Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 62


__ADS_3

"Pppprraaaaaaayyyyyyy"


Gelas yang di pegang Leni tiba-tiba jatuh, badannya serasa lemas, kepalanya tiba-tiba sakit, lalu Bu Neni berlari menemui anak gadisnya itu.


"Kamu kenapa sayang" sambil membereskan pecahan gelas yang berada di lantai.


"Aku tiba-tiba sakit kepala Bu, bahkan tubuhku seperti melayang, dan aku tidak sengaja menjatuhkan gelasnya bu" Leni pun terus memegangi kepalanya yang sangat sakit.


Lalu Bu Neni berdiri untuk membantu anak gadisnya beristirahat di kamarnya, Leni pun merasa bingung dengan kondisi tubuhnya, padahal sebelum ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum, dan sama sekali ia tidak merasakan sakit kepala sedikit pun.


Leni pun akhirnya mencoba untuk beristirahat di kamar, agar sakit kepala yang ia rasakan bisa hilang dengan cara tertidur. Ketika Bu Neni pergi keluar untuk meninggalkan anaknya agar beristirahat, namun sekarang hati Leni merasa tidak tenang, ia seperti merasakan sakit di dadanya.


"Ada apa ini, kok perasaan ku jadi uring uringan" gumam Leni sambil terus mencoba untuk memejamkan matanya.


Ketika Leni terus memaksakan matanya untuk tertidur dan akhirnya Leni pun bisa tertidur dengan sangat pulas.


Tiba-tiba Bu Neni pun membuka pintu kamar anaknya, ia ingin mengetahui bagaimana keadaan anak gadisnya itu, ternyata Leni masih tertidur dan ia pun mencoba untuk membangunkan Leni karna jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.


"Nak, bangun sayang" ucap Bu Neni yang terus mengelus rambut anak gadis nya itu.


"Emmmmmmm.... nanti dulu Bu aku masih ngantuk" jawab Leni dengan suara khas orang baru bangun tidur


"Ini sudah magrib nak, kamu belum mandi dan sholat, ga baik anak gadis tidur magrib magrib" ucap Bu Neni yang terus menggoyang goyangkan tubuh anaknya itu.


Leni pun langsung membuka matanya dengan sangat terkejut.


"Haaaahh jam 6 Bu, berarti hampir 6 jam aku tertidur" ucap Leni yang langsung duduk di atas tempat tidurnya.


"Yaudah kamu cepat mandi yah, bagaimana keadaan mu sekarang?" ucap Bu Neni yang menanyakan keadaan anaknya itu.


"Aku baik Bu, sakit kepala aku pun sudah hilang" Leni pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


_


Sementara itu sanak saudara Arif pun sudah meninggal ruang dimana Alif sedang di rawat, dan acara pernikahan Arif dan Iin pun sudah selesai.


Kemudian Bu Ratna menyuruh Arif dan Iin segera pulang untuk membersihkan dirinya, karna Bu Ratna mengerti apa yang akan dilakukan oleh seorang suami istri yang baru saja menikah.


"Oh iyah nak, kamu mendingan pulang bersama Iin, biarkan malam ini ibu yang akan menjaga Alif disini" Bu Ratna pun terus memancarkan senyum kebahagiaan kepada Arif dan Iin.


"Tapi Bu, kalo ibu disini aku takut ibu akan sakit, biarkan saja aku yang menunggu Alif disini" jawab Arif sambil memegang kedua tangan ibunya.


"Nak, kalian berdua baru saja menikah, dan kalian butuh waktu untuk berdua" ucap Bu Ratna kepada Arif.


"Yaudah aku akan pulang bersama dengan kak Lina, mas Agung dan Lidia" Arif pun mencoba melihat kepada kakaknya kak Lina.


Kak Lina pun langsung menolak ajakan dari Arif, "Malam ini kakak dan mas agung akan bermalam di rumah eyang Lidia dek, tapi sebelumnya kakak akan tetap disini untuk menemani ibu, kamu cepat pulang dek bersama Iin." ucap kak Lina kepada Arif.


Akhirnya Arif pun terpaksa pergi pulang bersama Iin, karna tidak ada alasan untuk menetap di rumah sakit, Arif lupa tidak membawa baju salin dan ia pun memaksakan untuk pulang karna keadaan yang semakin mendesak.


Tanpa pikir panjang Iin langsung masuk ke kamar Arif, karna memang statusnya sekarang adalah istri sah nya Arif, ia pun berhak untuk mengikuti kemana suaminya pergi.


Ketika Iin sudah berada di kamar Arif, ternyata Arif sudah terlebih dahulu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ketika Arif sudah keluar dari kamar mandi, ia pun melihat Iin sudah berada di dalam kamarnya.


"Kamu ngapain disini?" ucap Arif kepada Iin.


"Kamu nanya aku ngapain ada disini? kamu lupa, siapa aku sekarang?" jawab Iin sambil mencari handuk yang berada di dalam tas milik Iin, dan Iin pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Karna sebelum melakukan ijab khobul Iin sudah menyiapkan semua perlengkapan nya di rumah Arif termasuk baju salinnya nanti.


Arif pun hanya bisa terdiam karena ia sadar apa status mereka sekarang, Arif pun langsung mengambil baju yang berada di dalam lemari dan ia pun langsung segera pergi ke atas tempat tidurnya untuk segera beristirahat, karna ia sangat lelah dengan hari ini, hari yang di mana menurut nya penuh dengan drama.


Di dalam kamar mandi Iin pun terus tersenyum, ia sangat bahagia dengan hari ini.

__ADS_1


"Kamu akan menjadi milik ku mas Arif, dan aku akan membuat malam ini sangat indah untuk mu" gumam Iin yang terus tersenyum sambil membasuhkan air ke tubuhnya.


Iin pun sudah selesai dan langsung keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk yang sengaja di lilit kan ke tubuhnya dengan tidak terlalu kencang, rambutnya pun sangat basah, dan bahkan masih ada air di badan Iin.


Iin pun mencoba mengambil baju tidur yang berwarna putih dan sangat tipis, dan bahkan ia sengaja tidak memakai bra nya, setelah Iin sudah mengeringkan rambutnya dan mengoleskan lipstik berwarna merah dengan sangat tipis, ia berjalan menuju tempat tidur Arif, dan mencoba duduk di sebelah Arif sambil mengelus pipi Arif.


Arif pun mencoba membuka matanya dan melihat Iin sudah terlihat sangat cantik di depannya, lekuk tubuhnya pun terlihat sangat jelas, dan bahkan pucuk ******** nya pun sangat menggoda Arif.


Iin pun terus mencoba merayu Arif, ia terus mengusap pipi Arif dengan sangat lembut, memegang bibir Arif, dan bahkan mengusap tubuh Arif sampai dadanya. Iin pun mencoba membisikkan ke telinga Arif dengan suara yang sangat lembut.


"Aku akan menyerahkan semuanya untukmu mas, karna aku sangat mencintai mu" lalu Iin pun mencoba untuk mencium pipinya Arif dan mencoba mencium bibirnya Arif dengan sangat lembut. Karna memang Iin sangat menginginkan malam ini.


Arif pun hanya bisa menarik napasnya, Arif pun tidak bisa menolak hasratnya karena Arif adalah laki-laki normal yang memang membutuhkan hal seperti itu. Apalagi melihat penampilan Iin yang sangat membuat tergoda dan tidak bisa menahan diri untuk menolaknya.


Dan akhirnya malam itu pun terjadi, Arif sudah melakukan sesuatu kepada Iin, dan bahkan ia melakukan hinggan beberapa kali di malam itu. Ia pun tidak mengingat wanita yang ia cintai, karna Arif terlalu menikmati setiap inci dari tubuh Iin, karna Iin terus membuat nya semakin bergairah dan melupakan masalah yang ada di otaknya.


Keesokan harinya Arif pun baru tersadar apa yang di lakukan semalam kepada Iin, Arif pun langsung terbangun dan melihat Iin masih tertidur dengan keadaan yang sangat lelah tanpa menggunakan baju sehelai pun, dan Arif pun mencoba untuk menutupi nya dengan selimut.


"Apa yang gua lakukan, bodoh..bodoh...bodoh..." gumam Arif yang terus memukul kepalanya.


"Gua harus pergi...."


Akhirnya Arif pergi meninggalkan Iin seorang diri di dalam rumahnya.


.


.


.


Jangan lupa di like yah teman-teman 🤗🤗

__ADS_1


maaf jika masih ada kata yang rancu untuk di baca, karna saya pun masih belajar, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi 😊😊


__ADS_2