
Ketika mereka sedang berkumpul dirumah Bu Neni, Arif pun memutuskan untuk pulang kerumahnya dan meninggalkan ayahnya di rumah Bu neni, tapi di cegah oleh Bu Neni agar Arif pun mau untuk bermalam di rumahnya layaknya anak yang tinggal di rumah orang tuanya.
"Yah, aku pamit pulang dulu yah" (ucap Arif kepada ayahnya)
"Kamu ngapain pulang Rif?" (ucap ayahnya)
"Iyah ngapain kamu pulang, menginaplah di sini. Karna sekarang kamu sudah menjadi anak ibu dan ibu berharap kamu mau tinggal bersama ibu" (ucap Bu Neni kepada Arif)
Akhirnya Arif pun mau untuk menginap dirumah Bu Neni. Lalu indra pun mengajak Arif untuk beristirahat di kamarnya, berhubung di rumah Bu Neni hanya ada 3 kamar jadi Arif pun terpaksa satu kamar dengan Indra yang sekarang sudah menjadi saudaranya, sementara itu Leni menyuruh ibunya untuk pergi ke kamar, Bu Neni dan suaminya pergi ke kamar untuk beristirahat dan meninggalkan Leni sendiri di ruang tamu. Leni pun hanya duduk sendiri sembari memainkan handphone nya, dan ternyata Arif pun keluar kamar untuk menemui Leni.
"Kamu sedang apa?" (Arif pun langsung duduk di samping Leni)
"Engak, aku cuma duduk saja rasanya kaki ku sangat pegal" (ucap Leni kepada Arif)
Seketika Arif pun langsung memegang kaki Leni berharap Leni mau untuk ia pijat kakinya.
__ADS_1
"Aku pijat yah" (sambil memegang kaki Leni)
"Engak usah, aku ga kenapa-kenapa" (sambil menurunkan kakinya)
"Ka Indra kemana? kamu tidak istirahat?" (ucap Leni kepada Indra)
"Indra sudah tertidur mungkin dia sangat lelah" (ucap Arif kepada Leni yang terus memandanginya)
Arif pun sangat bahagia ia bisa tinggal satu rumah dengan Leni dan bisa selalu memandang wajah Leni yang sangat cantik dan selalu membuat jantung Arif berdebar kencang, rasanya Arif tidak bisa membohongi perasaan, rasanya Arif ingin sekali memeluk Leni di saat ia sedang berdua dengannya.
Leni pun hanya terdiam dan hanya memainkan handphone nya
"Kamu ga usah ngaco sekarang kita sudah menjadi Kakak dan adik" (ucap Leni yang selalu mengingat kan Arif bahwa ia sekarang sudah menjadi adiknya)
"Aku tidak peduli, aku akan terus memperjuangkan cintaku kepadamu Len" (ucap Arif dengan mata yang terus menatap Leni)
__ADS_1
Leni pun geram dengan apa yang di bicarakan Arif, kemudian Leni pun meninggalkan Arif ke kamar nya. tiba-tiba Arif pun menarik tangan Leni agar Leni tetap berada di sampingnya.
"Kamu mau kemana, tetap disini lah bersamaku" (ucap Arif kepada Leni yang terus memegang tangan Leni)
"Lepaskan!!!!!" (Leni pun terpaksa membentak Arif karna ia sangat kesal dengan Arif)
Leni pun akhirnya pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Leni pun sangat kesal kepada Arif kenapa sekarang dia menjadi berani kepadanya.
"aku heran kenapa Arif bisa menjadi seperti ini, padahal dari awal ketemu dia tidak seberani sekarang, apa karna awalnya aku merespon dia" (ucap Leni di dalam hati nya)
Sebenarnya Leni sekarang menjadi takut dengan Arif, takut Arif melakukan sesuatu kepadanya apalagi sekarang mereka tinggal satu rumah, banyak kesempatan untuk Arif selalu mendekati Leni apalagi Arif memiliki perasaan lebih kepadanya.
Sementara itu di luar Arif terus menghubungi Leni agar mau keluar kamar dan mau berbicara kepada nya.
"Len, keluar lah ada sesuatu hal yang akan aku bicarakan" (ucap Arif yang mengirimkan pesan singkat untuk Leni)
__ADS_1
Tapi Leni tidak merespon pesan dari Arif, dan ia hanya menunggu kakaknya Indra untuk bangun dan keluar kamar karna ia merasa takut dengan Arif. Setelah 1 jam Indra tertidur Indra pun terbangun dan keluar kamarnya karna ia merasa lapar, indra pun mencoba mengetuk pintu kamar adiknya dan adiknya pun langsung membukakan pintu kamarnya karna ia sudah merasa aman jika Indra berada di sampingnya.