Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 21


__ADS_3

Keesokan harinya ternyata ibu sudah bersiap-siap menyiapkan untuk acara pernikahannya yang akan di laksanakan besok pagi, Bu Neni tidak mengadakan acara yang mewah tetapi Bu Neni dan Joni hanya membuat syukuran kecil-kecilan dan hanya mengundang tetangga dan kerabat dekatnya. Berhubung Joni memiliki tokok sembako dan sayur-sayuran di pasar, jadi Joni menyuruh Arif untuk membawakan keperluan yang di butuhkan kerumah Bu Neni.


"Rif, ayah tinggal dulu yah mau kerumah Bu Neni. Ayah mau membatu mereka mempersiapkan acara pernikahan ayah besok pagi. Oh iyah kamu jangan lupa bawakan keperluan untuk persiapan besok dari tokok, kamu bawa mobil pick up saja untuk mempermudah membawa barang-barang" (ucap Joni kepada Arif)


"Oke siaaaap yah, ayah naik motor aku saja" (ucap Arif sambil memberikan kunci motornya)


Arif sangat senang akan pergi kerumah Leni dan bertemu Leni kembali. Sementara itu Leni tidak mengetahui bahwa dirumah akan mengadakan syukuran karena ibunya memang tidak memberitahukan kepada Leni, sementara Indra sudah mengetahui bahwa dirumahnya akan mengadakan syukuran dan Indra pun sudah membatu tetangga di luar rumahnya. Ketika Leni sudah bangun dan keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi tiba-tiba Leni melihat dirumahnya sudah banyak orang, Leni pun langsung bertanya kepada ibunya.


"Bu, ada apa ini? Kok dirumah banyak orang" (ucap Leni yang bertanya kepada ibunya)

__ADS_1


"Jadi gini nak, ibu dan om Joni berencana akan mengadakan syukuran untuk pernikahan ibu dan om Joni, jadi ibu mengundang tetangga dan kerabat untuk sekedar makan dirumah" (ucap ibunya yang menjelaskan kepada Leni)


"Oh jadi om Joni sudah ada Bu" (ucap Leni yang menanyakan Joni kepada ibunya)


"Om Joni belum ada nak, mungkin sebentar lagi beliau akan datang" (ucap Leni kepada anak bungsunya itu)


"Yaudah Bu aku mandi dulu, setelah aku mandi aku akan bantu ibu untuk memasak" (ucap Leni yang langsung pergi ke kamar mandi)


"Assalamualaikum"

__ADS_1


"Walaikumsalam, masuk mas kemari" (ucap Bu Neni sambil menyuruh Joni untuk masuk kerumahnya)


Dan tak lama kemudian Arif pun datang dan membawa semua keperluan untuk syukuran pernikahan ayah dan Bu Neni. Indra pun dengan sigap membantu menurunkan sayuran dan sembako yang akan di masak untuk hari ini dan esok. Kemudian Arif membawa bungkusan tersebut ke dapur rumah Bu Neni dan tanpa di sangka Leni pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya. Betapa terkejut Leni melihat Arif berada di depannya dengan rasa malu Leni pun langsung masuk ke kamarnya untuk berganti baju. Setelah selsai memakai baju, Leni pun pergi keluar kamar untuk membatu ibunya, Leni pun bertanya kepada ibu bagaimana perasaan ibunya akan menikah lagi besok.


"Bu, ga kerasa yah sebentar lagi ibu akan mempunyai suami baru, gimana perasaan ibu akan menikah lagi?" (ucap Leni kepada ibunya sambil tersenyum)


"Gimana yah nak, ibu juga bingung. maafkan ibu yah nak ibu ga bisa jadikan ayah kamu pertama dan terakhir di dalam hidup ibu" (ucap Bu Neni yang merasa tidak enak kepada anak-anaknya)


"Bu, jodoh itu sudah ada yang ngatur. ibu berpisah dengan ayah bukan karna bercerai tapi ibu dan ayah berpisah karena kematian, umur manusia itu tidak ada yang tau, ayah juga pasti mengerti dan mendoakan ibu agar selalu bahagia, apalagi selama ini ibu yang sudah berjuang mati-matian untuk menghidupi aku dan kak Indra, lihat hasil perjuangan ibu sekarang aku dan kak Indra bisa wisuda bareng, jadi menurutku ibu pun pantas untuk bahagia" (ucap Leni sambil memegang kedua tangan ibunya)

__ADS_1


Bu Neni pun menangis mendengar anak bungsunya itu sudah mengerti arti kehidupan, jawaban yang Leni berikan kepadanya sangat menyentuh hatinya. Bu Neni sangat banga memiliki kedua anak yang benar-benar bisa menerima keputusan yang ia ambil. Dari kecil Indra dan Leni sangat mematuhi perintah ibunya, mereka adalah penguatnya saat ia terpukul.


__ADS_2