Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 36


__ADS_3

Keesokan harinya Bu Neni sudah menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya, Alif pun terbangun untuk pergi ke kamar mandi tapi melihat Bu Neni sedang memasak di pagi hari hatinya tersentuh dengan kebaikan Bu Neni yang memperlakukan seperti anaknya sendiri.


"Pantas Arif sangat menyayangi Bu Neni, ternyata Bu Neni sangat baik, dia mau meluangkan waktunya untuk menyiapkan makanan, semoga hubungan ayah dan Bu Neni terus baik selamanya" (ucap Alif dalam hati dengan tersenyum)


Kemudian Alif mencoba untuk menemui Bu Neni.


"Ibu sedang apa? masih pagi ibu sudah masak" (ucap Arif yang masih kaku untuk berbicara ke Bu Neni)


"Ibu lagi bikin sarapan nak, kamu sudah bangun, yaudah cepat sana kamu ambil wudhu untuk cepet sholat" (ucap Bu Neni dengan tersenyum dan menyuruh Alif agar segera melakukan ibadah)


Alif pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat subuh.


Setelah Bu Neni selesai memasak Bu Neni langsung membangunkan suami dan anak-anak, karna pagi ini Bu Neni akan pergi ke toko bersama suaminya.


"Mas bangun, cepet sholat udah itu sarapan, kita kan akan pergi ke toko" (ucap Bu Neni yang terus menggoyang goyangkan tubuh suaminya agar terbangun)


Kemudian Joni pun terbangun dan langsung mencium kening istrinya, dengan suara serak khas orang bangun tidur ia mengucapkan kata.


"Terimakasih istriku, kamu sudah mau menerimaku dan mau menerima anak-anak ku juga, kamu selalu memperlakukanku dengan baik, aku sangat beruntung mempunyai istri sepertimu, aku sangat menyayangimu"


Bu Neni pun terkejut mendengar suaminya berbicara seperti itu, Bu Neni hanya menjawabnya dengan tersenyum dan kemudian ia meninggalkan suaminya untuk membangunkan Leni terlebih dahulu, kemudian Indra dan Arif. sementara itu Alif sudah selesai melakukan sholat kemudian ia duduk di depan, ia bingung selama disini ia akan melakukan kegiatan apa yang membuatnya tidak bosan di rumah, sementara keadaan Alif tidak memungkinkan untuk kerja yang berat berat. Ayahnya belum mengetahui kalo Alif sekarang sedang sakit.

__ADS_1


Ketika Joni sudah keluar kamar ia melihat keluar ternyata anaknya sedang duduk sendiri di depan rumah, dan akhirnya Joni pun menemui Alif.


"Kamu sedang apa nak?" (ucap ayah kepada Alif)


"Engak yah aku bingung aja, aku disini nanti ngapain aja hehe" (ucap Alif sambil tersenyum)


"Kamu nih kirain ada apa aja, kamu disini bisa ikut ayah ke toko atau ikut Arif ke studio nya. kebetulan kan ayah punya toko di pasar jadi kamu selama disini bisa jaga toko ayah, atau ga kamu bisa bantu bantu Arif di studio nya" (ucap ayahnya sambil memukul pundak anaknya itu)


Alif pun hanya menganggukkan kepalanya saja, kemudian ayahnya memperhatikan postur tubuh anaknya yang sedikit berbeda.


"Oh iyah ayah perhatiin kamu kurusan yah" (ucap Joni yang terus memperhatikan anaknya itu)


"Iyah yah, Alif sekarang kurus, soalnya Alif sakit paru paru yah" (jawab Alif kepada ayahnya)


Ketika mereka sedang asik berbincang bincang berdua di depan rumah, tiba tiba Leni memanggil ayah dan Alif agar segera masuk untuk sarapan. ketika ayah dan Alif sudah masuk kedalam rumah, ternyata Leni masih di luar untuk menyapu halaman rumah dan Arif pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ia mencoba untuk menemui Leni dan berbicara dengannya.


"Hey lagi ngapain sayang" (sambil memberikan ciuman di pipi Leni)


"Ihh kamu nih yah kebiasaan main cium cium aja" (ucap Leni sambil tersenyum)


"Gatau nih rasanya kalo deket kamu pengen peluk terus ciumin kamu aja" (Arif pun mencium Leni kembali untuk kesekian kalinya)

__ADS_1


"Huwwwww kangen terus yah" (ucap Leni dengan tertawa bahagia)


"Kok tau sih, oh iyah nanti siang kita jalan yah" (ucap Arif yang terus menatap Leni)


Ketika Leni belum sempat menjawab pertanyaan Arif, kemudian ibunya sudah memanggil Leni dan Arif agar segera makan. mereka pun segera masuk ke dalam rumah dengan seperti biasanya mereka hanya bisa berdiam saat bersama. Setelah mereka selesai makan Bu Neni dan ayah Joni berpamitan kepada anak-anaknya akan pergi ke toko di pasar.


"Yaudah ayah sama ibu mau pergi ke toko dulu yah, oh iyah lif kamu di rumah aja yah istirahat, tapi kalo kamu mau ikut Arif ke studio, ikutlah dengan Arif supaya kamu tidak bosan" (ucap ayahnya dan langsung meninggalkan anak-anak nya di meja makan)


Kemudian setelah ayah dan ibu nya pergi, seperti biasa Leni selalu membereskan makanan dan mencuci piring di dapur, Indra pun pergi keluar menggunakan sepedah motornya ntah akan pergi kemana Indra, karna ia pun tidak berpamitan kepada adiknya Leni.


Setelah Indra pergi keluar, Arif pun langsung memeluk Leni dari belakang sambil menciumi pundak Leni, ternyata Arif lupa bahwa ada Alif yang masih di rumah.


"Kamu nih kebiasaan kalo aku lagi cuci piring pasti main peluk aja" (ucap Leni yang terus mencuci piring tampa menghiraukan Arif)


"Gak apa apa tau aku temenin kamu" (ucap Arif dengan tersenyum)


Ketika Alif akan pergi ke kamar mandi, Alif pun sangat terkejut melihat Arif sedang memeluk Leni dari belakang, dia bingung apa yang di lakukan oleh Arif namun ia hanya terdiam dan mencoba untuk kembali ke kamar Indra, tak lama terdengar suara motor Indra, Arif pun segera pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke studio potonya, setelah selesai mandi Arif pun langsung ke kamar untuk berganti baju. dan Alif pun ingin ikut ke dengan Arif karna ada sesuatu yang ingin ia tanyakan kepada Arif.


"Oh iyah Rif nanti gua mau ikut ke studio poto lu yah" (ucap Alif sambil memainkan handphone nya)


"Yaudah, lagi pula gua banyak kerjaan Lif jadi bisa lu bantuin" (ucap Arif yang sedang memakai kemeja nya)

__ADS_1


Setelah mereka sudah selesai bersiap-siap mereka pun berpamitan untuk pergi ke studio.


__ADS_2