
Setelah adzan magrib berkumandang, mereka pun segera menjalankan ibadah sholat magrib berjamaah, tetapi setelah Arif melaksanakan sholat tiba-tiba handphone nya berbunyi, ternyata Alif yang menelponnya, lalu Arif pun mengangkat telpon dari Alif.
"Halloo lif.."
"Gua udah di bandara nih, lu bisa ga jemput gua sekarang soalnya gua ga tau daerah sini" (ucap Alif meminta Arif menjemput nya)
"Yaudah lu tunggu di situ, biar gua yang jemput sekarang" (lalu Arif pun segera mengeluarkan sepedah motornya untuk menjemput Alif)
Lalu Arif pun segera bersiap-siap ganti baju untuk menjemput Alif dan berpamitan kepada ibu dan ayahnya.
"Bu yah, aku pamitan dulu yah mau jemput Alif sekarang dia sudah di bandara, assalamualaikum" (ucap Arif sambil mencium tangan ibu dan ayahnya)
Sementara itu Bu Leni sangat terkejut ternyata Alif sebentar lagi tiba di rumahnya, lalu ia segera bergegas memasak makanan untuk menyambut Alif.
Setelah sesampainya Arif di bandara, Arif pun langsung menelpon Alif untuk menanyakan ia dimana, tetapi ketika Arif sedang menelponnya ternyata Alif sudah melihat Arif dan pergi untuk menemui Arif.
__ADS_1
"Heyyyy..." (ucap Alif sambil memukul pundak Arif)
Arif pun sangat terkejut melihat sodara kembarannya, Arif pun langsung memeluk erat Alif karna ia sangat merindukan Arif.
"Yaallah gua kangen banget sama lu lif, gimana kabarnya?" (ucap Arif sambil memeluk Alif)
"Gua baik Rif, lu gimana kabarnya? badan lu makin besar Rif" (ucap Alif yang terkejut melihat Arif memiliki badan yang sehat)
Arif pun sedikit terkejut melihat badan saudarnya sedikit kurus padahal selama ini Alif memiliki postur tubuh yang sangat bagus karna Alif bisa di sebut memiliki hobby berolahraga beda dengan Arif yang tidak suka berolahraga.
"Gua sakit Lif, makanya badan gua sekarang kurus" (ucap Alif dengan wajah yang sedikit murung)
"Lu sakit apa Lif? kok selama ini lu ga pernah bilang sama gua?" (ucap Arif yang sangat terkejut mendengar Alif sakit)
"Gua sakit paru-paru, jangan kan buat olahraga, jalan dikit aja gua udah ga kuat" (ucap Alif sambil mencari kursi untuk duduk)
__ADS_1
Arif benar-benar sangat kanget mendengar Alif sakit, kemudian Arif langsung membawa Alif ke rumah ibunya untuk segera beristirahat.
"Yaudah ayok kita cepat pulang supaya lu bisa cepet istirahat terus langsung bisa ketemu sama ayah dan istrinya" (ucap Arif yang langsung menggandeng tangan Alif)
Sementara di jalan Alif hanya mendengarkan semua cerita yang di ceritakan Arif yang belum ia ketahui, tapi Arif belum menceritakan bahwa ia memiliki hubungan dengan anak istri ayahnya itu, ia masih mengrahasiakan kepada semua orang termasuk ke sodara kembar nya itu.
Kemudian Alif menanyakan kenapa Arif tidak pernah pulang dan tak pernah ingin bertemu dengan ibunya.
"Oh iyah kenapa lu ga pernah pulang, terus kenapa lu ga pernah mau ketemu sama ibu?" (ucap Alif yang sebenarnya ia tak pernah tau alasan Arif kenapa ia tega meninggalkan ibunya)
"Gua mau cerita semuanya sama lu lif supaya lu ga berburuk sangka sama gua, sebenarnya gua kecewa sama ibu, ibu selalu ngejodohin gua sama orang yang ga gua suka, dia selalu maksain semua kehendak yang ibu mau tampa mau mikirin perasaan gua. Gua ga marah sama ibu bahkan gua kangen sama ibu tapi gua jenuh kalo di atur soal masalah peribadi gua." (jawab arif yang menjelaskan semuanya kepada sodara kembarannya itu)
Alif pun mengerti dengan apa yang di maksud Arif, memang Alif pun sudah tau watak ibunya seperti apa, di antara Arif dan Alif yang paling patuh kepada ibunya cuma Alif, hanya Alif yang selalu mematuhi apa yang di perintahkan oleh ibunya. Lalu Arif pun menceritakan kebaikan Bu Neni istri baru ayahnya kepada Alif.
"Maaf nih yah Lif gua bukan mau ngebanding bandingin ibu yang udah ngelahirin gua sama istri baru ayah yah Lif, tapi gua perhatiin sikaf Bu Neni ke anak-anaknya beda banget kaya ibu, dia selalu mentingin perasaan anak-anaknya, dia selalu peduli sama anak-anaknya, gua ga pernah ngerasain itu semua dari ibu. Tapi semenjak gua kenal sama Bu Neni gua bisa dapet itu semua, gua bisa dapet kasih sayangnya, gua ga ngerasa di beda-beda sama Bu Neni" (ucap Arif yang terus membicarakan kebaikan Bu neni ke Alif)
__ADS_1
Alif pun sangat terkejut mendengar Arif sepertinya sangat menyayangi Bu Neni, selama ini Arif tidak pernah memuji kebaikan seseorang kepadanya tapi untuk pertama kalinya Alif mendengar sikaf Arif yang sedikit berbeda. Bahkan selama dalam perjalanan Arif terus memuji kebaikan Bu Neni, sampai Alif sangat penasaran ingin cepat bertemu dengan Bu Neni dan anak-anaknya.