Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 60


__ADS_3

Iin pun segera masuk keruangan Alif, mukanya terlihat sangat bahagia, senyumnya pun terpapar di raut wajah Iin. Bu Ratna pun memperhatikan gerak gerik Iin yang baru saja masuk keruangan sesudah berbicara dengan Arif di luar.


"Kamu kenapa nak?" ucap Bu Ratna yang sangat penasaran melihat Arif menarik tangan Iin keluar dari ruangan Alif.


"Ibu pasti enggak nyangka kenapa mas Arif menarik tanganku keluar" jawab Iin yang terus tersenyum kepada Bu Ratna


Bu Ratna pun hanya bisa mengerutkan keningnya, "Ada apa nak?"


"Aku bahagia bu, mas Arif mengajak ku menikah" jawab Iin sambil memegang kedua tangan Bu Ratna.


Bu Ratna pun hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Iin, ia pun sangat syok dengan kejadian hari ini, ternyata apa yang ia inginkan bisa tercapai meskipun ia belum menyuruh Arif untuk menikah dengan Iin.


"Kamu beneran nak?"


Iin pun hanya bisa menganggukan kepalanya yang terus di iringi dengan senyuman, Alif pun hanya bisa memperhatikan Iin dari tempat tidurnya.


"Ternyata Iin sangat bahagia akan menikah dengan Arif, berarti selama ini Iin sudah menyukai Arif, semoga kamu bahagia in" gumam Alif sambil tersenyum melihat Iin dan ibunya benar-benar sangat bahagia.


Bu Ratna pun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, ia pun langsung membalikan tubuhnya untuk melihat Alif yang memang posisi sedang berada di belakang nya. Bu Ratna pun tersenyum melihat Alif, begitupun Alif membalas senyuman dari ibunya.


Arif pun sudah masuk ke ruangan Alif, ia mencoba untuk terlihat tegar dan mencoba untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.


"Nak apa benar yang di ucapkan Iin kepada ibu?" ucap Bu Ratna menatap dengan penuh harapan.

__ADS_1


Arif pun hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya bukti ia sudah mengiyahkan keputusannya untuk menikah dengan wanita yang bernama Iin.


"Ibu ingin secepatnya kamu menikah dengan Iin nak." Bu Ratna pun terus menatap wajah Arif


Arif pun mencoba melirikkan matanya kepada Alif, dan Alif pun langsung menganggukan kepalanya, mengisyratkan agar Arif tidak menolak keinginan ibunya untuk segera menikah dengan Iin.


"Iyah Bu, aku akan menikah dengan Iin secepatnya dan aku akan segera mengurus ini semuanya karna aku ingin lusa sudah menikah dengan iin" Arif pun mencoba untuk terus tersenyum agar orang yang ia sayang bisa bahagia meskipun sebenarnya hati Arif sangat tersiksa dengan keputusan yang ia ambil.


Bu Ratna pun tersenyum lebar ia sangat bahagia dengan keputusan yang Arif ambil. Sementara itu Arif pun langsung pergi untuk mengurusi pernikahan nya dengan Iin. sementara Iin dan Bu Ratna masih tetap di rumah sakit untuk menemani Alif.


_


Leni pun akhirnya mulai merasa lega, ia sudah tidak terlalu mengkhawatirkan Arif lagi tapi kali ini ia sangat mengkhawatirkan keadaan sodara kembarnya Arif. Rasanya ingin sekali Leni pergi menemui Arif dan ingin mengetahui keadaan Alif, tapi itu semua tidak mungkin, karna jarak yang sangat jauh yang tidak memungkinkan untuk Leni menemui Arif.


_


Arif pun segera menelpon Indra untuk mempercayainya mengurusi studio poto Arif yang sementara ini ia tinggal untuk beberapa hari bahkan beberapa minggu kedepan.


Arif pun sudah selesai dari kantor KUA untuk mengurusi persiapannya menikah dengan Iin. Dan ia pun kembali ke rumah sakit untuk menemani Alif dan bertemu dengan ibunya.


Setibanya Arif di rumah sakit, ternyata sudah ada kak Lina, mas agung, dan Lidia. kak Lina pun sudah mengetahui kabar bahwa Arif akan menikah dengan Iin dari ibunya.


Ketika Arif sudah masuk keruangan Alif, Lina pun segera menarik tangan adiknya ke luar untuk berbicara tentang masalah pernikahannya.

__ADS_1


"Kamu serius mau nikah sama Iin? setau kakak kamu kan sudah punya pacar, dan pacar kamu itu adalah anak dari istri baru ayah? apa benar itu semua?" ucap kak Lina dengan nada serius.


"Memang aku sudah punya pacar kak, tapi itu sebelum aku kemari, tapi ketika aku melihat Iin aku mulai jatuh hati kak dan aku ingin mempunyai hubungan yang serius dengannya" jawab Arif yang terus menegaskan bahwa ia benar-benar memiliki hati kepada Iin.


"Kamu bohong dek!!!" kak Lina pun melihat dari mata Arif ada kebohongan yang ia sembunyikan.


"Aku serius kak, bahkan aku sudah mengurusi pernikahan aku dengan Iin"


Pembicaraan mereka pun terpotong karna ada dokter yang masuk ke ruangan Alif, kak Lina dan Arif pun segera mengikuti dokter itu untuk masuk ke ruangan Alif dan memberhentikan pembicaraan meraka, karna mereka ingin mengetahui kondisi Alif.


"Selamat siang semuanya, permisi yah saya mau melihat kondisi sodara Alif" dokter pun langsung memeriksakan kondisi Alif.


"Bagaimana keadaan anak saya dok" ucap Bu Ratna kepada dokter yang sedang memeriksa Alif.


"Keadaannya belum stabil Bu, seperti nya Alif masih perlu di rawat disini 2 sama 3 hari lagi, yaudah saya permisi dulu yah Bu, nanti ada perawat yang membawakan obat untuk sodara Alif." jawab dokter yang langsung pergi meninggalkan ruangan Alif.


Ketika dokter sudah keluar dari ruangan Alif, Alif pun berbicara kepada semua keluarga yang sedang berada di dalam ruangan Alif.


"Kalian semua ga usah mikirin Alif, kalian persiapkan saja pernikahan Arif di rumah, biarkan Alif disini, karna di sini sudah ada dokter dan perawat yang menjaga Alif" ucap Alif yang terus tersenyum.


"Gua akan menikah di ruangan ini Lif, gua mau lu jadi saksi pernikahan gua dengan Iin, lu bersedia kan?" jawab Arif sambil memegang bahu sodara kembarnya.


Alif pun tersenyum dan berkata "Gua bersedia menjadi saksi di pernikahan lu"

__ADS_1


Akhirnya merekapun memutuskan untuk melangsungkan pernikahan Arif dan Iin di rumah sakit dimana Alif sedang di rawat.


__ADS_2