Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 73


__ADS_3

2 bulan kemudian....


"Perutku rasanya mual sekali, kepalaku juga terasa berat, dan bahkan badanku terasa lemas sekali, seperti tidak memiliki tulang.." Leni pun berlari ke kamar mandi, "Ooe...ooooeeeekkk... yatuhaaaaan.. ada apa dengan perut ku, sepertinya aku masuk angin, tanggal berapa ini???..." Leni pun terkejut dan menyadari ternyata ia sudah telat menstruasi, tapi Leni belum berani mengatakan kepada sang suami, ia berniat untuk membeli test kehamilan terlebih dahulu.


Leni pun pergi ke salah satu apotik di dekat rumahnya untuk membeli testpack.


"Mbak.. mau testpack nya dong 1 aja" ucap Leni kepada salah satu karyawan apotik itu.


"Oh iyah mbak, tunggu sebentar.. ini mbak harganya Rp.5000" jawab karyawan apotik itu


Leni pun mengeluarkan uangnya dan mengambil testpack tersebut dan menaruh nya di dalam tasnya. Leni pun segera kembali kerumahnya untuk segera mencoba menggunakan testpack nya itu agar ia cepat mengetahui apa ia sedang hamil atau tidak.


Betapa terkejut nya Leni melihat dua garis biru yang ada di testpack nya itu.


"Alhamdulillah ternyata aku hamil, ini akan menjadi kado terindah untuk suamiku, aku akan memberitahukannya nanti malam setelah suami ku pulang kerja." Leni pun sangat bahagia dengan kehamilannya itu, "Sehat terus yah sayang, ibu sangat menyayangi mu, ibu akan menjagamu dengan sepenuh hati ibu, karna kamu adalah buah cinta ibu dan ayah" ucap Leni sambil mengelus perutnya dengan penuh rasa cinta.


Leni pun segera pergi ke kamar untuk mempersiapkan kado terindah untuk suaminya itu, Leni segera menaruh testpack nya itu di sebuah kotak kecil berwarna merah dan akan membungkus nya dengan menggunakan pita berwarna pink, ia berencana akan membuat kejutan untuk suaminya itu dengan menghadiahkan sebuah testpack yang sudah memiliki dua garis biru.


"Assalamualaikum nak.. ibu dan ayah pulang" ucap Bu Neni yang sudah membukakan pintu rumahnya itu.


Leni pun segera membuka pintu kamarnya untuk menyambut ibu dan ayahnya yang sudah pulang dari toko.


"Oh iyah Bu, ibu dan ayah segera makan saja, tadi aku sudah memasak makanan untuk ibu dan ayah" ucap Leni dengan tersenyum.


"Terimakasih nak, kebetulan ayah sangat lapar" jawab ayah Joni yang langsung pergi ke dapur untuk memakan makanan yang sudah di buat oleh Leni.


"Yaudah nak, ibu dan ayah mau makan dulu" ucap Bu Neni sambil memegang pundak anaknya itu.


Leni pun tersenyum dan langsung masuk ke kamarnya kembali, Leni pun terdiam sedikit bingung apakah dia harus memberitahu ibu dan ayahnya terlebih dahulu tentang kehamilannya itu.


"Nanti aja deh ngasih tau ibu dan ayahnya setelah aku memberitahukan suamiku" gumam Leni sambil tersenyum dan langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur dan tak lupa terus menerus mengelus perutnya itu.


Selama 2 bulan pernikahan Leni dengan Arif, hari-hari Leni selalu di liputi dengan senyuman dan tawa bahagia, karna Arif selalu membuat Leni bahagia, Arif pun terus menjaga Leni dengan penuh kasih sayang, betapa bahagianya Leni memiliki suami yang sangat menyayanginya dan mencintainya, Leni sangat yakin pernikahan nya ini akan menjadi pernikahan yang selalu di liputi dengan kebahagiaan apalagi sekarang ia sedang mengandung anak dari Arif, betapa bahagianya Arif jika mendengar bahwa Leni sedang mengandung anaknya.

__ADS_1


______


Namun berbeda dengan Iin wanita yang di jodohkan oleh ibunya Arif hati Iin sangat tersakiti, ia harus merasakan hari-harinya hancur di tinggalkan oleh suaminya setelah malam pertama apalagi sekarang ia sedang mengandung anaknya Arif kurang lebih hampir 3 bulan.


"Kenapa nasibku seperti ini tuhaaaaan... aku sudah kehilangan kedua orangtua ku, dan kini aku harus kehilangan suamiku dan ayah dari anakku ini hihihikkkkkksss...." tangisan Iin dari kamarnya pun terdengar oleh Bu Ratna ibu dari Arif yang tak lain adalah mertuanya.


Hati Bu Ratna pun sangat rapuh, ia sangat bersedih melihat nasib keluarga hancur karena wanita itu, bukan suami nya saja yang pergi meninggalkan nya tetapi anak kesayangan pun telah meninggalkannya dan memutuskan untuk tinggal dengan wanita itu, wanita yang sangat ia benci.


Lalu Bu Ratna segera menemui Alif di kamarnya.


"Nak, ibu sangat sedih melihat Iin terus menangis di kamarnya, ibu takut ada apa-apa dengan janinnya" ucap Bu Ratna kenapa Alif.


"Iin menangis lagi Bu?" jawab Alif dengan terkejut.


"Iyah nak, apa yang harus kita lakukan sekarang? apa kita harus pergi kesana dan memaksa Arif untuk segera pulang, dan memberitahukan kepada wanita itu untuk berhenti mengganggu Arif karna ia sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak dari pernikahannya?" ucap Bu Ratna sambil duduk di sebelah Alif.


"Ide yang sangat bagus Bu, lagi pula kondisi aku sekarang sudah membaik, secepatnya kita harus bertemu dengan Arif Bu" jawab Alif kepada ibunya.


Bu Ratna pun segera menemui Iin di kamarnya dan memberitahukan kepada nya bahwa besok mereka akan pergi untuk menemui Arif dan mengajaknya kembali untuk pulang.


"Sudah nak kamu jangan bersedih terus, besok kita akan berangkat untuk menemui Arif dan mengajaknya kembali pulang, dan ibu akan memberitahukan kepadanya bahwa kamu sedang hamil" ucap Bu Ratna sambil mengelus perut anak menantunya itu, karna Bu Ratna sangat menyayangi Iin seperti anaknya sendiri.


"Sungguh buuu?" jawab Iin dengan terkejut.


"Iyah nakk, lebih baik kamu istirahat dan bersiap-siap karna besok kita akan pergi menemui suamimu"


Iin pun sangat senang dengan apa yang di ucapkan ibu mertuanya itu, dan mereka pun segera bersiap-siap untuk keperluan keberangkatan mereka.


Sementara itu Bu Ratna pun kembali ke kamarnya untuk membawa keperluan yang akan ia bawa besok, namun anak sulungnya melihat ibunya sedang memasukan Poto pernikahan Arif dan Iin kedalam tas.


"Ibu akan pergi kemana?" ucap Lina kepada ibunya.


"Ibu akan pergi menemui perempuan itu" jawabnya Ratna kepada anaknya.

__ADS_1


"Perempuan itu?? siapa perempuan itu bu???" jawab Lina sambil mengerutkan keningnya.


"Perempuan yang sudah merebut ayahmu dan mengambil kebahagiaan dari keluarga kita, dan sekarang anak gadisnya itu sudah merebut Arif dari Iin" jawab Bu Ratna dengan nada emosi.


"Yasudah ibu hati-hati, kabari aku jika terjadi apa-apa" jawab Lina sambil menenangkan ibunya itu.


_____


"Arif kok belum pulang sih, bisanya jam segini udah pulang, ini udah jam 9 malam tapi dia belum pulang juga" Leni pun sangat cemas, ia terus menerus memandangi jam dinding yang berada di kamarnya itu, dan Leni pun segera mengambil handphone nya untuk menghubungi suaminya.


Tuuuttt...tuuuutt...tuuuttt...


"Angkat dong sayang...." ucap Leni sambil mengerutkan bibirnya.


"Halo sayang, ada apa?" Arif pun mengangkat telepon dari Leni.


"Kamu kok belum pulang sih?" jawab Leni dengan nada kesal


"Maaf sayang aku lupa mengabarimu, kerjaan ku belum beres, secepatnya aku akan pulang, kalo kamu sudah ngantuk tidur duluan saja jangan menunggu ku yah, aku takut kamu sakit" ucap Arif yang membujuk Leni agar tidak marah kepadanya.


"Kamu nih...." Leni pun segera menutup telponnya dan langsung tertidur.


Pukul 1 malam Arif pun baru pulang dan langsung masuk ke kamar Leni dan tak lupa mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum ia tertidur di sebelah Leni sambil memeluk nya dengan sangat erat.


"Maafkan aku sayang, muuuuuaaah...."


.


.


.


Jangan lupa like dan komennya, karna sebentar lagi akan ada konflik dan air mata 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2