
"Istriku, kamu disini rupanya." Entah darimana, tiba-tiba Rino datang menyela percakapan mereka.
Yuna menoleh, "Rino, kenapa kemari?"
"Aku datang untuk menjemput istriku, tidak masalah kan?" tanya Rino dengan nada tersirat, sembari melirik Aga yang tengah menahan emosi karena kecemburuannya.
"Kalau begitu, saya pamit duluan. Terimakasih atas makanannya." pamit Yuna, beranjak berdiri.
Jessy mengangguk, "Iya sama sama, hati-hati dijalan!"
Jessy melambaikan tangan pada Yuna dan suaminya yang telah melangkah pergi, ia begitu kegirangan melihat keduanya tampak begitu serasi.
"Ya ampun manisnya, mereka berdua sangat serasi. Pasti mereka akan memiliki anak yang sangat imut dan menggemaskan, bagaimana menurutmu?"
Aga tak menjawab, ia hanya terdiam menahan kesal bahkan membuang mukanya tak ingin melihat kemesraan mereka berdua yang berjalan bergandengan. "Mari kita pulang sekarang, aku akan mengantarmu!"
"Ta-tapi makannya belum habis."
Tanpa menunggu persetujuan, Aga langsung beranjak berdiri untuk pergi, Jessy pun terpaksa meninggalkan makanannya yang belum habis untuk mengejar Aga.
Disisi lain Yuna begitu gelisah, ia tak tahu harus berbicara dan memulainya dari mana.
"Apa kamu sudah mendengar semuanya?" tanya Yuna menunduk, pasrah. "Maafkan aku!"
Rino malah mengelus rambut Yuna kemudian tersenyum, guna menjawab kegelisahan Yuna. "Tidak apa-apa, aku menerima anak yang kamu kandung dan aku akan menganggapnya seperti anakku sendiri."
"Rino." Yuna langsung memeluk suaminya dengan tangis kebahagiaan. "Terimakasih, terimakasih kamu sudah mau menerima anakku ini."
__ADS_1
Rinopun membalas pelukan itu. "Bagaimana pun kamu, kamu tetaplah istriku yang sangat aku cintai. Jadi, jangan khawatir dan tetap tersenyum."menyeka air mata Yuna ketika melepas pelukannya.
Yuna mengangguk lalu tersenyum, sebelum kemudian memeluk erat suaminya kembali.
****
Yuna malam ini tengah berhias didepan cermin, ia memakai lingerie guna memberi hadiah pada sang suami, ia telah mempersiapkan diri untuk manjadi istri yang sempurna untuk Rino.
"Malam ini aku akan menerima mu, sebagaimana kamu telah menerima anak yang ku kandung." gumam Yuna sambil mengelus perutnya.
Setelah lama bersiap diri akhirnya Rino datang, ia masuk kedalam kamar dan langsung disuguhi oleh penampilan Yuna yang begitu menggodanya.
Ketika Rino memandanginya, Yuna pun tersenyum malu bahkan pipinya merona ketika suaminya itu datang.
"A-apakah pakaianku sangat aneh?" Yuna jadi salah tingkah ketika Rino hanya tersenyum dan menatapnya saja. "Kalau begitu aku akan mengganti pakaianku dulu."
"Tetaplah seperti ini, aku hanya ingin memandangi tubuh indah istriku sejenak." bisiknya ditelinga Yuna dengan sikap yang menggoda.
Perlahan Rino mengelus wajah cantik Yuna, kemudian jemarinya menyentuh bibir yang sangat ingin ia nikmati. Lalu tanpa menunggu waktu ia langsung *3***** bibir ia ingin itu.
Perlahan ciuman itu lembut sampai akhirnya menjadi kasar sebesar gairah yang kini tengah memuncak. Mereka saling melangkah menuju ranjang tanpa melepas tautannya.
"Apa kamu sudah siap menjadi istriku yang seutuhnya malam ini?" tanya Rino dengan nafas hangat yang sengaja ia hembuskan, guna memberi pesan bahwa ia sudah sangat menginginkan.
Yuna mengangguk dengan malu. "Iya." sahutnya.
DREETT DREETT!!
__ADS_1
"Argh! Siapa sih malam-malam mengganggu." geram Rino.
Dering ponsel milik Rino mengganggu keduanya, membuat Rino terpaksa menggulingkan dirinya untuk berdiri dan meninggalkan Yuna yang berada dibawahnya.
"Hallo, ma."
"Hallo Rino, cepat datang kerumah sekarang! Mama ingin menunjukkan sesuatu padamu."
"Tidak bisa besok saja kah, ma?"
"Tidak bisa Rino, ini hal yang sangat penting."
"Aduh, gimana ya ma?"
"Mama mohon Rino, ini hal penting. Kamu datang kerumah sekarang, sebentar saja. Bisa ya?"
Rino pun menoleh pada istrinya, dan Yuna mengangguk memberi isyarat bahwa tidak apa-apa.
"Baik ma, Rino akan segera kesana." sahut Rino lalu memutus sambungan teleponnya.
"Maaf ya sayang, kita harus menunda malam ini."
"Tidak apa-apa kok." sahut Yuna sedikit kecewa.
"Kalau begitu aku pergi sekarang, tidurlah terlebih dulu kalau aku pulang terlalu malam."
"Iya, hati-hati dijalan."
__ADS_1
Rino mengecup kening istrinya sebelum ia pergi meninggalkannya.