
Bram terlihat begitu senang kala mendengar putrinya kini sudah mengandung, dia bahkan tidak pernah menyangka jika Merlin akan seserius ini menikah dengan Leo.
Dia bakal sempat menyaksikan Merlin tidak akan menikah, karena mengingat selama ini Merlin yang hanya ingin bersenang-senang saja dengan setiap pria yang dia kencani.
Bram bahkan pernah menyangka jika Merlin melakukan pernikahan dengan Leo hanya karena kecewa, kecewa karena dia tidak mendapatkan lelaki pujaannya.
Namun, ternyata dugaannya salah. Merlin terlihat begitu mencintai Leo, begitupun dengan Leo yang terlihat begitu mencintai Merlin.
Mereka terlihat begitu saling mencintai, bahkan mereka terlihat saling melengkapi. Leo bahkan tidak pernah terlihat mengungkap masa lalu Merlin, Leo terlihat menerima Merlin apa adanya.
Bram melihat ketulusan yang luar biasa dari diri Leo, Hlhal itu membuat dirinya begitu bangga mempunyai menantu seperti Leo.
Walaupun Leo bukan berasal dari keluarga kaya, itu tidak berarti bagi dirinya. Karena yang penting bagi Bram, Leo mampu membahagiakan putrinya.
Kini Bram bahkan sudah berencana untuk menyerahkan kerajaan bisnisnya kepada Leo, karena sudah dapat dipastikan Merlin akan fokus untuk menjaga kehamilannya.
Apalagi setelah melahirkan nanti, Bram yakin jika Merlin akan fokus untuk mengurusi buah hatinya dengan Leo. Bram bahkan yakin jika Merlin akan berhenti dari pekerjaannya untuk fokus dalam mengurus suami dan anak-anaknya.
Bram terlihat mengurai pelukannya bersama dengan Merlin, dia menatap putrinya dengan penuh kasih lalu berkata.
"Jadi kamu beneran hamil, Sayang?" tanya Bram dengan binar bahagia di wajah tuanya.
Merlin terkekeh mendengar pertanyaan dari ayahnya tersebut, karena Bram bertanya untuk yang kesekian kalinya.
"Yes, Dad. Aku hamil anak Leo," jawab Merlin dengan bangga.
Selama ini jangankan untuk memikirkan anak, untuk memikirkan menikah saja Merlin tidak pernah sempat.
Merlin bahkan dulu terlihat terobsesi untuk memiliki Jonathan, tapi Merlin tidak pernah berniat untuk menikah dia hanya ingin bersenang-senang.
Namun, kini semuanya telah berubah. Kehadiran Leo di dalam hidup Merlin benar-benar mengubah dirinya menjadi wanita yang lebih baik.
Merlin terlihat mengusap perutnya berkali-kali walaupun perutnya itu masih terlihat rata, tapi dia begitu senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sangat bahagia, Sayang," ucap Bram seraya memperhatikan raut wajah putrinya.
Merlin langsung menganggukkan kepalanya tanda membenarkan apa yang dikatakan oleh sang ayah, karena kenyataannya dia benar-benar merasa bahagia bisa mengandung benih Leo.
Pria yang saat ini begitu dia cintai, pria yang selalu memandang Merlin dengan penuh cinta dan penuh kasih sayang.
"Ya, aku sangat bahagia. Sangat sangat bahagia," kata Merlin seraya memeluk Leo suaminya.
Leo tersenyum kemudian membalas pelukan dari Merlin, dia bahkan terlihat menunduk lalu mengecupi puncak kepala istrinya tersebut.
Bram terlihat mengalihkan pandangannya kepada Leo, kemudian pria paruh baya itu terlihat mengeluarkan suaranya.
"Daddy sudah tua, sebentar lagi Daddy akan mempunyai cucu. Leo, bisakah kamu mengambil alih perusahaan Daddy?" tanya Bram dengan serius.
Leo terlihat menggelengkan kepalanya, bukannya dia tidak mau membantu Bram. Hanya saja dirinya hanya seorang menantu.
Dia takut akan banyak orang yang berkata jika Leo memanfaatkan kekayaan Bram, sehingga dengan menikahi Merlin dia bisa menjadi penguasa di kerajaan bisnisnya.
Bram tersenyum karena dia paham dengan penolakan yang dimaksud oleh Leo, dia juga lelaki. Dia mempunyai harga diri.
Bram benar-benar sudah merasa lelah karena sejak dulu dia selalu saja bekerja dan bekerja, dia bahkan rela meninggalkan putrinya Merlin sendirian hanya untuk mengembangkan perusahaannya.
Maka dari itu Merlin tumbuh menjadi anak yang kurang kasih sayang, Merlin tumbuh dalam kesepian. Merlin tumbuh tanpa kehadiran orang tua yang selalu ada di sampingnya.
"Tapi, Dad. Aku merasa tidak enak hati dan rasanya aku tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin, Daddy sangat tahu dari mana aku berasal," ucap Leo.
Dari awal juga Bram tidak pernah mempermasalahkan dari mana Leo berasal, tentu saja yang terpenting baginya adalah Leo mampu membahagiakan Merlin.
Tentu saja yang terpenting bagi Bram adalah Leo mampu merubah Merlin menjadi wanita yang lebih baik, wanita penurut dan anggun seperti saat ini.
Merlin bahkan terlihat begitu menyayangi dirinya, tidak seperti dulu yang selalu membentak dirinya dan bersikap acuh kepada Bram.
"Ya, Daddy paham. Daddy tahu, tapi kamu sekarang sudah menjadi suami dari Merlin. Kamu adalah kebanggaan Daddy, kamu juga putra Daddy. Jadi, tolong terimalah permintaan dari Daddy," ucap Bram dengan serius
__ADS_1
Leo terdiam, dia sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.
Namun, sungguh dalam hati dia tidak berniat sama sekali untuk menjadi penguasa di kerajaan bisnis Bram. Dia menikahi Merlin karena benar-benar mencintai wanita itu.
Leo jatuh hati kepada Merlin sejak terjadinya percintaan panas di antara mereka, Leo juga tidak paham. Padahal, dia sangat tahu sikap Merlin begitu jutek saat itu kepada dirinya.
Namun, cinta yang tumbuh di dalam hati Leo tidak bisa ditahan. Apalagi setelah pertemuan mereka di malam itu, perasaan cinta Leo semakin kuat kepada Merlin.
Merlin tersenyum hangat ke arah Leo, dia paham dengan apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya. Dia mengelus lembut dengan Leo kemudian berkata.
"Jangan memikirkan apa pun, mari kita urus perusahaan Daddy bersama-sama. Aku percaya padamu," ucap Merlin seraya tersenyum hangat.
"Benarkah itu, Sayang? Kamu benar-benar percaya padaku?" tanya Leo.
Merlin terlihat terkekeh mendengar pertanyaan dari Leo, menurut Merlin Leo sangatlah lucu. Leo saja begitu percaya kepada dirinya, lalu bagaimana bisa dia tidak memercayai pria yang kini menjadi suaminya itu.
"Ya, aku percaya padamu. Karena hanya kamu yang percaya kepadaku jika aku bisa melakukan hal yang terbaik, jika aku bisa berubah menjadi wanita yang baik. Terima kasih sudah memilihku," kata Merlin seraya memeluk erat suaminya.
Leo merasa sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh Merlin, dia membalas pelukan istrinya lalu mengecup puncak kepala istrinya beberapa kali.
"Baiklah, aku akan mengurus perusahaan Daddy. Tapi, berikanlah aku waktu satu bulan untuk menyelesaikan pekerjaanku di perusahaan Anderson," pinta Leo.
Seulas senyum langsung mengembang di bibir Bram dan juga Merlin, mereka begitu senang karena akhirnya Leo mau mengurus perusahaan mereka.
Karena walau bagaimanapun juga perusahaan Anderson bisa maju karena bantuan dari Leo, bahkan pekerjaan Jonathan pun sering dilimpahkan kepada Leo.
Menurut mereka Leo benar-benar berpotensi untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan, terlepas dari mana asalnya.
"Terima kasih, Nak Leo. Jika kamu bersedia untuk bekerja keras dan memajukan perusahaan, itu juga untuk putriku. Untuk kebahagiaan keturunanku," ucapkan Bram.
Bram benar-benar merasa bahagia mendapatkan menantu seperti Leo, seorang pria yang berasal dari keluarga biasa tapi mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa.
"Ya, sama-sama," jawab Leo.
__ADS_1
melihat senyum di bibir Merlin dan juga Bram, Leo merasa percaya diri untuk memajukan usaha milik mertuanya tersebut.
Dia akan berusaha dengan sekuat tenaganya, dia ingin membahagiakan istri dan juga mertuanya tersebut. Dia ingin mempersiapkan yang terbaik untuk calon buah hatinya.