Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 57


__ADS_3

Leni pun sudah menyelesaikan mata kuliah untuk hari ini, dan ia pun segera mencari kakaknya Indra untuk segera mengajaknya pulang.


"*Kak, ayo kita pulang"


"Iyah dek sebentar yah, kakak harus ke perpustakaan dulu buat ngerjain tugas"


"Aku mohon antarkan aku pulang sekarang kak*"


Indra pun akhirnya tidak jadi untuk mengerjakan tugasnya karna Indra tidak bisa melihat adiknya bermohon mohon kepadanya.


Setelah mereka sudah sampai di rumahnya, Leni pun langsung turun dari motor Indra dan berlari menuju kamarnya untuk mencari handphone yang tertinggal.


Ketika Leni membuka handphone ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Arif, dan beberapa pesan masuk yang di kirimkan oleh Arif untuk Leni yang berisi.


"Sayang, maaf, sepertinya besok aku tidak jadi pulang, karna disini Alif sakit parah dan aku tidak bisa meninggalkan Alif dalam keadaan seperti ini"


Leni pun hanya bisa menarik napasnya mendengar kabar bahwa Arif tidak bisa pulang dan keadaan Alif yang sedang tidak baik.


Leni pun bersedih dan sangat kecewa karena Arif tidak bisa menempatkan janjinya untuk segera pulang, tapi mau gimana pun ke adaan Alif lah yang harus di nomber satukan.

__ADS_1


Leni pun akhirnya membalas pesan dari Arif yang berisi, "Terus bagaimana keadaan Alif sekarang? apa perlu ayah kesana untuk menemui Alif?"


Sementara itu leni langsung memberitahukan kepada Indra kabar tentang Alif yang sedang jatuh sakit, tak lama kemudian ibu dan ayahnya sudah sampai di rumah. Dan Leni pun segera menemui ibu dan ayahnya untuk memberitahukan kabar tentang Arif tidak jadi pulang dan keadaan Alif yang sedang jatuh sakit.


Joni pun sangat terkejut mendengar Alif sedang sakit, karna Joni pun mengetahui penyakit yang selama ini anaknya derita, namun Alif adalah anak yang tidak pernah mengeluhkan penyakitnya kepadanya.


Joni pun segera menelpon Alif untuk mengetahui keadaannya, namun telpon dari Joni tidak di angkat oleh Alif.


Dreeet....dreeet...dreeet....


handphone Alif pun berbunyi yang tepat berada di atas meja samping tempat tidurnya, Arif pun mengambil handphone Alif dan memberitahukan kepadanya bahwa ayah yang menelponnya. Tapi Alif tidak mau menjawab telpon dari ayahnya karna ia tidak mau ayahnya menghawatirkan dirinya. Dan Alif pun lebih memilih mengirimkan pesan singkat kepada ayahnya.


Handphone Joni pun bergetar dan ia pun menerima pesan singkat yang di kirimkan oleh Alif kepadanya.


Joni pun hanya bisa menarik napasnya dan membalas pesan dari Alif.


"Ayah sayang kamu nak, kamu harus kuat, kamu harus sehat kembali"


Ketika Alif sudah menerima pesan dari ayahnya, tangisannya pun pecah, ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya karna mau bagaimana pun Alif masih membutuhkan ayahnya disisinya, meskipun ia sudah dewasa tapi tetap dalam keadaan seperti ini lah pelukan dari ke dua orangtua yang sangat di butuhkan Alif.

__ADS_1


Keadaan Alif pun semakin drop, batuk nya pun semakin parah dan bahkan Alif mengalami muntah darah, sehingga memaksakan Alif untuk di bawa ke rumah sakit.


Teriakan dari Arif lah yang membuat ibunya terkejut dan segera berlalri menuju kamar anaknya itu, ketika ibunya sudah masuk ke kamar Alif ia sudah melihat tempat tidur dan lantai penuh dengan darah Alif. Tubuh ibunya pun melemas, badannya pun bergetar melihat kondisi anaknya yang semakin parah.


Arif pun segera berlari keluar mencari kendaraan yang bisa membawa Alif ke rumah sakit, Arif pun akhirnya cukup lega karena melihat mobil mas Agus sudah masuk ke halaman rumah dan ia segera berlari dan membuka pintu mobil dan segera memberitahukan kepada kak Lina dan mas agung soal keadaan Alif yang semakin parah.


Betapa terkejutnya kak Lina mendengar kabar bahwa Alif drop dan ia pun segera berlari ke kamar Alif bersama anaknya Lidia, sementara itu mas agung memparkirkan kembali mobilnya untuk segera membawa Alif ke rumah sakit.


Mas Agung dan Arif pun segera menggotong tubuh Alif ke dalam mobil dan segera membawanya ke rumah sakit.


"*Bu aku bawa Alif kerumah sakit dulu yah"


"Ibu ikut nak*"


Akhirnya mereka pun segera pergi kerumah sakit, selama di perjalanan Bu Ratna pun terus memeluk anaknya itu dan tak henti-hentinya menangis. Mereka pun sangat panik karena Alif terus mengalami batuk dan mengeluarkan darah segar.


Alif pun memanggil ibunya dan selalu tersenyum kepada ibunya.


"Buu.. maafkan Alif, Alif sayang ibu."

__ADS_1


Ibunya pun terus menatap mata anaknya itu dan menganggukan kepalanya sambil mencium kening Alif.


Setibanya mereka di rumah sakit, Alif segera di larikan ke UGD dan langsung di tangani oleh dokter spesialis paru-paru yang biasa menangani nya.


__ADS_2