
Merlin benar-benar bahagia karena bisa bersama-sama dengan Leo, dia juga sangat bahagia karena bisa menghabiskan malamnya bersama dengan Leo.
Baru kali ini Merlin merasakan ketulusan yang luar biasa dari Leo, baru kali ini Merlin merasa diperhatikan dan merasa dicintai oleh Leo.
Selama ini dialah yang selalu mengejar-ngejar cinta para lelaki yang dia sukai, selama ini dia yang selalu terburu-buru dalam memilih pria untuk menjadi kekasihnya.
Bahkan, dia juga selalu tergesa dalam urusan ranjang. Setiap lelaki yang sudah menjadi kekasihnya pasti akan menjadi teman tidurnya.
Namun, ketika dia bersama dengan Leo. Pria itu nampak berbeda, Leo melakukannya dengan penuh cinta. Leo melakukannya dengan penuh kelembutan, Merlin suka.
Tidak seperti para kekasihnya yang terdahulu, mereka melakukannya karena mereka begitu bernapsu melihat tubuh Merlin yang sangat sempurna itu.
*
Pagi ini Merlin terbangun dengan senyum sumringah di bibirnya, karena dia berada di dalam dekapan tubuh hangat Leo.
Tubuh mereka yang masih polos saling menempel, bahkan Merlin bisa merasakan milik Leo yang pagi ini terlihat berdiri dengan sangat gagah.
Dia masih mengingat bagaimana rasa nikmatnya saat milik Leo menyeruak masuk ke dalam inti tubuhnya.
"Kamu nakal," kata Merlin ketika mengingat betapa gagahnya Leo saat berada di atas tubuhnya.
Tanpa ragu Leo bermain dengan tubuhnya, Merlin kembali tersenyum. Lalu tatapan matanya beralih pada milik Leo yang menegang itu.
Dia tersenyum seraya menggigit bibir bawahnya saat melihat milik Leo yang begitu keras seperti batu, tidak lama kemudian senyum di bibirnya terlihat memudar.
Leo berkali-kali meminta maaf kepada dirinya karena sudah merenggut kesuciannya, padahal Merlin melakukannya dengan Leo, bukan untuk yang pertama kalinya.
Mengingat akan hal itu, Merlin menjadi merasa bersalah kepada Leo. Sepertinya ada yang harus diluruskan di sini.
"Sepertinya kalau Leo sudah bangunan nanti, aku harus menjelaskannya kepada Leo. Aku harus berterus terang kepada Leo, jika Leo bukanlah yang pertama untukku," kata Merlin lirih.
Setelah mengatakan hal itu, Merlin terlihat melepaskan pelukan Leo dengan sangat perlahan, karena takut membangunkan pria itu.
Dia terlihat turun dari tempat tidur dengan sangat perlahan, lalu melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Leo yang merasakan kehangatannya hilang begitu saja terlihat membuka matanya, lalu dia mencari-cari sosok wanita yang tadi malam membuat dirinya merasakan kenikmatan yang luar biasa itu.
__ADS_1
"Di mana dia?" tanya Leo.
Leo terbangun, kemudian dia menyadarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur. Dia berusaha untuk mengumpulkan nyawanya, tidak lama kemudian dia melihat Merlin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan batrhrob saja.
Merlin tersenyum ke arah Leo, lalu dia menghampiri Leo dan duduk tepat di samping pria yang tadi malam sudah membuat dirinya menjerit-jerit dan meneriakan namanya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Merlin.
"Sudah," jawab Leo seraya memperhatikan wajah Merlin yang begitu cantik.
Apalagi kini rambutnya terlihat masih sedikit basah, hal itu membuat Merlin terlihat sangat seksi dan menggairahkan menurut Leo.
"Mandi gih, nanti aku bikinin roti isi buat kamu," kata Merlin.
"Memangnya bisa?" tanya Leo seraya mengangkat tubuh Merlin dan mendudukkannya di atas pangkuannya.
Merlin sempat memekik karena milik Leo begitu menegang dan tepat sekali berada di bawah inti tubuhnya.
"Suara kamu seksi banget, Sayang. Tubuh kamu juga seksi, bikin aku pengen lagi," kata Leo seraya mengusakkan wajahnya pada tengkuk leher Merlin.
"Oh ya Tuhan, Leo! Jangan lagi, katanya kamu mau menikahiku. Kita harus segera bersiap," kata Merlin.
Namun, saat ini yang terpenting adalah Leo harus menikahi Merlin terlebih dahulu. Baru setelah itu dia bebas meminta haknya kepada Merlin kapan pun, pikirnya.
"Baiklah, aku akan mandi. Tapi kiss dulu," kata Leo seraya memajukan bibirnya. Merlin terkekeh, tapi dia tetap menurut dan menyatukan bibir mereka.
Ciuman yang awalnya terasa hangat, lama-lama menjadi memanas. Bahkan, kini Merlin terdengar mengerang nikmat karena perbuatan Leo.
"Suara kamu terlalu seksi, aku jadi pengen," kata Leo dengan wajah memohon setelah tautan bibir mereka terlepas.
"Oh, Sayang. Sabar, nanti malam kita bisa melakukannya lagi, tentunya setelah kita menikah," kata Merlin.
"Tapi ini masih pagi," kata Leo seraya melirik jam yang menunjukkan pukul 05.03 pagi.
Merlin terlihat mendengkus geli kala melihat tatapan Leo yang penuh damba kepada dirinya, Merlin tidak menyangka jika Leo ternyata begitu bergairah hanya dengan sedikit sentuhan saja.
"Baiklah, kamu boleh melakukannya. Tapi, aku ingin berbicara sesuatu kepada dirimu. Terserah nantinya kamu akan menganggap aku seperti apa, yang penting aku sudah jujur kepadamu," kata Merlin.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa terlihat serius sekali? Aku jadi takut," kata Leo.
"Aku hanya ingin jujur kepadamu, kamu cukup diam dan mendengarkan. Setelah itu, terserah kamu akan menganggap aku sebagai perempuan seperti apa. Terserah kamu mau menikahiku atau tidak," jawab Merlin.
Merlin sudah bertekad di dalam hatinya, jika dia harus jujur sebelum menikah. Dia tidak ingin ada kata-kata yang tidak mengenakkan nanti setelah mereka menikah.
"Baiklah, aku akan mendengarkannya. Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Leo.
"Sebenarnya enam tahun yang lalu, saat kita melakukannya kamu bukan yang pertama untuk aku. Aku pernah melakukannya dengan kekasihku," kata Merlin dengan jujur.
Setelah mengatakan hal itu, Merlin terlihat menundukkan wajahnya. Dia benar-benar takut jika Leo tidak akan menikahi dirinya.
Selama beberapa hari bersama dengan Leo, dia merasakan kenyamanan. Dia merasa jika Leo adalah pria yang baik dan bisa membimbingnya ke arah yang lebih baik.
Leo terdiam mendengar apa yang Merlin ucapkan, sebenarnya tanpa Merlin berucap pun Leo sudah tahu
Beberapa hari yang lalu, saat mereka mulai dekat, Leo mulai menyelidiki latar belakang daei Merlin.
Merlin adalah pewaris tahta satu-satunya dari perusahaan Bram, masa remajanya dia habiskan dengan berfoya-foya. Bahkan, Merlin sudah melakukan **** bebas saat dia berkuliah dengan pacar pertamanya.
Merlin juga tidak segan-segan menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli barang-barang branded yang dia suka, Leo sudah tahu.
Tentu saja Leo sudah menyelidiki semuanya, karena saat ini Leo bersungguh-sungguh ingin menikahi Merlin. Bukan hanya ingin bersenang-senang saja.
Usianya sudah tidak lagi muda, dia ingin menikah dan memiliki keturunan. Bukan hanya ingin bersenang-senang dan membuang benihnya begitu saja.
Karena tidak mendengar kata apa pun yang keluar dari bibir Leo, akhirnya Merlin berusaha untuk menatap wajah Leo.
"Kenapa kamu diam saja? Kamu kecewa ya, sama aku? Kamu nggak jadi ya, nikahin aku?" tanya Merlin dengan raut wajah sendu.
Leo tersenyum, kemudian dia merebahkan tubuh Merlin dan mengungkungnya. Merlin sampai kaget dibuatnya.
"Dengarkan aku, Merlin. Aku tidak peduli masa lalumu seperti apa, yang jelas aku ingin menata masa depan yang indah bersama dengan kamu," jelas Leo
Merlin terlihat membulatkan matanya dengan tidak percaya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Leo, semuanya terasa mimpi bagi Merlin.
Leo terkekeh ,kemudian dia menunduk dan langsung menyatukan bibir mereka. Pagi ini kembali mereka melakukan kegiatan olahraga yang begitu menyenangkan.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat berlomba untuk mencapai puncak nirwana, bahkan Merlin terus saja berteriak karena kenikmatan yang tiada hentinya Leo berikan untuk dirinya.
"Oh Leo, aku tidak tahan lagi," kata Merlin seraya mencengkram kuat lengan kokoh Leo.