Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 02


__ADS_3

Ketika aku hendak berangkat kuliah seperti biasanya aku selalu berpamitan dengan ibuku, ibu selalu menyedikan sarapan meskipun itu cuma nasi putih yang di goreng dengan minyak bekas ikan asin, tapi buat ku itu adalah makanan terlezat yang ibuku buat untuk sarapan.


"buu..ibuuu..buu.. Leni berangkat kuliah dulu yah bu, ada tugas yang harus Leni kerjakan hari ini" (ucap Leni kepada ibunya)


"Iyah Len hati-hati jika ingin pergi kuliah, kamu harus jaga diri baik-baik" (ucap ibu nya yang selalu memberitahukan kepada Leni agar menjadi pribadi yang lebih baik)


"Iyah bu tentu saja.." (ucap Leni sambil tersenyum)


"Len, kamu tidak mau sarapan dulu? ibu sudah membuat nasi goreng tinggal nanti ibu ambilkan kerupuk sebagai lauknya" (sambil tersenyum Leni pun menjawab)


"nanti saja bu Leni sedang ingin berpuasa hari ini, supaya Allah selalu memudahkan semua urusan Leni hari ini" (ucap Leni sambil mengusap pundak ibunya dengan lembut)


"yasudah kalo begitu kamu hari-hati yah Len" (sambil tersenyum manis melihat putri kecilnya sudah beranjak dewasa)


"Iyah Bu, Leni berangkat yah assalamualaikum" (dan ibunya pun mejawab)


"walaikumsalam anakku"


Ibu Neni sangat bangat terhadap ke 2 anaknya yang selalu memperlakukan dirinya istimewah, dan selalu menghargai dirinya.


14 tahun sudah ibu Neni sudah menjadi janda karna di tinggal suaminya meninggal saat Indra berumur 8tahun dan Leni berumur 7 tahun.

__ADS_1


Tapi semua itu ibu Neni lakukan dengan iklas menjadi ibu dan sekaligus ayah untuk anak anaknya itu.


Ketika Leni sudah berangkat pergi kuliah, ibu Neni pun ikut pergi untuk berbelanja di pasar yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.


"ndraaa,,, ibu pergi ke pasar dulu yah, ibu mau berbelanja keperluan warung" (ucap ibu memanggil putra pertamanya yang bernama Indra)


"Iyah Bu.. Indra sedang mandi, tunggu Indra Bu biar Indra yang mengantar ibu ke pasar" (ucap Indra di dalam kamar mandi)


"Tak usah nak, ibu pergi sendiri. nasi goreng sudah ibu buatkan yah kalo mau kerupuk ambil saja di warung nak, ibu berangkat assalamualaikum" (ucap ibu sambil buru-buru pergi ke pasar)


(dan Indra pun menjawab) "walaikumsalam Bu"


"pak, saya mau beli telor 5kg, minyak sayur 5litet, beras 1 karung" (ucap Bu neni terhadap pemilik toko tersebut)


Dan terkejutnya pemilik toko tersebut, dia masih ingat betul kepada Bu Neni yang tak lain adalah istri sahabatnya tersebut.


"Neni???" (ucap pemilik toko tersebut)


"Iyah,, bapak siapa??" (ucap Bu Neni yang tak menyadari ternyata pemilik tokok tersebut adalah sahabat alm suaminya)


"saya Joni teman suamimu mas Gilang" (ucap pemilik toko yang ternyata bernama Joni)

__ADS_1


Ternyata bu neni sedikit lupa dengan pemilik toko tersebut dan Bu Neni masih coba untuk mengingat pemilik toko tersebut.


"oh iyah saya ingat kamu Joni yang waktu itu menikah dengan wanita asal Kalimantan kan" (ucap Bu Neni, sambil tersenyum)


"Iyah betul nen, bagaimana kabar mas gilang sekarang?" (ucap Joni sambil menanyakan. kabar sahabat nya tersebut)


Memang Joni itu tidak mengetahui kalo suaminya Bu Neni sudah meninggal sejak 14 tahun lalu, karna mereka sudah tidak bertemu kurang lebih 16 tahun lamanya


"mas Gilang sudah meninggal sejak 14 tahun yang lalu jon" (ucap Bu Neni dengan nada yang sedikit pelan)


"inalilahiwainalilaihi rojiun, aku tidak tau ternyata Gilang sudah meninggal sejak lama, maafkan aku, aku sudah tidak pernah bertamu ke tempat kalian sehingga aku tidak mengetahui kalo sahabatku ternyata sudah pergi, Gilang adalah sahabat terbaikku, dia sangat baik terhadapku" (ucap Joni sambil menitihkan air mata yang tak bisa ia tahan)


"sudah doakan saja, beliau sudah bahagia di alam sana" (ucap Bu Neni dengan bijaknya)


"lalu bagaimana dengan kedua anakmu, mungkin mereka sudah besar sekarang?" (ucap Joni yang memang mengetahui ke 2 anaknya Bu Neni)


"kabar mereka baik, Alhamdulillah mereka sedang menyusun skripsi dan akan lulus tahun ini, doakan saja Jon" (ucap Bu Neni kepada Joni dengan bangga nya karna ke 2 anaknya akan menjadi sarjana)


Obrolan pun semakin melebar, bahkan Bu Neni sampai lupa dengan tujuannya berbelanja ke toko ini.


Dan akhirnya Bu Neni kembali pulang dengan tangan memegang belanjaan untuk keperluan warungnya itu, Bu Neni masih tidak menyangka ternyata dia bisa bertemu dengan Joni dan ternyata letak tempat tinggal nya sangat dekat dengan toko yang di miliki Joni, memang Bu Neni dan anak-anaknya baru saja mengisi rumah yang sekarang karna rumah yang dulu sempat di gusur dan lahan nya di jadikan perkantoran.

__ADS_1


__ADS_2