
Setelah mereka selesai makan bersama, Iin pun segera membatu kak Lina dan Bu Ratna untuk membereskan makanan. Sementara Arif pun pergi ke kamar nya untuk beristirahat, ia pun sangat terkejut melihat isi kamarnya sama sekali tidak berubah, bahkan kameranya pun masih tersimpan rapih di atas meja kamarnya, seprai nya pun masih sama seperti yang di pasang sebelum Arif meninggalkan rumah, bahkan gantungan kunci gitarnya pun masih di tempat yang sama di atas televisi.
Arif pun langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur, dan matanya pun terus berputar melihat setiap sudut kamarnya yang sama sekali tidak memiliki perubahan apapun.
Kemudian ibunya pun membuka pintu kamar Arif, dan ia pun langsung berbicara kepada Arif.
"Kamu pasti heran kenapa kamar mu sama sekali tidak berubah" (ucap Bu Ratna)
"Ehh ibuuuu..." (jawab Arif sambil terbangun)
"Iyah Bu kenapa kamarku sama sekali tidak berubah? dan bahkan benda benda kecil di kamarku sepertinya tidak bergerak, benda itu masih tersimpan rapih sama seperti aku masih di sini" (jawab Arif kepada ibunya)
Ibunya pun hanya tersenyum melihat Arif, Bu Ratna pun langsung duduk di samping Arif yang sedang duduk di atas tempat tidur nya.
"Karna semenjak kamu pergi dari rumah ini, ibu hanya membersih kamar ini dan merapihkan kamarmu saja tampa memindahkan barang-barang yang ada di kamar mu nak, dan sprai yang ada di atas tempat tidur mu selalu ibu cuci dan ibu pasang kembali, karna jika ibu membuka kamar mu ibu selalu merasakan kehadiranmu disisi ibu" (ucap ibunya sambil tersenyum)
Air mata Arif pecah begitu saja, ia sangat bersedih mendengar apa yang ibunya ucapkan, ia merasa sangat bersalah telah meninggalkan ibunya. Ketika Arif sedang menangis di pelukan ibunya, tiba-tiba Alif masuk ke kamar Arif dan langsung melempar bola ke arah Arif.
"Lu kenapa sih nangis mulu?" (ucap Alif yang langsung duduk di samping ibunya)
"Apaan sih lu ganggu gua aja, gua lagi kangen sama ibu" (jawab Arif kepada Alif)
Ibunya pun tersenyum karna akhirnya ia bisa bersama dengan anak-anaknya kembali, Bu Ratna pun langsung memeluk anak kembarnya itu dan berbicara kepada Arif dan Alif.
"Ibu bahagia akhirnya bisa berkumpul dengan kalian, jagoan ibu sudah dewasa tapi buat ibu kalian masih anak kecil di mata ibu" (ucap Bu Ratna)
__ADS_1
################################
Di rumah Leni
Sementara itu Leni terus menanti kabar dari Arif, ia masih berdiam diri di kamar dan terus menatap layar handphonenya.
"Kemana yah Arif udah hampir sore gini belum ngabarin" (ucap Leni di dalam hati sambil melihat layar handphonenya)
Akhirnya Leni pun memaksakan dirinya untuk mengirimkan pesan kepada Arif. yang isi dari pesannya itu adalah "Kamu sudah sampai?" , kata yang sangat singkat dari wanita yang terus menunggu kabar dari laki-laki yang sangat ia cintai. Akhirnya Leni pun menyimpan handphone dan pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk ibu dan ayahnya yang sebentar lagi akan tiba dari tokonya.
################################
Bu Ratna pun sudah pergi dari kamar Arif, dan cuma Alif lah yang sedang menemani Arif di kamarnya. Handphone Arif pun bergetar di atas meja, dan Arif pun langsung mengambil handphone untuk membuka pesan. Terkejutnya Arif melihat pesan dari Leni, Arif pun baru mengingat janjinya yang akan segera menghubungi Leni. Arif pun terus menelpon Leni hingga beberapa kali, Alif pun memperhatikan sikaf Arif yang sedikit panik.
"Lu kenapa lagi?" (ucap Alif)
"Ahhh lu udah gua ngomong berapa kali, udah lu akhiri aja hubungan lu sama Leni, sadar dong Leni tuh siapa lu sekarang" (ucap Alif dengan wajah yang tidak suka)
"Udah gua ngomong berapa kali juga sama lu, kalo gua udah terlanjur sayang Leni, mau gimana pun juga gua bakalan memperjuangkan dia" (jawab Arif yang terus menegaskan bahwa ia sangat mencintai Leni)
Alif pun hanya terdiam dan sibuk memainkan game di handphone nya.
################################
Sementara Bu Neni dan suaminya sudah sampai di rumahnya dan melihat Leni sedang memasak di dapur, sementara Indra sedang di kamar untuk mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
Bu Neni pun langsung membantu Leni yang sedang memasak, sementara suaminya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Kamu masak apa nak kaya serius banget, ibu ucapkan salam sampe kamu ga jawab malahan yang jawab cuma kakakmu?" (ucap Bu Neni)
"Eh ibu udah pulang, maaf Bu aku ga denger" (jawab Leni sambil mencium tangan ibunya)
"Kamu kenapa sih kayanya lagi mikirin sesuatu, udah ibu aja yang masak" (ucap Bu Neni sambil mengambil alih masakan Leni)
"Aku kepikiran Arif Bu, sampe sekarng dia belum ngabarin aku" (jawab Leni)
"Yaampun nak, mungkin dia langsung seneng ketemu sama ibu dan keluarganya jadi belum sempat ngabarin kamu, udah tar juga ngabarin kok Arif nya" (ucap Bu Neni sambil tersenyum)
Joni pun keluar dari kamar mandi dan mendengar pembicaraan Leni dan ibu nya.
"Udah nak Arif pasti baik-baik saja, udah kamu cepet mandi" (ucap ayah Joni kepada Leni)
"Iyah yah" (jawab Leni yang langsung ke kamarnya untuk mengambil handuk)
Ketika Leni di kamar ia melihat handphone berbunyi dan ternyata Arif yang menelponnya. Leni pun mengangkat telpon Arif dengan sangat bahagia.
"Hallo sayang" (ucap Leni dengan tersenyum)
"Kamu dari mana saja aku telpon baru di angkat" (jawab Arif)
"Oh tadi aku lagi di dapur, oh iyah kamu kemana aja baru ngabarin aku" (ucap Leni)
__ADS_1
"Maaf yah sayang, dari keluar bandara aku ga main handphone, aku main hp cuma ngabarin Alif buat segera jemput aku doang" (jawab Arif menjelaskan kepada Leni)
Leni pun percaya dengan apa yang di ucapkan Arif, hati Leni pun sudah merasa tenang ketika sudah mendengar suara dan kabar dari Arif.