
"Ternyata nyata."
Yuna bergumam ketika ia sudah terbangun dari tidurnya. Ketika ia membuka mata, ia langsung dihadiahi wajah Aga yang sangat dekat dengannya.
Wajah Aga terlihat begitu polos tanpa dosa ketika sedang tertidur, sehingga Yuna tertarik untuk menyentuh lekuk wajahnya dengan jemarinya.
"Apa tidurmu nyenyak?"
Sontak Yuna kaget, ia kira Aga masih terlelap karena masih memejamkan matanya.
Melihat Yuna kaget sampai memegangi jantungnya membuat Aga tak bisa untuk tidak tersenyum.
"Apa kamu sudah lapar?" tanya Aga kemudian.
"Belum." sahutnya.
"Ah syukurlah, karena aku masih ingin memelukmu. Terasa hangat." menarik tubuh Yuna mendekat lalu memeluknya.
Yuna kaku, jantungnya yang berdetak keras seakan ingin meledak. Ia hanya terdiam kaku sembari berbaring diperlukan Aga.
"Mendekatkan!"
Aga menarik pinggang Yuna agar tubuh wanita itu menempel padanya, saling berhadap-hadapan dengan jarak begitu dekat.
"Aga." ucapnya seraya becanda.
"Hm, apa?"
"Kamu sudah tidak marah padaku?"
"Bagaimana aku bisa marah padamu kalau tangis mu itu masih membuat hatiku sakit."
"Aku wanita biasa, seorang anak yatim piatu yang beruntung dibesarkan oleh orangtuamu."
"Kenapa kamu sekarang mempunyai pemikiran seperti itu?" Aga menatap Yuna dengan tatapan bingung. Sejak kapan Yuna memandang dirinya rendah hanya karena status.
"Jangan terlalu baik padaku! Aku hanya bisa membuatmu terluka dan membuatmu malu."
"Hey!" memegangi pipinya. "Kenapa kamu berpikir bahwa dirimu tak pantas seperti ini? Kamu itu segalanya, tanpa orangtua mu dan dirimu sudah pasti tidak ada Aga di dunia ini lagi."
"Jangan baik hanya karena kamu ingin membalas budi!"
"Yuna, ada apa denganmu? Sejak kapan kamu memandang status? Bagiku kamu ya kamu, kita mempunyai banyak salah karena kecerobohan. Pantas tidaknya seseorang tidak diukur dengan status keluarga, jabatan maupun harta."
__ADS_1
Aga menatap lekat wajah sedih Yuna, dan ia menyadari bahwa sudah pasti Rino telah menghinakan dirinya.
Ia mempererat pelukannya, menenangkan wanita itu dalam pelukannya. "Aku mencintaimu apapun kekurangan mu, aku mencintaimu karena hatiku bilang begitu. Bukan karena siapa kamu dan keluargamu."
"Aga."
"Sudah jangan bersedih lagi! Tinggalkan pria yang sudah menyia-nyiakanmu dan kembalilah bersamaku!"
Yuna mengangguk penuh haru, matanya nanar karena tangis yang ia tahan.
"Baguslah kamu pintar untuk memilih." ledek Aga, membuat Yuna memukul dadanya pelan. "Kamu akan menceraikannya?"
"Iya."
Aga tak bisa menahan kegembiraannya. "Baiklah, mulai sekarang kamu bisa menganggap ku sebagai pria simpanan mu."
"Pria simpanan?"
"Iya, aku bisa menghiburmu." mendekatkan bibirnya ditelinga Yuna. "Misalnya dengan tubuhku."
Seketika Yun jadi kaku, ia tak menyangka Aga akan mengatakan hal itu. Pipinya pun memerah.
Aga jadi tertawa. "Ha ha ha. Kenapa kau tegang begitu? Aku hanya bercanda, aku hanya ingin menggoda mu saja."
Sekarang Aga yang malah menjadi kaku, tak menyangka Yuna akan mengatakan hal itu. "A-apa?"
"Lakukan apapun yang kamu mau! Lakukan lebih lembut dari yang kamu lakukan dahulu padaku!"
"Yuna."
"Kamu berjanji akan menghiburku kan? Jadi lakukan yang aku minta, aku menginginkannya."
Yuna berucap dengan penuh getaran menahan malu, tapi ia tak ingin mengingkarinya. Ia ingin seutuhnya memberikan dirinya pada Aga, pun sudah pasti tidak akan menyesalinya.
"Baiklah, jangan menyalahkan ku ya!"
Ucap Aga sebelum ia lebih mendekatkan dirinya, menyatukan jemarinya dengan jemari milik Yuna lalu memagut bibirnya dengan penuh kelembutan.
Disela ciumannya itu, Yuna membuka sedikit mulutnya untuk memberi ruang agar lidah mereka saling bertautan.
Semula ciuman itu lembut namun kemudian menjadi kasar penuh kehausan, bersamaan dengan gairah yang sudah mulai memuncak ingin saling memiliki.
Dengan berani Yuna membantu membuka baju milik Aga tanpa mau melepas pagutannya, sebelum kemudian tangannya bergerak untuk membuka celana milik Aga dan membuat lelaki itu tersenyum karenanya.
__ADS_1
Aga pun melakukan hal yang sama, menelanjangi Yuna dengan memberikan sedikit sentuhan dengan bibirnya. Menyesapi setiap lekuk tubuh Yuna tanpa menyisakannya.
Yuna menggeliat nikmat ketika bibir lembut itu menyentuh bagian-bagian sensitifnya, serta suara des4han pun lolos dari bibir manis Yuna. "Ah."
Jemari Aga mulai nakal kemana-mana, bahkan ia mulai memeriksa bagian sensitif Yuna yang kini telah basah karena gairah yang membara.
"Kita akan segera menyatu karena saling menginginkan, dan itu artinya kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Apa kamu setuju?" tanya Aga sekali lagi memastikannya.
Yuna mengangguk dengan yakin. "Lakukanlah!"
Tanpa membuang waktu karena gairah menggebu, akhirnya Aga menyatukan miliknya dengan milik Yuna. Menjadikan ruangan yang semula sunyi kini menggema karena ulah mereka berdua.
Udara di pagi hari begitu dingin, bahkan pendingin ruangan menyala dengan suhu penuh. Akan tetapi dua sejoli ini masih saling berpeluh, tubuhnya terbakar panas karena kegiatannya.
"Ah, Aga."
Parau Yuna dalam kenikmatan, mer3mas rambut hitam nan tebal milik Aga ketika lelaki itu menghentakkan kepunyaannya dengan irama dengan begitu kuat nan kasar namun begitu nikmat.
Yuna melingkarkan kedua pahanya, memberi ruang agar Aga leluasa diatasnya. Ketika Yuna begitu merasa nikmat, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan suara erangan keluar dari bibir manisnya.
Begitupun dengan Aga yang bergelora, ia memberikan sentuhan di lekuk leher serta dada Yuna dengan bibirnya, guna memberi wanita itu kenyamanan karena permainannya.
"Lebih kasar lagi!" pinta Yuna disela permainannya.
"Apa?"
"Lakukan seperti yang kamu lakukan sebelumnya!" pinta Yuna karena ia tahu Aga menahannya.
"Baiklah." Aga tersenyum karena ia tidak harus menahannya lagi, ia kemudian berbisik dengan maksud. "Balikkan badanmu!" pintanya.
Yuna pun menuruti permintaannya, ia membalikkan badan dengan posisi menungging. Dengan begitu Aga menyatukan lagi miliknya kembali dan menghentakkan miliknya dengan cepat dan sedikit kasar.
"Aga, ah!"
Yuna tidak bisa berbicara karena terbata, menahan erangan penuh nikmat dengan sekuat tenaganya.
"Ah, jangan keluarkan didalam!"
"Sudah terlambat."
*****
🤣🤣🤣🤣 wkwkwkwwkw maapkan kalau terlalu detail
__ADS_1