sangat nakal tapi menggemaskan.


"Daddy nakal! Pantas saja dia marah, sekarang cuci muka sana. Biar bersih, lain kali jangan mengerjai putrimu lagi." Carol mendorong Jonathan agar segera masuk ke dalam kamar mandi.


Namun, ketika Carol akan menutup pintu kamar mandi tersebut, Jonathan malah menarik lengan istrinya dan langsung mengangkat tubuh Carol.


"Oh, Jo! Hentikan!"

__ADS_1


Teriak Carol ketika Jonathan malah sibuk menciumi cerukan lehernya, bahkan tangannya dengan nakal langsung merobek dress yang Carol pakai.


"Jo!"


Carol tidak habis pikir jika Jonathan selalu saja semuanya jika untuk urusan bercinta, Jonathan bahkan kini sudah mulai menurunkan dirinya yang polos tanpa busana ke dalam bathtub.


"Jo! Aku sudah mandi," kesal Carol.


Jonatan terkekeh mendengar teriakan istrinya, bukannya mendengarkan ucapan istrinya, Jonathan malah melucuti setiap kain yang melekat di tubuhnya.


"Kita mandi lagi, tapi sebelumnya." Jonathan terlihat masuk ke dalam bathtub dan mengangkat tubuh istrinya agar duduk di atas pangkuan Jonathan.


"Oh God! Keluh Carol kala merasakan milik Jonathan yang menyentuh area intinya.


Semenjak Carol memberikan pengampunan kepada Jonathan, mereka pun terlihat hidup begitu bahagia.


Apalagi setelah buah hati mereka yang kedua lahir berjenis kelamin perempuan, hal itu membuat hidup Jonathan dan juga Carol terasa lebih sempurna.


Lalu, bagaimana dengan Merlin dan juga Leo?


Tentu saja mereka juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa, karena mereka juga sudah dikaruniai keturunan.


Justru yang membuat Leo dan juga Merlin Bahagia adalah, mereka diberikan keturunan bayi kembar yang begitu tampan dan menggemaskan.


Diana juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa, karena Andrew mewujudkan keinginan Diana untuk tinggal bersama di tanah air.


Setelah dua tahun menikah, akhirnya mereka pun dikaruniai seorang putri yang begitu cantik. Putri yang begitu dinantikan kehadirannya oleh Diana dan juga Andrew.


Karena pada saat awal-awal pernikahan, Diana sempat memeriksakan kondisi kesehatan rahimnya dan ternyata ada kista di sana.


Diana harus mengangkat kistanya terlebih dahulu, setelah itu barulah dia bisa melakukan program hamil bersama suaminya, Andrew.


Perjalanan hidup adalah rahasia Tuhan, tidak ada yang pernah tahu kita akan seperti apa ke depannya.


Tidak pernah ada yang bisa menebak akan seperti apa alur cerita hidup kita, tidak ada yang bisa menebak apakah kita akan selalu bahagia atau terluka bahkan menderita.


Karena pada hakekatnya, Tuhan memberikan kebahagiaan yang luar biasa untuk setiap umatnya. Hanya saja terkadang manusia itu sendiri yang mempersulit keadaan, sehingga membuat perjalanan hidupnya terasa sulit.


Adakalanya manusia juga akan diuji dengan beban hidup yang sama, hanya saja mereka yang tidak sabar akan berkata jika beban hidup gue lebih besar. Ngga kaya elu, padahal Tuhan tidak pernah membedakan umatnya.


Sabar, ikhlas adalah kunci yang utama. Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita Carol dan juga Jonathan, sampai jumpa lagi di novel selanjutnya.

__ADS_1


Hatur Nuhun kanggo dukungannya.


__ADS_2