
Ke esokan harinya, Leni bangun terlebih dahulu untuk membatu ibunya bersiap-siap, karna hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk ibunya. Sebelum Leni membangunkan ibunya terlebih dahulu Leni menjalankan ibadahnya agar hari ini berjalan dengan lancar. Setelah Leni menjalankan sholatnya Leni pun langsung membangunkan ibunya untuk mandi dan bersiap-siap karna hari ini hari yang paling di tunggu-tunggu oleh ibunya.
"Buu... bangun buuu" (ucap Leni yang perlahan membukakan pintu kamar ibunya)
"Iyah nak, kamu sudah bangun? apakah kamu juga sudah sholat" (ucap ibunya kepada Leni)
"sudah Bu, ayolah segera mandi. aku akan membatu ibu mempersiapkan semuanya" (ucap Leni dengan tersenyum manis)
"Yaudah ibu mandi dulu yah nak" (lalu Bu Neni pun pergi ke kamar mandi)
Sementara ibunya mandi, Leni pun pergi ke kamar Indra untuk membangunkan kakaknya, dan ternyata Indra masih tertidur pulas.
"Kaaakk.. bangun cepetan, hari ini kan hari pernikahan ibu" (ucap Leni yang terus menggoyang goyangkan tubuh kakaknya)
"Iyah dek kakak ingat" (dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun tidur)
Kemudian Indra pun bangun, dan ternyata ibunya sudah selesai mandi dan sedang melakukan sholat subuh. Ketika Leni memasuki kamar ibunya ternyata ibunya pun sudah selesai melakukan sholatnya, Leni pun langsung memeluk ibunya dengan sangat erat dan ia pun menangis sekencang kencangnya, seperti anak kecil yang akan di tinggal pergi ibunya. ibunya pun terkejut melihat Leni menangis terisak-isak.
"Ibuuuuuu... aku sangat menyayangimu, apakah setelah ibu menikah aku masih bisa memeluk ibu sekencang ini, apakah aku akan menjadi Leni yang selalu ibu anggap putri kecil ibu, apakah ibu akan selalu mengingatku setelah ibu menikah" (Leni pun mengatakan semua unek-unek yang ada di hati nya)
__ADS_1
Dengan sangat lembut ibunya membalas pelukan Leni, dan mencium kening Leni.
"Kamu ngomong apa sih nak, kamu itu anak ibu, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi anak ibu, ibu menikah karna restu dari kalian, jika kalian tidak mengijinkan ibu untuk menikah, mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi, dari awal ibu sudah bilang apakah kamu bisa dan kakakmu menerima ibu untuk menikah lagi, dan apa jawaban kalian, kalian selalu mendoakan yang terbaik untuk ibu, jadi doakan ibu supaya pernikahan ini menjadi pernikahan yang terakhir untuk ibu, ibu pernah di tinggal selama-lamanya oleh ayah kalian di saat ibu sangat menyayanginya tapi takdir berkehendak lain." (ucap ibunya kepada anak gadisnya itu)
"Iyah Bu maafkan aku, aku cuma mau bilang bahwa aku sangat sayang ibu" (ucap Leni yang terus memeluk ibunya)
"Iyah sayang, ibu juga sangat sayang sama kamu, jadi ibu mohon kamu jangan pernah menangis lagi, jadilah wanita kuat. Karna dunia ini tak semanis yang kamu bayangkan" (ucap bu Neni dengan tersenyum)
Leni pun mengerti apa yang di maksud oleh ibunya, dan Leni pun berhenti menangis.
Iya pun kembali mempersiapkan baju pengantin yang akan di gunakan oleh ibunya, Kebaya putih dengan mengunakan kain batik berwarna coklat dan tak lupa jilbab yang akan digunakan oleh ibunya, kebaya yang sangat sederhana untuk wanita yang paling istimewa akan terlihat jauh lebih indah dan mewah.
Kemudian Indra pun masuk ke kamar ibunya, dan terkejut nya Indra melihat ibunya sangat cantik, Indra pun berpikir bahwa itu bukan ibunya karna ibu terlihat sangat berbeda.
"Yaallah Bu, ibu sangat cantik sekali, Indra pun sampai mengira ini bukan ibu" (ucap Indra yang terus memandangi ibunya)
"Aaaahh kamu ngeledek ibu" (ucap Bu Neni sambil tersipu malu)
"Yaudah Bu ayo kita berangkat ke KUA karna mobilnya sudah ada di depan" (ucap Indra kepada ibunya)
__ADS_1
Kemudian mereka berangkat menuju KUA, dengan di antar oleh kakaknya Bu Neni sebagi wali nikahnya untuk mengantikan ke dua orang tuanya yang sudah tidak ada.
Rumah Joni
Sementara itu dirumah joni, Joni dan Arif pun sudah bersiap siap akan berangkat ke KUA. karna memang pernikahan Bu Neni dan Joni di laksanakan di KUA saja karna hanya melakukan ijab khobul.
Kemudian Joni dan Arif pun berangkat dengan di antar oleh teman dan kerabat terdekat saja, karna memang kedua orang tua Joni sudah tidak ada, dan anak-anaknya berada di Kalimantan hanya Arif lah anaknya yang ikut tinggal bersama dengannya.
Ketika mereka sudah sampai di KUA dan penghulu pun sudah siap, maka ijab khobul akan segera di laksanakan.
"Saya terima nikanya Neni Wulandari binti alm haji lukmanudin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat 5 gram di bayar tunai" (ucap Joni membacakan ijab khobulnya)
"Bagaimana para saksi? Sah?" (ucap penghulu)
"Saaaaaaahhhhh" (ucap para saksi)
Dan anak-anak nya pun mengucapkan kata "Alhamdulillah"
Akhirnya mereka pun semua menjadi satu keluarga.
__ADS_1