
Ternyata Bu Ratna mendengar pembicaraan Arif dengan Leni, dan ia pun langsung pergi untuk menemui Iin yang sedang berada di halaman belakang rumah Bu Ratna.
"Nak kemarilah, ibu ingin berbicara" (ucap Bu Ratna memanggil Iin untuk duduk di halaman samping rumahnya)
"Iyah buu.." (jawab Iin yang langsung berjalan menemui Bu Ratna)
"Ada apa Bu?" (jawab Iin yang langsung duduk di samping Bu Ratna)
"Sepertinya kita harus segera menjalankan rencana kita, kamu harus bisa mencuri hati Arif agar Arif bisa tertarik kepadamu dan mau untuk menikahimu" (ucap Bu Ratna)
"Iyah Bu aku akan berusaha untuk mendapatkan hati Arif, karna aku pun sudah menyukainya" (jawab Iin kepada Bu Ratna)
"Ibu akan terus dukung hubungan kalian, karna ibu mau kamu lah yang menjadi pendamping Arif bukan gadis dari wanita yang telah mengambil suamiku" (ucap Bu Ratna dengan tegas)
Akhirnya Iin pun berpamitan untuk pergi pulang karna hari sudah sore.
Bu Ratna pun menyuruh Arif untuk mengantarkan Iin pulang, dan Arif pun tidak bisa menolak perintah dari ibunya itu. Akhirnya Iin pun pulang bersama Arif, selama di perjalanan Iin terus mengajak bicara Arif, tadinya Arif pun malas untuk menjawab pertanyaan Iin tapi mengingat Iin lah yang selalu menjaga ibunya jadi Arif pun menghargai kebaikan Iin selama ini.
Setibanya Iin dirumahnya, Iin pun mengajak Arif untuk mampir ke rumahnya, karna memang Iin tinggal sendiri, ayahnya sudah meninggal sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar, dan ibunya pun sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu. Arif pun menerima ajakan Iin untuk mampir dan meminum kopi dirumahnya.
"Ayo masuk mas" (ucap Iin kepada Arif)
"Iyah makasih in" (jawab Arif sambil masuk kerumah Iin, dan duduk di kursi ruang tamu Iin)
"Kamu mau minum apa mas? minum kopi?" (ucap Iin)
__ADS_1
"Boleh deh kopi tapi jangan terlalu pait yah" (jawab Arif dengan tersenyum)
"Siap mas" (ucap Iin dengan tersenyum dan pergi ke dapur untuk membuatkan kopi)
Iin pun merencanakan sesuatu agar Arif bisa berkesan mampir kerumah nya, Iin pun sudah membuatkan kopi untuk Arif dan membawakannya kepada Arif, ketika kopi Arif akan disimpan di meja tiba-tiba dengan sengaja Iin menjatuhkan kopi Arif dan mengenai baju Iin.
"Aduuhhh panaaaasss" (ucap Iin sambil membukakan kancing bajunya setengah yang terkena kopi panas)
Arif pun dengan refleks nya menyentuh bagian dada Iin, karna memang yang terkena kopi pas bagian dada nya Iin.
Ketika Arif menyentuh Iin serasa ada yang berbeda dari dirinya, jantung Arif pun berdebar kencang.
"Aduuhh gimana ini, panas ga?" (ucap Arif kepada Iin sambil membersihkan baju Iin di bagian dadanya)
"Aduh mas panas, aku mau ke kamar mandi dulu" (Iin pun berlari menuju kamar mandi dengan tersenyum)
"Apa yang aku lakukan" (ucap Arif dalam hati)
Tiba-tiba Iin memanggil Arif untuk menemuinya di depan kamar mandi.
"Massss, kemarilah" (ucap Iin)
"Ada apa in?" (jawab Arif)
"Mas bisakah kau ambilkan handuk ku di kamar, aku lupa ga bawa handuk" (ucap Iin kepada Arif)
__ADS_1
"Oh iyah aku ambilkan, kamarnya yang mana" (ucap Arif menuju kamar Leni)
"Kamar yang paling depan mas" (jawab Leni)
Arif pun sudah mengambilkan handuk Iin dan memberikannya kepada Iin.
"Ini handukmu" (ucap Arif)
"sini mas" (jawab Iin sambil membukakan pintu kamar mandinya sedikit dan menjulurkan tangannya yang sangat putih dan bersih itu)
Ketika Iin sudah keluar dari kamar mandi, iin pun hanya memakai handuk yang di lilit nya di bagian dada Iin, tubuh Iin pun sangat terlihat jelas oleh Arif. Mata Arif pun terus melihat lekuk tubuh Iin yang sangat putih dan bersih itu.
Setelah Iin selesai memakai pakaiannya Iin pun keluar dari kamar untuk menemui Arif.
"Maaf yah mas kopinya tumpah, apa mau di buatkan lagi" (ucap Iin sambil duduk di kursi ruang tamunya)
"Iyah ga apa-apa, kamu baik-baik saja kan?, ga usah in sebentar lagi juga aku mau pulang" (jawab Arif dengan tersenyum)
"Bener mas? aku baik-baik saja kok" (ucap Iin kepada Arif)
"Oh iyah ibu mu dimana?" (ucap Arif)
"Aku tinggal sendiri mas, ibu ku sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu, makanya selama ini aku menganggap Bu Ratna itu seperti ibuku sendiri" (jawab Iin dengan tersenyum)
"Maafkan aku, aku tidak mengetahui kalo ibumu sudah tiada" (ucap Arif kepada Iin)
__ADS_1
"Iyah mas gak apa-apa" (jawab Iin dengan tersenyum)
Arif pun memutuskan untuk segera pulang dari rumah Iin, karna memang Arif ingin segera beristirahat di kamarnya.