Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 65


__ADS_3

2 Minggu kemudian..


"Oeeekk...oeeekk...."


Bu Ratna pun langsung berlari menemui Iin yang berada di kamar Arif karna Iin pun sekarang tinggal bersama nya.


"Kamu kenapa nak" ucap Bu Ratna yang melihat Iin sedang muntah di kamar mandi, Bu Ratna pun sangat menghawatirkan keadaan Iin sekarang.


"Ga tau Bu tiba-tiba perut ku serasa mual, badan ku terasa lemas sekali, dan kepala ku pun terasa sakit" ucap iin yang terus memegangi perutnya.


"Yaudah ibu bantu ke tempat tidur, kamu istirahat saja nak, jangan lupa minum obat" Bu Ratna pun membopong Iin menuju tempat tidur dan mengambilkan obat untuk Iin minum, kemudian Bu Ratna pun meninggalkan Iin untuk segera beristirahat.


Ketika Bu Ratna keluar dari kamar Iin yang sekarang menempati kamar Arif, Alif pun menanyakan keadaan Iin kepada ibunya.


Alif pun sudah keluar dari rumah sakit sejak 2 hari dari kepergian Arif, namun kondisinya sekarang belum cukup sehat, Alif pun masih harus bulak balik rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Alif pun belum boleh melakukan aktivitas seperti biasanya dan karna itu Alif pun belum sempat mencari Arif ke rumah Bu Neni.


"Iin kenapa Bu?" ucap Alif kepada ibunya yang baru saja keluar dari kamar Iin.


"Ibu juga ga tau nak, tadi sih dia bilangnya mual, sakit kepala, terus badannya lemes" jawab Bu Ratna kepada Arif dan berjalan menuju dapur.


"Bu..buu..." Alif pun segera menyusul ibunya yang berjalan menuju dapur, "Jangan..jangan... Iin hamil bu" ucap Alif sambil membulatkan kedua matanya.


Bu Ratna pun sangat terkejut mendengar perkataan Alif, "Haaahh hamil?" Bu Ratna pun segera berbalik menuju Alif.


"Bisa jadi Bu, karna mereka kan sudah melakukan sesuatu hal di malam sebelum Arif pergi" jawab Alif kepada Bu Ratna.


"Kamu benar nak.." Bu Ratna pun segera mengambil handphone nya untuk menelpon tetangganya yang berprofesi sebagai bidan.

__ADS_1


Tak lama kemudian..


Tokkk....tokk...tokk...


Bu Ratna pun segera membuka pintu rumahnya, dan ternyata bidan yang di telepon oleh nya sudah tiba di rumah Bu Ratna, Bu Ratna pun segera mengajaknya ke kamar Iin untuk memeriksakan keadaan Iin.


Setelah bidan itu selesai memeriksa Iin, ia pun langsung memberitahukan keadaan Iin kepada Bu Ratna.


"Selamat Bu, menantu ibu sedang hamil, usia kandungan nya masih sangat muda jadi harus benar-benar di jaga yah" ucap bu bidan kepada Bu Ratna dan Iin sambil tersenyum.


"Alhamdulillah akhirnya aku akan segera mempunyai cucu lagi, selamat yah sayang" Bu Ratna pun tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya, ia pun langsung memeluk dan mencium Iin dengan tangisan kebahagiaannya.


Iin pun hanya bisa terdiam, Iin benar-benar sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh bidan itu, jantungnya berdetak kencang, ia tidak menyangka bisa hamil secepat ini. Ntah apa yang di rasakan iin sekarang, apakah dia harus bahagia atau bersedih. Sementara itu ia sangat bahagia akhirnya bisa mengandung anak dari Arif, yang bisa membuat statusnya sangat kuat, tapi disisi lain Iin sangat kecewa karena Arif tidak ada disisinya saat bidan mengatakan bahwa ia sedang hamil.


Lalu bu bidan pun pamit pulang setelah memberikan vitamin untuk kandungan Iin, Iin belum mengeluarkan satu pun kata kepada Bu Ratna, ia pun masih terdiam sampai akhirnya Bu Ratna kembali ke kamarnya setelah mengantar bidan itu sampai ke depan pintu rumahnya.


"Apa aku benar-benar hamil Bu? sedangkan sudah 2 Minggu mas Arif pergi meninggalkan ku, dan bahkan ia tidak memberi kabar kepadaku dimana ia sekarang hiiikkss..hiikss" Iin pun terus menangis meratapi kesedihan nya kepada Bu Ratna.


Tiba-tiba Alif pun langsung masuk ke kamar Iin dan berkata, "Aku akan mencari Arif untukmu" ucap Alif kepada Iin.


"Ga usah mas, keadaan kamu sekarang tidak memungkinkan untuk berpergian jauh, sehatkan dulu badanmu baru kamu membantuku untuk mencari suamiku mas" ucap Iin kepada Alif.


"Betul nak, ibu tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk mencari Arif disaat keadaan mu seperti ini, ibu tidak mau kehilangan kamu nak" Bu Ratna pun mencoba menahan kepergian Alif.


Dan akhirnya Alif mengurunkan niatnya untuk mencari Arif, tapi Alif berjanji akan mencari Arif di saat dia sudah benar-benar pulih.


_

__ADS_1


Sementara itu Arif dan Leni sedang dalam keadaan yang sangat bahagia, 2 Minggu sudah Arif bersama Leni, Arif pun terus membuat Leni menjadi wanita yang sangat beruntung, ia terus menjaga Leni dengan penuh kasih sayang, tanpa Arif memikirkan keluarga nya di sana.


Arif pun bagaikan di telan oleh bumi, ia sama sekali tidak memberi kabar kepada ibunya, kakaknya, saudara kembarnya, dan bahkan kepada Iin yang statusnya sekarang adalah istri sah nya Arif.


Ketika Arif dan Leni sedang makan di caffe, tempat dimana mereka sering berkunjung. tiba-tiba Arif mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


"Apakah kamu mau menikah denganku?" sambil mengeluarkan kotak berwarna merah yang berisi cicin yang sangat cantik.


Leni pun sangat terkejut dengan apa yang di keluarkan dan di katakan oleh Arif kepadanya, Leni pun tidak menyangka bahwa Arif bisa mengatakan hal itu kepadanya, dan Leni pun hanya bisa terdiam sambil menatap mata Arif, senyum di pipinya sangat terlihat jelas, tak bisa di bohongi karena Leni pun sangat menginginkan hal ini terjadi.


Tanpa pikir panjang Leni pun menerima lamaran dari Arif, "Iyah aku mau."


.


.


.


.


Maaf yah para reading sudah membuat emosi kalian naik 😂😂


Asal kalian tau, ini semua benar-benar terjadi di kehidupan nyata author.


.


.

__ADS_1


jadi tunggu kelanjutan dari ceritanya yah, semoga kalian bisa suka dengan cerita yang author buat 🤗🤗


__ADS_2