AGA DAN YUNA

AGA DAN YUNA
29


__ADS_3

Tok Tok Tok!!


Yuna mengetuk pintu pelan, sebelum ia dipersilahkan masuk kedalam ruangan.


"Masuk saja!" sahut seseorang.


Yuna pun masuk, dan menundukkan kepala memberi hormat.


"Kamu yang akan bekerja jadi asisten pribadiku, ya?"


"Iya Nona."


"Tidak perlu canggung dan formal begitu karena kita seumuran!" ia mengulurkan tangan. "Kenalin aku Jessy."


Yuna menyambut uluran. "Nama saya Yuna."


"Nama yang cantik," puji Jessy dengan ramah. "Mulai sekarang kamu bisa langsung bekerja, tugas mu hanya membantuku menyiapkan busana yang akan ku kenakan untuk pemotretan."


"Baik Nona."


"Eeiiits! Cukup memanggil namaku saja, oke!"


Yuna mengangguk senang. "Oke."


Betapa senangnya Yuna akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan, apalagi orangnya sangat ramah padanya. Dia begitu senang dan bersemangat untuk bekerja. Daripada ia hanya berdiam diri didalam rumah, lebih baik melakukan suatu hal untuk menenangkan pikirannya.


****


"Sana pergi sekarang!"


Vale membujuk sepupunya, lebih tepat memaksa Aga untuk mau menjemput Jessy ditempat kerjanya.


"Ku pikir-pikir dulu."


Vale menepuk bahu Aga dengan kesal. "Apa yang perlu kau pikirkan lagi, hah? Kau itu sudah setengah jalan. Pergi jemput Jessy lalu ajak dia makan malam!"


"Malas, kenapa tidak kau saja yang pergi? Bukannya kau juga seorang jomblo?"


"Kenapa kau jadi mengejekku? Aku bisa bermain dengan wanita manapun. Jangan samakan aku dengan mu!" hardiknya, tak terima. "Sudah sana! Jangan membuat Jessy menunggu dan kecewa, dia anak baik!"


Aga jadi menghela nafas. "Iya baiklah."

__ADS_1


Ia akhirnya memutuskan untuk menjemput Jessy ditempat kerjanya layaknya pria lainnya. Bagaimana pun Aga, dia tetap harus bahagia.


Sesampainya disana Aga enggan untuk keluar dari dalam mobilnya, rasanya begitu berat untuk menapakkan kakinya dan menemui wanita lain. Namun ia harus mencobanya meski sedikit sulit.


Ia memberanikan dirinya keluar dari dalam mobil kemudian memasuki gedung untuk bertemu dengan Jessy.


"Kamu sudah datang," sapa Jessy.


Aga mengangguk, "Aku datang menjemput mu."


"Kalau begitu tunggu sebentar ya! Aku akan mengganti pakaianku dulu." pamitnya, namun tiba-tiba Aga memegang menghentikannya.


Aga membelalak kaget ketika tak sengaja melihat Yuna berada digedung yang sama, tengah menyibukkan diri menata beberapa gaun yang digantung.


"Dia?" gumam Aga tercengang.


"Oh dia asisten ku, dia baru bekerja disini. Apa kamu mengenalnya?"


"Ah tidak! Dia hanya mirip seseorang yang aku kenal." sanggahnya berbohong. "Kalau begitu aku tunggu kamu didepan ya."


"Oke, aku tidak akan lama."


Jessy buru-buru memasuki ruangan untuk mengganti pakaiannya, setelahnya dia langsung menemui Aga dan masuk kedalam mobilnya.


"Aku minta maaf, tapi bisakah kamu turun disini? Ada hal yang mendesak jadi aku tidak bisa mengantarmu sampai kerumah."


"Oh tidak apa-apa, tidak masalah kok, aku bisa naik taxi. Rumahku sudah dekat sekitar sini."


Jessy begitu kecewa karena Aga tiba-tiba menurunkannya, tapi karena ia pikir Aga ada hal begitu penting makanya dia mencoba untuk mengerti. Bahkan rumahnya masih jauh dan tak ingin Aga merasa bersalah.


Sedangkan Aga memutar arah kembali, ia menemui Yuna yang kini menunggu supir jemputannya untuk pulang.


Yuna berdiri didepan gedung sambil menunggu, tiba-tiba langkah seseorang yang mendekatinya terdengar membuatnya tergerak untuk menoleh pada lelaki bertubuh tinggi serta berahang tegas.


Ia membelalak kaget, tak menyangka bahwa Aga menemukannya.


"Tunggu Yun! Aku hanya ingin berbicara denganmu," pinta Aga sambil memegang lengan Yuna ketika gadis itu mencoba untuk pergi dari pandangannya.


"Apa yang masih perlu kita bicarakan lagi? Apa masih belum cukup semua yang sudah kamu lakukan padaku?"


"Aku mengaku salah, tapi ku lakukan itu semua untukmu."

__ADS_1


Rasanya Yuna ingin memaki, akan tetapi hal itu akan mencuri perhatian khayalak ramai serta berapa teman kerjanya yang lain.


"Ikut aku!"


Yuna manarik Aga, agar melangkah mengikutinya. Jauh dari pandangan orang agar mereka bebas berbicara.


"Sekarang katakan apa mau mu?"


"Aku hanya ingin meminta maaf padamu, karena sudah banyak melukaimu. Tidak bisakah kamu kembali?"


"Aga, tidak semua luka bisa disembuhkan dengan maaf, tidak juga kecewa disembuhkan dengan penyesalan. Kamu bisa menyesal karena pernah begitu jahat, tapi rasa sakit tak pernah pamit dengan mudah."


"Aku tahu semua itu sulit untukmu, begitupun dengan ku. Tapi kita masih bisa memperbaiki itu semua."


"Tidak akan pernah bisa."


"Kamu begitu membenci ku, karena kamu masih mencintaiku. Aku benar bukan?"


"Kamu salah, perasaan ku sudah berbeda. Bahkan aku berbohong ketika mengucapkan kata cinta."


"Kamu bohong Yuna! Matamu tidak bisa berbohong." tebak Aga dengan yakin, ketika mata Yuna nanar merasa begitu luka dan Aga ikut merasakannya. "Menikahlah dengan ku!" pinta Aga tiba-tiba.


"Apa kamu tidak tahu aku sudah menikah?"


"Aku tahu, bercerailah lalu menikah denganku!"


"Tidak! Aku bahagia dengannya." tolak Yuna dengan tegas, namun air mata tanpa permisi menetes begitu saja.


"Bahagia?"


Yuna mengangguk. "Aku bahagia, jadi lupakan aku! Jangan merangsak masuk kedalam kehidupan ku lagi!"


Aga jadi terdiam, membiarkan Yuna melangkah pergi sekali lagi untuk meninggalkannya. Ketika Yuna mengatakan bahwa dirinya bahagia, jujur hal itu membuat hati Aga berkecamuk luka.


Cinta tak bisa berhenti, secepat kita menaruh hati.


****


Curhatan Author : Jujur Author tuh suka banget nulis Novel ini, entah alurnya akan kalian suka atau tidak. Tapi yang pasti author akan menulis novel ini sampai Tamat karena novel ini sekaligus curahan hati Author sendiri.


Ingin begitu tulus mencintai dan dicintai, namun masih ada luka yang masih tersimpan rapi. uwuuuh (༎ຶ ෴ ༎ຶ) kok nanges anjrot

__ADS_1


Semoga kalian membaca kisah ini betul-betul dengan hati╮(^▽^)╭


__ADS_2