Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 16


__ADS_3

Sesampainya di rumah Leni pun langsung turun dari motor Arif, tapi Arif tidak langsung membukakan helm milik Leni, sebaliknya arif langsung masuk kerumah dan meninggalkan Leni di luar. Sebenernya Leni sedikit heran kenapa dia tidak seperti saat pergi berdua, yang membukakan helm dan mengandeng tangannya seperti yang di lakukan dipasar tadi.


"Assalamualaikum" (ucap Arif)


"Walaikumsalam, mana Leni?" (ucap Bu Neni kepada Arif)


Lalu Leni pun langsung masuk kerumah sambil membawa pelastik yang berisi sebuah mukena.


"Bu, ini cincin ibu. Apakah ibu suka dengan cincin yang aku pilihkan?" (ucap Leni sambil mengeluarkan cincin yang berada di dalam tas milik Leni)

__ADS_1


"Terimakasih nak, ibu sangat suka dengan apa yang kamu pilihkan untuk ibu" (sambil tersenyum dan memegang tangan Leni)


"Ayo Bu coba cincinnya" (ucap Leni sambil tersenyum)


Ternyata cincin yang di pilihkan Leni untuk ibunya sangat cukup untuk di pakai Bu Neni, Bu Neni dan om Joni sangat berbahagia karena sedikit demi sedikit persiapan untuk mereka menikah sudah beres, tinggal menunggu hari H nya saja. Kemudian Joni berpamitan untuk pergi pulang di karenakan hari sudah mulai sore.


"Nen, aku dan Arif pamitan pulang dulu yah. kamu jaga diri baik-baik. Buat Indra cepet sembuh yah nak, dan makasih buat kamu gadis cantik sudah membantu om dan ibumu untuk mempersiapkan mahar pernikahan, assalamualaikum" (ucap Joni dengan tersenyum)


Sementara itu ketika Joni dan Arif sudah pulang, Leni pun langsung masuk ke kamar. Ntah apa yang ada di pikiran dia sekarang, yang jelas dia saat bahagia bisa seharian bersama Arif. Dan bodohnya Leni tidak tukeran nomber handphone dengan Arif.

__ADS_1


"Kenapa coba aku ga tukeran nomber handphone sama Arif, oh iyah lagi pula Arif kan ga minta nomber aku, masa Iyah aku yang harus minta duluan, aaaaaaahhh apaan sih lennnn jangan ngaco" (ucap Leni di dalam hati, dan dia pun mulai tertidur)


Rumah Joni


Sesampainya Joni dan Arif di rumahnya, Arif pun langsung masuk ke kamar nya. Dan ternyata Arif baru menyadari bahwa dia lupa tidak meminta nomber handphone Leni. Ternyata di dalam hati Arif yang paling dalam dia merasa takut, takut memiliki perasaan lebih sama Leni. Dia takut ketika ayahnya sudah menikah dengan ibunya Leni, malah dia memiliki rasa dengan anak ibu sambungnya itu yang tak lain sudah menjadi adiknya sendiri. Arif bingung harus bercerita kepada siapa yang jelas sekarang Arif sudah mulai menyukai Leni.


"Kenapa rasa ini harus ada, ketika ayah akan menikah lagi, coba saja aku yang kenal duluan sama Leni, mungkin aku akan melarang ayah untuk menikahi ibunya. Aku tidak bisa membohongi perasaan ini, meskipun aku baru mengenalnya tapi ntah mengapa seakan-akan aku sudah mengenal lama dengan dia. Apakah aku salah memiliki perasaan lebih kepada calon adik tiriku"


(ucap Arif yang sangat menyayangkan takdir yang tak berpihak kepadanya)

__ADS_1


Arif sangat bingung dengan perasaannya sekarang, bahkan Arif takut untuk bertemu dengan Leni, dia takut semakin sering dia bertemu dengan Leni perasaannya akan semakin besar kepadanya, karna dia tidak bisa menerima Leni sebagai adiknya karna dia sangat menyukai Leni.


__ADS_2