Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 55


__ADS_3

Keesokan hari nya Leni pun terbangun dari tidurnya, ia pun berharap ketika ia sudah bangun di pagi hari ia bisa mendapatkan kabar dari Arif, ternyata sampai hari ini pun Arif belum mengabarinya, dan Leni pun segera pergi untuk menglaksanakan sholat subuh.


Sementara Arif pun terbangun dari tidurnya dan ia baru sadar ternyata Arif belum memberi kabar kepada Leni, Arif pun segera mencari handphone nya dan ternyata handphone nya mati karna Arif dari kemarin belum mengisi batrai handphonenya.


"Aduuhh lobet..."


Arif pun segera bangun dari tempat tidurnya dan ia pun segera mencari chargerannya yang berada di tasnya, setelah Arif mengisi batrai nya ia pun segera pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.


Tiba-tiba Bu Ratna pun memanggil Arif agar segera keluar dari kamarnya, karna sarapan yang dibuat oleh ibunya sudah jadi.


"*Riff, kamu sudah bangun? kalo sudah cepet keluar yah kita sarapan bersama"


"Iyah Bu, Arif sudah bangun. Arif lagi di kamar mandi nanti Arif nyusul*"


Arif pun langsung keluar dari kamarnya dengan badan yang terlihat sangat segar, dan ia pun langsung menuju meja makan untuk makan bersama dengan keluarganya. Tetapi ketika Arif sudah berada di meja makan, ia melihat saudara kembarnya sedikit berbeda dengan biasanya, tubuh Alif terlihat sangat pucat dan lemas.


"*Lu kenapa Lif, lu sakit?"


"Iyah nih kaya nya gua sakit lagi Rif*"


Bu Ratna pun mendengar apa yang di katakan Alif, ia sangat panik melihat anaknya sangat pucat. Karna mememang Alif sering sekali mengalami sakit.


"Kamu sakit lagi nak" (ucap ibunya yang sangat memperdulikan keadaan anaknya)


"Engak Bu, Alif cuma sakit biasa doang nanti juga kalo udah minum obat sembuh lagi"


"Lu beneran ga kenapa-kenapa Lif, ayok gua antar kerumah sakit mumpung ada gua disini"


"Iyah ayok mas agung antar kalian kerumah sakit, sekalian mas mau pergi kerja" (jawab mas agung menawarkan untuk mengantarkan Alif ke rumah sakit)


"Engak mas, Alif istirahat juga sembuh kok"

__ADS_1


Alif pun menolak ajakan dari keluarga untuk mengantarkan nya ke rumah sakit, dan mereka pun akhirnya menyelesaikan makannya sebelum melakukan aktivitas seperti biasanya.


###############################


Setelah Leni selesai melakukan ibadah nya, ia pun pergi ke dapur untuk membantu ibunya memasak sarapan untuk keluarga nya, karna memang hari ini Leni harus pergi ke kampus bersama Indra.


Setelah makanannya sudah siap mereka pun berkumpul di meja makan untuk segera sarapan.


"Yah kok Arif ga ngabarin Leni yah dari kemarin" ucap Leni dengan wajah bersedih.


Ayah nya pun hanya bisa tersenyum melihat Leni sangat khawatir dengan ke adaan Arif. "Mungkin Arif belum sempat pegang hp nak"


Leni pun hanya bisa terdiam mendengar jawab dari ayahnya. "Masa Iyah sampe ga sempet buat ngabarin aku" gumam Leni dengan memutarkan bola matanya.


"Udah sih dek jangan lebay kaya gitu, bentar lagi juga Arif balik ke sini"


Leni pun hanya bisa memajukan mulutnya kepada Indra dan segera melanjutkan makannya agar segera bisa berangkat ke kampus lebih awal.


Setelah Leni dan Indra menyelesaikan makanannya mereka pun segera berpamitan untuk pergi ke kampus kepada ibu dan ayahnya.


"Aliffffffffffffffff....."


Tiba-tiba terdengar jeritan dari Bu Ratna, Arif pun segera pergi keluar dari kamarnya dan ternyata Alif sudah tergeletak di lantai kamarnya, Bu Ratna pun terus menangis melihat keadaan Alif yang semakin parah.


"Alif kenapa Bu?"


"Cepat angkat Alif ke tempat tidurnya sepertinya penyakit Alif makin parah"


Arif pun langsung mengangkat sodara kembarnya itu ke tempat tidurnya dan Bu Ratna pun terus memegangi tangan Alif dan tak henti-hentinya menangis.


"Aliffffffffffffffff... hiks..hikss"

__ADS_1


Arif pun segera mencari ka Lina, dan ternyata ka Lina tidak ada di rumah, akhirnya Arif pun kembali ke kamar Alif untuk menenangkan ibunya.


"*Bu kak Lina dimana"


"Kak Lina pergi ke sekolah Lidia untuk mengantarkan nya"


"Bu apa perlu aku panggilkan dokter untuk Alif*"


Ketika ibunya akan menjawab, ternyata Alif sudah membuka matanya. ibunya pun langsung memeluk tubuh anaknya yang sangat lemah itu dan ibunya terus menangis melihat keadaan Alif yang semakin parah.


"*Ibu bawa kamu ke rumah sakit yah nak"


"Engak usah Bu, Alif ga kenapa-kenapa bentar lagi juga Alif sembuh kok*"


Alif pun tersenyum kepada ibunya dan mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, karna Alif tidak mau melihat ibunya menangis sangat khawatir dengan keadaannya. Ibu nya pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Alif, ketika ibunya sedang di dapur Alif pun berpesan kepada sodara kembarnya itu.


"*Gua titip ibu ke lu yah Rif, tolong jaga dia seperti ibu jaga kita, jangan buat ia menangis, karna air mata ibu sudah sering keluar untuk menangisi ke adaan gua, gua sayang banget sama ibu, gua rasa gua ga bakalan bisa bahagiain ibu lebih lama lagi, karna gua sudah cape dengan keadaan gua yang sekarang"


"Iyah gua janji sama lu, gua bakalan jaga ibu dan terus bahagiain ibu, gua janji sama lu ga akan satu tetes air mata ibu keluar dari matanya, tapi lu janji sama gua, lu harus kuat, lu harus mau di rawat di rumah sakit*"


"Engak Rif gua ga mau di bawa ke rumah sakit, gua harap lu bisa lebih lama di sini untuk jaga ibu dan bahagiain ibu"


"Iyah gua bakalan disini dulu sampe lu ber-bener sehat*"


Alif pun tersenyum karna Arif mau untuk lebih lama disini, karna Alif tau besok sudah waktunya Arif kembali ke rumah Bu Neni.


Bu Ratna pun kembali ke kamar Alif untuk membawakan minum Alif dan Bu Ratna pun sangat bahagia mendengar perkataan Arif karna ia akan lebih lama untuk tinggal dengannya.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mampir untuk membaca novelku, maaf jika masih ada kata-kata yang kurang enak untuk di baca, karna saya pun masih dalam tahap belajar insyaallah kedepannya akan lebih baik lagi ☺️☺️


__ADS_2