Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 51


__ADS_3

Bu Ratna dan Iin sudah menyiapkan makanan kesukaan Arif dan mereka pun sedang menunggu kedatangan Arif, tak lama kemudian suara motor Alif sudah terdengar memasuki halaman rumah Bu Ratna, dan Alif pun segera memarkirkan motornya di halaman rumah, Arif dan Alif sudah sampai dirumahnya, Arif pun tersenyum karna ia sangat bahagia bisa menginjakan kakinya di rumah yang telah membesarkannya. Dan ibunya pun segera keluar rumah bersama Lina dan Iin untuk menyambut kedatangan Arif, Arif pun membawakan kue kesukaan ibunya dan kakaknya kak Lina.


"Arifffff anakku..." (ucap ibunya sambil berlari menemui Arif dan memeluk dengan kencang)


"Ibuuuuuu" (teriak Arif sambil menyimpan tas dan bingkisan di atas motor Alif)


Arif pun langsung mencium tangan ibunya, dan ia pun berlutut untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah ia buat kepada ibunya.


"Ibu maafkan aku" (ucap Arif sambil berlutut)


Bu Ratna pun membangun anaknya itu agar Arif segera berdiri, dan ia pun terus menciumi anak yang telah ia lahirkan dan ia besarkan.


"Iyah nak, ibu maafkan kamu. dan ibu pun meminta maaf atas perlakuan ibu kepadamu, kamu jangan pernah tinggalkan ibu kembali" (jawab Bu Ratna sambil menangis)


"Iyah Bu, Arif akan selalu bersama ibu Arif akan menjaga ibu seperti ibu selalu menjaga Arif dari Arif bayi sampai Arif dewasa" (ucap Arif sambil mencium tangan ibunya dan terus menatap wajah ibunya yang murai keriput itu)


Bu Ratna pun mengajak Arif agar segera masuk dan meminta Alif agar membawakan barang-barang yang Arif bawa. Ketika Arif akan masuk kedalam rumah, tapi di depan pintu rumah, Arif melihat wajah kakaknya kak Lina, ia langsung memeluk erat wanita yang juga selalu menjaganya dan selalu mengalah kepadanya.


"Aku kangen sama kakak" (ucap Arif sambil memeluk erat kakaknya)


"Iyah dek, kakak juga kangen sama kamu. kamu jangan pernah tinggalin kakak dan ibu di sini" (jawab kak Lina)

__ADS_1


Arif pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dan ia pun mencium tangan kakaknya. Tak lupa ia menanyakan keberadaan suami dan anak dari kak Lina.


"Oh iyah kak, mas agung sama lidia dimana?" (ucap Arif kepada kakaknya)


"Mas agung lagi kerja dek, lidia masih di sekolah ada jam tambahan" (jawab kak Lina, dan segera mengajak adiknya untuk masuk)


Mas agung dan Lidia adalah suami dan anak dari kak Lina, karna kak Lina memang sudah berumah tangga dan tinggal satu rumah dengan Bu Ratna dan Alif.


Ketika Arif memasuki rumahnya, rumah dan posisi perabotan tampak tak berubah masih sama persis ketika Arif memutuskan untuk pergi meninggalkan ibunya. Arif pun duduk di samping ibunya dan ia pun terus memegang erat tangan wanita yang telah melahirkannya, kak Lina pun pergi ke dapur untuk membuatkan minum dan membawakan kue kesukaan Arif yang telah di buat ibunya tadi.


Sementara Iin hanya bisa menyaksikan kebahagiaan keluarga yang akhirnya bisa berkumpul bersama lagi, ia hanya tersenyum melihat Arif dan ibunya bersama lagi. Dan Bu Ratna pun memperkenalkan Arif dengan gadis yang bernama Iin itu.


"Oh iyah nak ibu lupa kenalkan kamu dengan Iin, dia anak Bu Nenti yang rumahnya dekat sekolah itu, Iin ini lah yang selalu menemani ibu dari kamu pergi" (ucap Bu Ratna)


"Nama ku Arif" (ucap Arif)


Iin pun tersenyum manis kepada Arif, menunjukan bahwa ia sangat senang bertemu dengan Arif.


"Iin" (jawab Iin sambil tersenyum)


"Makasih yah udah jagain ibu ku" (ucap Arif kepada Iin yang terus memandangi wajah Iin)

__ADS_1


"Iyah mas, karna aku sudah menganggap Bu Ratna itu seperti ibuku" (jawab Iin)


Ntah apa yang di rasakan Arif saat melihat Iin, matanya seakan ingin terus menatap wajah Iin, Iin pun terus tersenyum kepada Arif.


Memang Iin itu sangat pandai mencuri hati seseorang dengan tatapannya.


Ketika mereka sedang asik berbicara di ruang tamu untuk melapas rasa kangen, Bu Ratna pun segera mengajak mereka untuk segera makan. Ketika mereka sudah berada di meja makan, Iin pun terus melayani Arif seperti mengambilkan nasi dan ikan kedalam piring Arif dan tak lupa menuangkan air kedalam gelas Arif. Bu Ratna pun tersenyum dengan perlakuan Iin kepada Arif, dan Bu Ratna pun yakin bahwa Arif pun sebenarnya menyukai Iin saat mereka berkenalan.


Mata Arif terus tertuju kepada Iin, ia pun sangat gugup di perlakukan istimewa oleh seorang wanita, bahkan Leni pun tidak pernah melakukan apa yang di lakukan Iin.


"Jangan Arif aja dong in yang di ambilkan, gue juga mau" (ucap Alif membercandai Iin)


Iin pun tersenyum kepada Alif.


"Kamu juga mau aku ambilin?" (jawab Iin)


"Udah lah ambil sendiri jangan manja, biasanya juga ngambil sendiri" (ucap kak Lina sambil tertawa)


"Iyah deh Iyah kak, mentang-mentang ada warga baru" (jawab Alif sambil mengambil nasi sendiri)


"Apa maksud lu warga baru, orang gua anak ibu" (ucap Arif sambil melempar timun kepada Alif)

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan bertengkar, ayoo kita makan" (ucap Bu Ratna kepada anak-anaknya)


Mereka pun akhirnya makan bersama dengan sangat bahagia, sementara Arif melupakan janjinya untuk segera memberi kabar kepada Leni bahwa ia sudah sampai di rumahnya.


__ADS_2