
Ketika Arif sedang membeli makan siang tiba-tiba ia teringat kepada kekasihnya, Arif pun segera menghubungi Leni karna ia tau ini sudah masuk jam istirahat Leni.
Suara handphone Leni pun berbunyi, kemudian Leni mengambil handphone yang berapa di tasnya. Sesuai dugaan Leni yang menelponnya adalah Arif kekasih yang sangat ia cintai, karna Leni mengingat ucapan Arif tadi pagi akan mengajak Leni untuk pergi bersama.
"Hallo sayang" (ucap Leni dengan tersenyum)
"Seneng banget sih di panggil sayang sama kamu" (ucap Arif yang terus menggoda Leni)
"Apaan sih gitu teruss"
Pipi Leni pun selalu memerah ketika Leni berbicara dengan Arif, Arif selalu membuat jantung Leni berdenyut kencang, hari-hari Leni pun selalu berwarna, Leni menjadi gadis yang sangat periang, seolah hidupnya sangat lebih berarti karna kehadiran Arif, mungkin karna ini kali pertamanya Leni bisa merasakan jatuh cinta, karna sebelumnya Leni tidak pernah membuka hati untuk siapapun. Sungguh bahagia nya hari-hari Leni selalu bersama dengan orang yang ia cintai dan bahkan ia bisa tinggal satu rumah meskipun belum ada status menikah. Kebahagian Leni tidak bisa di jelaskan oleh kata-kata. Dia seperti wanita yang sangat sempurna, karna bisa memiliki laki-laki yang seutuhnya mencintainya. Namun disisi lain hati Leni pun masih merasa ada yang kurang, karna ia tidak bisa menceritakan dan membagikan kebahagiaan kepada siapa pun. Biasanya orang yang sudah memiliki pasangan akan terbuka entah itu kepada orangtuanya, kakaknya, sahabatnya, dan bahkan akan mempost kebahagiannya di sosial media, karna ia akan terus menceritakan kebahagiannya satu persatu kepada orang yang ada di sekelilingnya agar semua orang tau bahwa ia sangat bahagia. Tapi itu semua tidak terjadi kepada Leni, karna Leni hanya bisa menyimpan semuanya rapat-rapat dalam hati agar semua orang tidak mengetahui bahwa ia sudah memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Karna ia sadar apa yang di lakukan nya itu sangat memalukan untuk di ceritakan kepada semua orang.
__ADS_1
Kemudian Arif pun mengajak Leni untuk pergi makan siang bersama karna kebetulan Arif pun sedang berada di dekat kampus Leni.
"Oh iya, aku juga lagi di tempat makan dekat kampus kamu, kamu mau ga pergi makan bareng aku" (ucap Arif yang berharap Leni mau ikut pergi dengannya)
"Aku mau pergi makan sama kamu, tapi aku ga mau makan di dekat kampus karna aku takut ada yang lihat ntah kak Indra yang liat atau teman-temannya, aku ga mau ambil resiko" (jawab Leni)
"Yaudah makannya yang aga jauhan aja dari kampus kamu, kalo kamu mau aku jemput sekarang, kamu tunggu di depan kampus yah" (ucap Arif yang langsung menaiki sepadah motornya dan pergi menjemput Leni, karna cuma ini lah kesempatan untuk berdua dengan Leni, ketika sudah di rumah mereka pun harus jaga jarak agar tidak ada yang curiga dengan hubungan mereka)
Sampailah mereka di sebuah caffe yang jaraknya lumayan sangat jauh dari kampus Leni, mereka pun memesan makanan kesukaan mereka.Tapi tangan Leni terus Arif genggam seakan ia tidak mau melepaskan genggamannya itu.
"Aku sangat mencintaimu Leni, aku ga mau kehilangan kamu" (ucap Arif yang terus menggengam tangan Leni dan tak mau untuk melepasnya)
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintaimu dan bahkan aku pun tak mau untuk kehilanganmu" (ucap Leni yang terus memandangi wajah Arif)
Ketika mereka sedang asik makan bersama untuk menghabiskan waktu berdua tiba-tiba Alif menghubungi sodara kembarnya Arif, karna memang Arif sudah meninggalkan studio sudah hampir 3 jam lamanya. Arif pun segera mengangkat telpon dari Alif.
"Hallo Lif ada apa?" (ucap Arif sambil memakan kue bersama Leni)
"Ada apa ada apa, lu kemana aja? bilang mau beli makan sebentar sampe sekarang ga balik balik, makanan ga ada orangnya ga ada" (Alif pun sangat kesal dengan kelakuan sodara kembarnya itu)
"Yaampun gua lupa kalo ada lu di studio, yaudah gua balik sekarang." (ucap Arif dengan tertawa sambil menepuk jitadnya)
Akhirnya Arif pun dan Leni memutuskan untuk pergi, Arif kembali ke studio nya dan Leni kembali ke kampus karna masih ada jam kuliah yang harus ia hadiri.
__ADS_1