
Sesampainya Arif di studio miliknya, Arif pun melihat wajah Alif yang sangat kesal dengannya. Namun Arif tidak menggubris dan hanya memberikan ia makanan dan Arif pun kembali untuk berkerja, Alif pun segera mengambil makanan yang di berikan Arif tampa berbicara dia pun segera memakan makanan yang di berikan Arif itu. Arif pun hanya tersenyum melihat tingkah sodara kembarnya yang memang sifat nya dari dulu seperti itu, meskipun ia dalam keadaan marah tapi jika ia membutuhkan sesuatu dia tidak akan pernah malu untuk mengambilnya.
"Akhirnya di makan juga" (ucap Arif dengan tersenyum)
"Yaialah gua makan, lu kira gua ga punya perut, gua heran sama lu sampe sampe lu lupa sama gua. Lu dari mana sih??" (jawab Alif sambil makan)
"Gua abis nemuin Leni tapi lu jangan pernah ngasih tau soal ini kesiapa pun yah" (ucap Arif sambil melirik dengan tajam ke arah sodara kembarnya itu)
Alif pun sangat terkejut, dan Alif pun segera menghentikan makannya dan terus menasihati Arif agar ia bisa mengerti dengan ke adaanya sekarang.
"Rif gua cuma mau ngasih tau sama lu, lu harus bisa memilih cinta atau keadaan lu sekarang, lu harus sadar siapa lu sekarang dan siapa ayah lu sekarang buat si Leni" (ucap Alif yang berharap Arif bisa sadar dan mau untuk mengakhiri hubungannya sebelum ayah dan ibunya tau)
"Gua ga mau Lif!! udahlah lu ga usah ikut campur urusan gua!!" (ucap Arif dengan nada yang membentak Alif)
"Terserah lu dah Rif, emang otak lu tuh susah buat di omongin!!" (Alif pun pergi keluar untuk meninggalkan Arif sendiri di dalam studionya)
Ketika Alif sedang berada di luar studio milik Arif, tak lama kemudian ada seorang laki-laki, memakai helm berwarna biru dan memakai jaket berwarna hitam yang terus menyalakan klakson motornya dan ternyata itu adalah Indra. Indra pun datang menemui Alif tapi tidak dengan Leni, Alif pun terkejut melihat Indra berada di depan studio poto Arif, ternyata Indra berniat mengajak Alif agar ikut pulang dengannya.
__ADS_1
"Balikk yukkk..." (ucap Indra sambil membuka helmnya)
"Kirain gua siapa aja, mana si Leni?" (jawab Alif yang menanyakan Leni)
"Leni masih ada kelas, hayu balik! Arif masih ada kerjaan kan? biarin dia balik sama Leni" (ucap Indra yang terus mengajaknya agar ikut pulang)
"Yaudah hayuu, gua ambil jaket dulu di dalam" (Alif pun pergi kedalam untuk mengambil jaketnya dan segera pergi keluar)
Tak lama Indra pun segera masuk ke dalam studio untuk memberitahukan agar Arif mau menjemput Leni di kampus.
Arif pun sangat bahagia mendengar kabar seperti ini, ini adalah saat saat yang di nanti oleh Arif, Arif pun dengan tegasnya mengiyakan akan menjemput Leni.
"Oke siap nanti gua yang jemput Leni, lagian tuh si Alif mukanya udah keliatan bete banget pengen balik, tapi gua belum bisa balik soalnya lagi banyak kerjaan" (ucap Arif dengan wajah yang penuh dengan senyuman)
Alif pun hanya bisa terdiam dan hanya bisa menggelengkan kepalanya, tanda ia tak mengerti dengan jalan pikiran Arif. Mereka pun segera pergi dari studio Arif, setelah mereka pergi Arif pun segera mengirimkan pesan singkat untuk Leni.
"Sayaang, tadi Indra kemari, dia jemput Alif buat pulang, terus dia malah nyuruh aku buat jemput kamu:)"
__ADS_1
Leni pun menerima pesan dari Arif dan langsung membacanya, saat Leni sudah membaca pesan dari Arif dan tau akan pulang di jemput Arif, Leni pun hanya bisa tersenyum bahagia karena disisi lain dia bisa memiliki waktu untuk berdua sebelum pulang kerumahnya.
"Iyah sayang, jemput aku 1 jam lagi"
################################
Selama di perjalanan Alif pun terus menanyakan kedekatan Arif dengan Leni kepada Indra, Alif terus mencari informasi tentang sodara kembarnya itu.
"Oh iyah emang si Arif sering banget jemput Leni? terus seberapa deket sih mereka ndra?" (ucap Alif kepada Indra)
"Soal jemput sih baru kali ini doang, tapi waktu itu pernah juga nganterin Leni ke kampus gara-gara ban motor gua pecah. Mereka mah ga deket, kalo dirumah juga diem diem bae, makanya gua coba deketin Leni sama si Arif supaya ga canggung lagi, mau gimanapun juga si Arif sama lu kan sekarang udah jadi kakaknya si Leni juga" (jawab Indra)
Alif pun hanya bisa terdiam, mulutnya seakan terkunci untuk berbicara yang sebenarnya kepada Indra
################################
Setelah mata kuliah Leni akan segera selesai Leni pun langsung memberitahukan Arif agar ia segera menjemput nya, dan Arif pun langsung tancap gas untuk menjemput pujaan hatinya. Selama dalam perjalanan Leni pun terus memeluk Arif dengan sangat keras seakan Leni tidak ingin melepaskan pelukannya, Arif pun demikian terus memegang tangan Leni dengan sangat lembut sampai mereka tiba di rumah.
__ADS_1