Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
Eps 42


__ADS_3

Ketika keesokan harinya ibunya Arif langsung memanggil Lina anak pertamanya agar segera menghubungi Alif agar segera kembali pulang, karna cuma Alif lah yang bisa membantu nya untuk merencanakan bagaimana caranya memutuskan hubungan Arif dan gadis itu.


"Lina kemarilah" (ucap ibunya memanggil Lina)


Lina pun langsung keluar kamarnya untuk menemui ibunya.


"Iyah Bu ada apa?" (jawab Lina yang langsung masuk ke kamar ibunya)


"Telpon Alif agar segera kembali pulang" (ucap ibunya)


Lina pun segera menelpon Alif, agar Alif bisa secepatnya kembali untuk pulang dan bertemu dengan ibunya.


Sementara itu ibu nya tidak memberitahukan rencananya untuk memisahkan Arif dengan anak tiri ayahnya kepada putri pertamanya itu.


"telponnya belum di angkat sama Alif bu, nanti kita coba untuk telponnya lagi yah bu" (ucap Lina yang memberitahukan kepada ibunya)


"Yasudah nanti jika di angkat oleh Alif segera beritahu ibu" (jawab ibunya kepada kak Lina)


Kak Lina pun segera pergi dari kamar ibunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


Sementara itu Alif baru saja selesai dari kamar mandi dan langsung masuk ke kamar Indra dan melihat handphone ada panggilan tak terjawab dari kakaknya kak Lina, Alif pun segera menelpon kakaknya kembali.


"Halloo Lif.." (jawab kak Lina)


"Maaf kak tadi Alif baru saja dari kamar mandi, ada apa menelpon Alif' (ucap Alif kepada kakaknya)


"Tadi ibu suruh kakak untuk menelpon Bu, nanti kakak kasih handphone nya ke ibu dulu yah"


(jawab ka Lina yang langsung pergi ke kamar ibunya dan memberikan handphonenya kepada ibunya)

__ADS_1


"Hallo Lif ini ibu" (ucap ibunya kepada Alif)


"Iyah Bu ada apa menelpon Alif, ibu baik-baik saja kan?" (ucap Alif yang langsung menanyakan kabar ibunya)


"Iyah ibu baik-baik saja nak, kamu cepet pulang, ibu sangat rindu kamu. Lagi pula kamu kan harus bekerja" (ucap ibunya)


"Iyah Bu rencananya besok aku akan pulang" (jawab Alif)


Tapi ibunya memaksa Alif untuk hari ini segera pulang, karna ada sesuatu hal yang sangat penting untuk di bicarakan dengannya, Alif pun tidak bisa menolak apa yang ibunya perintah jadi Alif memutuskan untuk pulang sekarang dan segera membeli tiket online untuk kepulangannya.


Alif pun segera bersiap-siap dan berpamitan kepada ibu, ayahnya dan Leni, tapi respon Bu Neni sangat terkejut mendengar Alif akan segera pulang.


"Ibu, ayah Alif pulang dulu yah*" (ucap Alif kepada ibu dan ayahnya yang sedang duduk diruang tamu)


"Kok kamu buru-buru pulang nak, katanya akan lama disini" (jawab Bu Neni)


"Iyah Bu Alif ada urusan dan hari ini pun Alif harus bisa sampai di sana, karna besok Alif sudah mulai untuk bekerja kembali" (jawab Alif kepada ibu sambungnya itu)


"Iyah yah pasti*" (jawab Alif)


Joni pun langsung menelpon Arif dan Indra yang sedang berada di toko, agar segera pulang untuk mengantarkan Alif ke bandara. Sesampainya Arif dan Indra di rumah, Arif pun langsung mengantarkan sodaranya itu ke bandara.


Selama di perjalanan Arif pun menanyakan kepada Alif mengapa ia bisa buru-buru untuk pulang padahal dari kemarin Alif tidak pernah membahas bahwa ia akan pulang hari ini. Alif pun hanya bisa menjawab sama seperti yang ia beritahukan kepada ayahnya dan Bu Neni karna ia akan bekerja esok.


Sesampainya di bandara Alif pun hanya berpesan kepada sodara kembarnya itu agar bisa menjaga perilakunya.


"Oh iyah Rif gua cuma mau pesen sama lu, lu harus bisa jaga kelakuan lu" (ucap Arif sambil memukul pundak Arif)


Arif pun hanya bisa tersenyum kepada sodara kembarnya itu. dan Arif pun langsung kembali ke rumah dan melihat ibu dan ayahnya sudah tidak ada dirumah dan hanya melihat Indra yang sedang tertidur di kamarnya. Arif pun langsung mengambil handphone nya dan menghubungi Leni.

__ADS_1


"Kamu dimana??" (ucap Arif yang mengirimkan pesan singkatnya kepada Leni)


Leni pun membalas pesan dari Arif.


"Aku lagi di kamar, kamu sudah pulang yah" (jawab Leni yang membalas pesan dari Arif)


"Sini keluar temenin aku, ibu dan ayah sedang pergi" (jawab Arif)


Leni pun segera pergi keruang tamu dan memberikan senyuman manisnya kepada Arif dan tak lupa langsung mencium pipi Arif. Leni tidak memikirkan bahwa di rumahnya sedang ada kakaknya Indra, karna yang Leni tau kalo Indra sudah tertidur ia akan tidur lama apalagi dalam keadaan yang kurang enak badan jadi ada kesempatan untuk ia bisa berduaan dengan Arif.


"Sayaaaang, muaaah" (ucap Leni)


Arif pun terkejut melihat kekasihnya itu bisa sedikit agresif, Arif hanya bisa tersenyum melihat tingkah Leni.


"Ihhh nakal yah, aku balas nih" (Arif pun membalas mencium pipi Leni)


Leni pun hanya bisa tersenyum, pipi nya pun berubah menjadi merah, mereka terus berpegangan tangan dan Leni pun terus bersandar ke bahu Arif.


"Aku sayang kamu" (ucap Arif sambil mencium kening Leni)


Dan Leni pun menjawab "Aku pun sayang sama kamu" dengan penuh senyuman Leni terus menatap wajah Arif. dan ternyata di belakang mereka sudah berdiri Indra yang sedari tadi sudah memperhatikan Arif dan Leni, Indra pun sangat terkejut melihat semua ini, Indra pun tidak menyangka ini bisa terjadi kepada Arif dan Leni.


"Maksudnya apa ini" (ucap Indra yang sangat terkejut)


Leni pun langsung melepaskan genggaman tangan Arif dan langsung melihat ke belakang, betapa terkejutnya Leni dan Arif melihat Indra sudah berdiri dan melihat apa yang di lakukan mereka. Tangan Leni pun langsung bergetar, ia tidak bisa berbicara apa-apa, mulutnya seakan terkunci, ia hanya bisa terdiam seribu bahasa.


"Rif jelasin ke gua apa yang lu lakuin ke adik gua?" (ucap Indra yang sedikit membentak Arif)


"Gua bisa jelasin ke lu ndra" (jawab Arif)

__ADS_1


"Lu jelasin aja kalo ibu dan ayah sudah pulang, yang jelas gua kecewa sama lu, dan buat kamu dek, kakak ga nyangka kamu bisa punya hubungan dengan Arif, kamu tau dia siapa sekarang? dia itu sekarang sudah menjadi kakakmu." (ucap Arif yang langsung pergi ke kamarnya)


Leni dan Arif pun bingung apa yang harus mereka katakan kepada ayah dan ibunya.


__ADS_2