
Sesampainya Indra di rumah, ternyata Arif dan Leni sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu.
"Assalamualaikum" Indra pun hanya melemparkan senyum kepada Arif dan Leni, Indra pun segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Ketika Indra akan pergi melewati Arif dan Leni, tiba-tiba Arif langsung berdiri untuk memanggil dan menahan Indra untuk duduk bersamanya di ruang tamu.
"Ndraa, tunggu.. duduk disini, ada yang mau kita omongin" ucap Arif yang langsung menarik tangan Indra untuk duduk bersama mereka.
Indra pun hanya bisa mengerutkan keningnya, ia sedikit bingung tenang tingkah laku Arif yang sedikit berbeda.
"Ada apa Rif? oh iyah ibu kemana dek?" ucap Indra sembari menanyakan ibunya.
"Ibu ke toko sama ayah kak" jawab Leni kepada kakaknya.
Indra pun hanya membalas dengan cara membulatkan mulutnya, "Oh Iyah lu mau ngomong apa Rif?" tegas Indra kepada Arif.
Arif pun sebenarnya belum berani memberitahun niatnya kepada Indra, Arif pun hanya bisa melirik Leni untuk mengisyaratkan agar Leni membantunya berbicara kepada kakaknya. Leni pun hanya bisa mengerutkan mulut kepada Arif, agar Arif segera berbicara kepada Indra.
"Gini ndra, se..sebenarnya gua mau minta ijin ke lu" ucap Arif dengan terpata-pata.
Indra pun hanya bisa menaruh handphone dan menatap Arif dengan wajah yang sangat bingung.
"Ijin apa Rif? kalo ngomong yang jelas dong" jawab Indra kepada Arif.
__ADS_1
"Sebenarnya gua mau minta ijin ke lu, guaaa.... mau nikahin Leni"
Indra pun sangat terkejut mendengar apa yang di ucapkan Arif kepadanya, matanya tertuju pada mereka berdua, keningnya mengerut, matanya terlihat sangat bulat, dan mulut nya sedikit terbuka.
Ketika Leni melihat reaksi dari wajah kakaknya, ia terlihat sangat cemas, tangannya pun bergetar, ia takut kakaknya itu tidak mengijinkan nya untuk menikah muda apalagi harus mendahuluinya.
"Ndraaa????"
Arif pun mencoba memanggil Indra, karna Indra tidak langsung menjawab pertanyaan tadi.
"Apa kalian tidak main-main dengan ucapan kalian tadi?" jawab Indra yang langsung menatap wajah adiknya, "Kamu masih muda dek, kuliah mu juga belum selesai, apa ini semua tidak terlalu cepat?, setidaknya kamu harus menyelesaikan kuliahmu dan mewujudkan cita-citamu terlebih dahulu, baru kamu memikirkan kejengjang yang lebih serius, kakak tidak mau kalo kamu menyesal di kemudian hari." tegas Arif yang sangat kecewa mendengar keputusan adiknya untuk segera menikah.
"Aku tidak main-main kak, kalo kakak khawatir jika kuliah ku tidak beres itu semua salah kak, banyak kok teman ku yang sudah menikah dengan statusnya masih mahasiswi tapi mereka masih bisa kuliah, apalagi tahun depan aku sudah wisuda kak." Jawab Leni yang terus menegaskan kepada kakaknya.
"Ini bukan masalah biaya Rif, sebelum lu hadir di kehidupan Leni, ibu dan gua masih sanggup buat biayain kuliah Leni, tapi ini soal masa depan Leni, gua mau dia nyelesain kuliahnya dulu, ngejar cita-citanya,
dia harus jadi wanita karir, karna gua mau yang terbaik buat adik gua sendiri." jawab Indra dengan sedikit menaiki suaranya, karna ia sedikit tersinggung dengan apa yang di ucapkan Arif kepadanya, Indra pun langsung masuk kemarnya karena Indra sangat muak dengan kejadian hari ini.
"Ndra..ndraaa.. maksud gua bukan kaya gitu." Arif langsung mengerjakan Indra tapi Indra tidak menggubris apa yang di ucapkan Arif.
Arif pun segera kembali duduk bersama Leni, ia sangat kecewa karena apa yang di harapkan nya tidak semanis yang ia bayangkan.
"Biar aku yang ngomong sama kak Indra, tapi tunggu emosi kak Indra turun dulu yah" ucap Leni yang mencoba menenangkan hati sang kekasihnya itu.
__ADS_1
Arif pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan segera merangkul Leni dan langsung mencium kening Leni dengan sangat lembut.
_
"Aku sebenarnya bingung dengan keputusan anak-anak kita untuk segera menikah mas, apa sebenarnya kita salah mengijinkan mereka menjalin hubungan" ucap Bu Neni kepada suaminya.
"Aku pun merasakan seperti itu, ini semua buat ku sangat rumit" jawab Joni yang sambil memanggang kepalanya.
"Sekarang aku bingung mas hiikkkss..hikss.. aku ga tau apa yang harus aku lakukan sekarang, seharusnya kita sedang berbahagia karena mendengar anak-anak kita segera menikah, tapi...." Bu Neni pun akhirnya tidak bisa menahan air matanya, tangisannya pun seketika pecah.
Joni pun segera beranjak menemui istrinya dan memeluk Bu Neni dengan sangat erat, "Maafkan aku yah sayang" Joni pun segera menghapus air mata yang berada di pipi istrinya itu."Pernikahan ini tidak akan terjadi, jika Indra tidak merestui mereka, itu bisa menjadi alasan terkuat kita untuk menghentikan keinginan mereka untuk menikah" ucap Joni yang mencoba menenangkan hati istrinya.
"Lalu bagaimana jika pernikahan ini tetap terjadi mas?" ucap Bu Neni kepada Joni dengan wajah yang sangat lesu.
"Kita serahkan kepada yang di atas yah, karna apa yang terjadi itu semua sudah di gariskan" ucap Joni dengan tersenyum.
.
.
.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat 🤗
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya yah, semoga kalian bisa suka dengan apa yang author tulis 😍😍😍