AGA DAN YUNA

AGA DAN YUNA
26


__ADS_3

Aga tengah Mambawa beberapa makanan lalu ia taruh diatas nakas dekat ranjang.


Aga mengelus rambut panjang milik Yuna guna membangunkannya, kemudian hendak mengecup keningnya namun ia urungkan.


Merasakan seseorang mengelus rambutnya, Yuna mengerjapkan matanya dan menggeliat. Rasanya otot-ototnya kaku, bahkan ia sudah tak punya tenaga lagi.


Ketika ia tersadar penuh, ia kembali memiringkan badannya dan memilih diam.


"Hari ini aku harus pergi karena ada beberapa urusan. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu, dan juga aku sudah membeli beberapa pakaian untuk kau kenakan."


Seperti biasa Yuna hanya terdiam tak menanggapi, ia tetap tidur memiringkan badannya yang telanjang ditutupi oleh selimut tebal.


Aga hanya bisa menghela nafas ketika Yuna masih kaku padanya. "Aku harap kamu tidak pergi, aku akan segera kembali!" pamitnya mengecup kening Yuna ketika meninggalkannya.


Sedangkan Yuna masih terdiam dan melamun. "Aku tak tahu lagi harus bagaimana, karena Rino tidak mungkin lagi menerimaku yang sudah kotor ini."


****


"Aga, kau dimana?" tanya Vale jauh diseberang.


"Aku dijalan menuju kantor. Ada apa?"


"Ah, begitu." Vale menelaah. "Tadi aku ke kantor untuk menemui mu untuk membicarakan kerjasama yang sudah kita bahas sebelumnya, tetapi kau tidak ada disana."


"Aku baru saja berangkat menuju ke kantor, kamu bisa menemui ku dalam tiga puluh menit."


"Baiklah, kalau begitu akan akan ke kantor sekarang." sahut Vale sebelum memutus sambungan teleponnya.


Aga tidak tahu bahwa Vale telah berada di depan gerbang Villa pribadi miliknya, ketika Aga keluar pagar Vale sengaja menghubunginya guna memastikan apakah betul itu mobil Aga.


"Yuna menghilang, Aga pun sudah dua hari ini tidak masuk kerja. Mungkin kah? Ah tidak-tidak, Aga tidak segila itu."


Vale menepis pikiran curiganya. Sepupunya memang sangat mencintai mantan tunangannya itu, akan tetapi dia tidak mungkin melakukan hal gila hanya demi membatalkan pernikahannya. Aga tidak mungkin menculik Yuna dan menyekap gadis itu di Villa ini.


"Lebih baik aku memastikannya langsung."


Ia segera turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam Villa. Vale tampak kesal ketika pintu depan terkunci rapat, namun ia tak kehilangan akal. Ia melangkah ke samping rumah, ketika ia mengendap-endap diluar jendela, ia tak menyangka bahwa ada sesosok perempuan berada didalamnya.


"Apakah itu Yuna?" gumamnya.


Vale langsung mengeluarkan ponselnya, meminta bawahannya mengirim foto calon istri Tuan muda Rino yang telah hilang.

__ADS_1


Ia membelalak kaget ketika mengetahui bahwa gadis yang didalam tengah berbaring dengan balutan selimut itu mirip dengan gadis yang telah hilang.


Mengetahui hal itu, lantas Vale langsung menghubungi Rino tanpa pikir panjang.


Disisi lain Rino tengah menunduk sembari memijit kepalanya yang pening, ia tak tahu lagi harus mencari calon istrinya itu kemana. Segala cara sudah ia lakukan, bahkan ia sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Yuna namun hasilnya nihil.


"Kamu dimana, sayang?" isaknya, penuh pengharapan.


Tak lama kemudian, terdengar suara dering ponselnya berbunyi. Rino begitu enggan mengangkatnya karena itu nomor tidak dikenal. Namun ia memutuskan mengangkatnya, berharap bahwa itu adalah Yuna.


"Hallo." sapanya dengan serak.


"Segera kesini untuk menjemput calon istrimu, aku akan mengirimkan alamatnya kepadamu!" sahutnya tanpa banyak bicara, lalu langsung mematikan sambungan teleponnya.


Ketika Vale mengiriminya pesan berisi alamat, Rino langsung beranjak berdiri dan buru-buru melaju menuju alamat tersebut.


Rino berharap, kali ini ia benar-benar bisa menemukan Yuna dalam keadaan baik-baik saja.


****


"Yuna, Yuna." panggil Rino sembari mengendor pintu.


Ia mencoba membuka pintu namun terkunci rapat, lalu tanpa ragu langsung mendobraknya.


Ketika pintu berhasil terbuka, Rino berlari menuju ruangan dimana Yuna tengah berbaring disana.


"Rino."


Yuna membelalak kaget ketika lelaki itu tengah berdiri didepannya dengan keadaan dia saat ini, Yuna merasa malu hingga membalutkan kembali selimut yang sudah ia lepas untuk berpakaian.


Tanpa mempedulikan keadaan Yuna, Rino langsung memeluk gadis itu dengan perasaan begitu lega ketika melihat bahwa Yuna masih baik-baik saja.


Yuna pun terisak ketika Rino memeluknya penuh syukur, namun sesaat kemudian ia mendorong pelan tubuh Rino agar melepas pelukannya, mambuat Rino jadi bertanya-tanya.


"Ada apa, sayang?" mengelus wajah Yuna dengan kedua tangannya.


"Apa kamu tidak melihat keadaan ku sekarang?"


Rino melihat kondisi Yuna dengan lamat, tentu ia tahu apa yang telah terjadi hanya dengan melihatnya saja.


"Aku sudah kotor Rin, kita tidak mungkin lagi menikah."

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu, kamu tetap Yunaku! Bagaimana pun kondisimu aku akan tetap menikahi mu."


"Rino, apa kamu masih menginginkan ku setelah kamu melihat ku seperti ini?" menunjukkan beberapa tanda kepemilikan yang dibuat Aga di sekujur tubuhnya.


Tanpa ragu Rino kembali menutup tubuh Yuna dengan selimut lalu memeluknya. "Tanda itu akan segera hilang, dan akan hanya terisi oleh tanda ku. jadi lupakanlah hal ini, ini bukan masalah besar untukku!"


"Tapi Rino..."


"Jangan lagi menolakku, aku akan tetap menikahi mu!"


Rino sangat tahu bahwa Aga sengaja meniduri Yuna, dan membuat seolah-olah Yuna dilecehkan. Tujuannya tak lain agar Yuna menolak untuk menikah dengan dirinya. Namun, Rino tak akan mudah tertipu, dia akan kekeuh agar Yuna mau menikah dengannya.


"Aku akan menikahi mu hari ini juga!"


Disisi lain Aga mencoba menghubungi Vale, yang dimana mereka sebelumnya melakukan janji temu, namun Vale tak kunjung datang untuk menemuinya.


"Kau dimana? Aku sudah tiba di kantor sedari tadi."


"Aku di depan Villa milik mu. Maafkan aku!"


Mendengar itu sontak membuat Aga berlari pergi, dan segera melajukan mobilnya untuk kembali.


****


"Sejak kapan kamu disini?" geram Aga ketika turun dari dalam mobilnya.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu segila ini?"


"Bukan urusanmu!" sahut Aga tak peduli.


"Dia sudah pergi, aku meminta calon suaminya untuk datang kemari untuk menemuinya." ucap Vale memberitahu, ketika Aga hendak masuk kedalam rumah.


BUGH!!


Aga langsung menghantamkan sebuah pukulan di wajah Vale. "Siapa yang memintamu untuk ikut campur,hah?"


"Aku hanya tak tega melihatnya seperti itu, seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini."


Aga melepaskan cengkeramannya di kerah milik Vale, ia memejamkan matanya serta menunduk pasrah. "Mereka pasti akan menikah."


"Apa maksudmu?" Vale bingung.

__ADS_1


"Rino pasti akan memaksa Yuna untuk menikah dengannya, padahal aku hanya butuh waktu sebentar saja agar Yuna tidak mau lagi menikah dengan siapapun." Aga menunduk pasrah. "Aku sudah kalah."


__ADS_2