
Sesampainya Leni dan Arif di rumah, mereka segera menemui ayah dan ibunya yang kebetulan sedang berada di dalam warung milik Bu Neni, Arif pun segera mengajak Bu Neni dan ayahnya agar segera masuk kedalam rumah karna Arif akan memberitahukan kabar dirinya akan menikahi Leni.
"Yah, ibuu, kemarilah.. Ada sesuatu yang aku ingin bicarakan"
"Ada apa nak?" jawab Joni sambil mengerutkan keningnya. Karna memang Joni dan Bu Neni sedang sibuk merapihkan beberapa sembako di dalam warungnya.
"Ini penting Bu, ini semua soal hubungan aku dan Arif" ucap Leni sambil tersenyum dan melirik ke arah Arif.
Arif pun membalas senyuman dari Leni, yang semakin membuat penasaran ibu dan ayahnya.
"Kalian kenapa? sepertinya sedang berbahagia" ucap Bu Neni yang langsung berdiri ke arah mereka berdua.
"Ayoolah Bu, yahh..." ucap Leni sambil menarik tangan ibunya untuk masuk kedalam rumah.
Joni pun segera beranjak dari tempat duduknya untuk segera masuk kedalam rumah, ketika ibu dan ayahnya sudah duduk di ruang tamu rumahnya, Arif pun tanpa basa basi langsung memberitahukan niatnya kepada kedua orangtuanya.
"Jadi gini yah, Bu. Aku dan Leni sudah sepakat untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius" ucap Arif sambil memegang tangan Leni di depan ayah dan ibunya.
"Apaa?? apa ini tidak terlalu cepat nak?" ucap Bu Neni dengan mata yang sedikit terbuka menatap Leni dan Arif.
Sebenarnya Bu Neni sangat terkejut mendengar apa yang di bicarakan oleh Arif kepadanya, di sisi lain umur Leni pun masih terbilang sangat muda, apalagi Leni pun masih berstatus mahasiswi.
"Aku serius bu, aku ingin menikahi Leni. Aku akan bertanggung jawab dengan semua kebutuhan Leni, termasuk biaya kuliahnya. Aku akan berkerja keras untuk membiayai Leni sampai lulus dan aku akan selalu membuatnya bahagia Bu." jawab Arif di kepada Bu Neni di depan ayahnya.
__ADS_1
Joni pun hanya bisa mendengarkan apa yang di ucapkan Arif, ia belum mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab kemauan Arif untuk menikahi anak tirinya. Joni pun sebenarnya merasa bingung dengan hubungan anaknya dengan anak tirinya itu, ia tidak menyangka bahwa hubungan ini akan semakin serius.
"Apa tidak terlalu cepat nak? hubungan kalian pun masih di bilang seumur jagung, selesaikan dulu kuliah mu, di sisi lain kakak mu Indra pun belum menikah. Tidak baik seorang adik mendahului kakaknya menikah" ucap Bu Neni kepada Leni dan Arif.
"Ga ada salahnya Bu, temen-temen Leni di kampus juga udah ada yang menikah Bu, bahkan ada yang satu kelas dengan suaminya." jawab Leni yang terus meyakinkan ibunya untuk merestui dan mengijinkan mereka untuk menikah muda.
Bu Neni sangat terlihat bingung ia mencoba untuk menatap mata suaminya agar Joni ikut menasehati anak-anaknya agar bisa menahan keinginan nya untuk segera menikah.
"Arif, apa kamu sudah benar-benar siap lahir dan batin untuk menikahi Leni?" ucap Joni yang akhirnya membuka suaranya untuk menanyakan keseriusan Arif untuk segera menikah.
Arif pun hanya bisa tersenyum mendengar apa yang di ucapkan ayahnya. Arif pun langsung menatap mata Leni dan berkata "Aku sudah siap untuk menikahi Leni yah" dan Arif pun segera mengalihkan pandangannya kepada Leni untuk segera menatap mata ayahnya, "Dan aku harap ayah dan ibu mau merestui hubungan aku dan Leni." Arif pun langsung menegaskan sekali lagi keinginannya kepada ayahnya.
Ketika Joni sudah mendengar jawaban dari Arif, Joni pun langsung menatap mata istrinya. Dengan sigap Bu Neni langsung menganggukan kepalanya tanda ia mengijinkan Arif untuk menikahi anaknya.
Betapa bahagianya Arif dan Leni mendengar restu dari kedua orangtuanya, mereka pun tersenyum lebar, tangan mereka pun terus bergenggam, senyum di bibirnya pun sangat terlihat jelas.
"Tapi dengan satu syarat" ucap Joni kepada Arif dan Leni yang sedikit membuat mereka terkejut.
"Apa yah?" Jawab Arif sambil membulatkan matanya.
"Kalian berdua harus minta ijin kepada Indra, pernikahan ini akan terjadi jika Indra mengiklaskan dirinya untuk di dahului menikah oleh adiknya sendiri" ucap Joni dengan nada tegas.
Arif dan Leni pun hanya bisa saling memandang, mereka sangat takut jika Indra tidak mau di dahului menikah oleh adiknya.
__ADS_1
_
Ketika Bu Ratna keluar dari kamar Iin, Alif pun mencoba menenangkan Iin yang terus menitihkan air matanya, karna ia sangat terpukul dengan kejadian yang sedang menimpah dirinya.
Pernikahan yang ia bayangkan akan menjadi pernikahan yang sangat bahagia untuknya malah kenyataan menjadi sangat menyedihkan, ia di tinggal pergi suaminya begitu saja setelah malam pertama dan sekarang ia sedang mengandung anak dari laki-laki yang belum tentu menginginkan janin yang sedang berada di dalam rahim Iin.
"Kamu harus sabar yah, kamu harus kuat untuk bayi yang sedang berada di dalam perut mu" ucap Alif sambil mengelus rambut Iin.
"Bagaimana aku bisa kuat, sedangkan aku tidak mengetahui keberadaan suamiku dimana hikks..hikkss..." jawab Iin yang terus menangis di hadapan Alif.
"Aku berjanji kepadamu dan janin yang ada di dalam rahim mu, bahwa aku akan membawa suami dan ayah dari anak ini agar segera kembali pulang." ucap Alif kepada Iin sambil menghapus air mata Iin yang jatuh di pipinya.
Iin pun tersenyum mendengar ucapan dari Alif dan ia pun langsung memeluk Alif dengan sangat erat.
.
.
.
Maaf yah para reading akhir-akhir ini jarang update, padahal baru saja pengajuan kontrak author diterima loh 🤗🤗
Insyaallah kedepannya akan lebih baik dan sering update kembali 😊😊
__ADS_1