
Sementara itu Leni sedang membuat pisang goreng di dapur yang di minta oleh kakaknya Indra. Leni belum menyadari bahwa sebenarnya dia sudah menyukai Arif dari awal mereka bertemu, dan ternyata sebaliknya Arif pun sudah menyukai Leni sejak awal dia melihat poto Leni dan bertemu dengannya.
Setelah pisang goreng yang sedang di buat Leni sudah matang, Leni pun segera mengantarkan pisang goreng itu kepada kakaknya dan Arif yang sedang berada di ruang tamu.
"Nih kak pisang gorenya sudah matang" (ucap Leni kepada kakaknya)
"Makasih yah dek" (ucap Indra kepada adiknya Leni)
Leni pun membalas hanya dengan senyuman, dan setelah memberikan pisang goreng kepada kakaknya, Leni pun kembali ke kamarnya. Setelah Leni kembali ke kamarnya tiba-tiba ibu dan om Joni pulang.
"Assalamualaikum" (ucap Bu Neni)
"Walaikumsalam" (ucap Indra dan Arif yang kebetulan mereka sedang berada diruang tamu)
"Ibu sudah pulang?" (ucap Indra kepada Bu Neni)
__ADS_1
"Sudah nak, tinggal menunggu hari H nya saja" (ucap Bu Neni sambil tersenyum)
"Iyah doakan saja yah semoga semua lancar" (ucap om Joni kepada Arif dan Indra)
"Oh iyah Leni kemana?" (ucap Bu Neni yang bertanya kepada Indra)
"Leni sedang di kamar Bu, tadi sudah membuatkan pisang goreng terus langsung pergi ke kamar" (ucap Indra kepada ibunya)
Ternyata Bu Neni dan Joni sudah mempunyai rencana akan menyuruh Arif dan Leni ke pasar untuk membeli cincin dan sebuah mukena untuk mahar pernikahan mereka. Tadinya Indra pun disuruh ikut tapi berhubung kondisi Indra tidak memungkinkan, jadi hanya mereka berdua yang pergi ke pasar. Tujuan mereka tadinya supaya Leni bisa akrab dengan Arif seperti Leni dekat dengan kakaknya, karna sebentar lagi Arif pun akan menjadi kakak Leni. Ternyata ini adalah sebuah kesalahan yang di buat oleh ibunya dan om Joni karna ini adalah awal kedekatan mereka.
"Iyah Bu ada apa?" (ucap Leni sambil keluar kamar menuju ruang tamu)
"Ibu mau minta tolong sama kamu dan Arif nak, kalian mau tidak membelikan cincin dan sebuah mukena untuk di jadikan mahar pernikahan ibu, ibu mau kalian pilihkan untuk ibu" (ucap Bu Neni kepada Leni)
Sangat terkejutnya Indra mendengar bahwa mereka akan pergi bersama, Indra pun sangat menyukai itu karna Indra pun ingin dekat dengan Leni.
__ADS_1
"Berdua saja bu?" (ucap Leni kepada ibunya)
"Tadinya ibu mau menyuruh Indra juga, tapi berhubung Indra sedang sakit, jadi kalian berdua saja yang pergi ke pasar" (ucap ibunya kepada Leni)
"Yasudah Bu, aku siap-siap dulu" (ucap Leni kepada ibunya dan pergi ke kamar untuk berganti baju)
Arif pun hanya bisa tersenyum mendengar dia akan pergi berdua dengan Leni.
Sementara Leni pun di kamar hanya bisa berdiam, dia bingung apa yang harus ia lakukan ketika berdua dengan Arif. Setelah Leni sudah selesai bersiap-siap mereka pun pergi ke pasar dengan menaiki sepeda motor milik Indra. Ketika di perjalanan Arif pun mulai bertanya kepada Leni mereka akan pergi ke tokok mana untuk membeli cincin pernikahan untuk ibu dan ayah mereka.
"Kita mau pergi ke toko mana?" (ucap Arif kepada Leni)
"Aku juga bingung mau ke toko mana, yang jelas sih kita pergi ke toko perhiasan" (ucap Leni kepada Arif)
"Yaialah ke toko perhiasan masa ke toko beras hahahaha" (ucap Arif sambil tertawa)
__ADS_1
"Apaan sih" (ucap Leni sambil tersenyum malu)