Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 61


__ADS_3

Keesekokan harinya Iin mempersiapkan pernikahannya dengan kak Lina untuk menyewa baju pengantin yang sangat sederhana untuk di pakaiannya di hari pernikahannya esok.


"Kak, seperti aku akan mengambil baju ini saja, dan mas Arif akan memakai kemeja berwarna putih dan jas hitam ini." ucap Iin sambil menunjukan baju pengantin yang akan ia ambil.


"Yasudah dek, bajunya sederhana tapi terlihat mewah jika sudah di pakai, pasti kamu akan terlihat lebih cantik di hari spesialmu" jawab kak Lina dengan tersenyum.


Sementara itu Arif pergi untuk membeli cincin pernikahan untuk Iin, Arif pun teringat dengan Leni mereka pun pernah ada di situasi seperti ini untuk membelikan cincin pernikahan untuk ayah dan ibunya. Selama ini Arif pun berharap, ia akan membelikan cincin untuk Leni tapi harapan itu tinggal harapan, dan kenyataannya sekarang ia harus membeli cincin untuk di pakaikan kepada wanita yang sama sekali ia tidak cintai.


Ketika mereka sudah selesai membeli semua perlengkapan pernikahan mereka, mereka pun kembali ke rumah sakit, Iin sudah membawa baju pengantin dan Arif sudah membawa cincin pernikahan mereka.


"Mas, apa kamu suka dengan baju yang aku pilihkan untuk kamu pakai besok?" Iin pun menunjukan bajunya kepada Arif.


"Iyah, aku suka dengan bajunya. Oh iyah aku sudah membeli cincin untuk kamu, kamu suka?" Arif pun menunjukan cincinya kepada Iin dan mencoba memakaikannya.


"Aku suka mas, cincinya bagus, pas juga di jari aku" Iin pun tersenyum kepada Arif dan ia pun terus memandangi cincin yang sudah melingkar di jari manis Iin.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka bisa secepat ini menikah dengan mu mas" gumam Iin yang terus memandangi wajah Arif.


_


Keesokan harinya, hari dimana yang sangat di tunggu dan di harapkan oleh Iin semua akan terjadi. Ia pun sudah memakai baju pengantin dan ia pun sudah di dandani dan sudah terlihat sangat cantik, tangan putihnya pun sudah di pakaikan hena yang membuat penampilan sangat berbeda, senyum kebahagiannya pun sudah terpancar di wajah Iin. Ia pun terus tersenyum kepada semua orang yang berada di ruangan ini untuk menunjukkan kebahagiaan nya kepada orang-orang yang melihatnya


Sementara itu Arif pun sudah bersiap-siap untuk melakukan akad nikah, sanak saudara pun sudah berkumpul untuk menyaksikan Arif menikah, dan bahkan penghulu pun sudah ada dan sedang mempersiapkan acaranya.


Alif pun tersenyum kepada Arif, dan Arif pun segera menemui sodara kembarnya itu untuk menyapa nya.


Alif pun hanya bisa menggunakan kepalanya dan terus tersenyum kepada Arif, "Terimakasih kamu sudah mau menuruti kemauan ku, aku sangat bahagia Rif" ucap Alif kepada Arif.


"Ini semua aku lakukan demi kebahagiaan kamu dan ibu, seperti yang kamu tau Lif, aku sebenarnya tidak bahagia dengan pernikahan ini" jawab Arif yang terus membisikkan perkataannya kepada Alif.


"Aku yakin setelah kalian menikah cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya" jawab Alif dengan terus tersenyum.

__ADS_1


Bu Ratna pun memanggil Arif untuk segera duduk dan melakukan ijab khobul nya karna penghulu sudah siap dan duduk untuk melangsungkan pernikahan Arif dan Iin.


"Kamu sudah siap nak, ibu sangat bahagia dengan pernikahan kalian" ucap Bu Ratna kepada Arif dan Iin.


Arif pun segera duduk di samping Iin dan di depan penghulu yang sudah di hadiri para saksi, paman Iin pun sudah hadir untuk menjadi wali nikah keponakan nya itu. karna memang yang kita ketahui kedua orang tua Iin sudah meninggal.


"Maafkan aku Leni" gumam Arif, batin Arif pun sebenarnya menangis melihat apa yang terjadi hari ini di depan matanya sendiri.


"SAUDARA ARIF PRIYADI BIN JONI ABDULRAHMAN, SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN KEPONAKAN SAYA YANG WALI NIKAHNYA SUDAH DI SERAHKAN KEPADA SAYA YANG BERNAMA IIN MULYANI BINTI ALMARHUM HAIKAL MALIK DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN CINCIN EMAS SEBERAT 5 GRAM, TUNAI!!"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA IIN MULYANI BINTI ALMARHUM HAIKAL MALIK DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT, TUNAI!!"


"Bagaimana para saksi sah? Sah?" penghulu pun menanyakan ke absahan ijab khobul tadi ke para saksi.


"Saaaaaaaahhhhhh" saksi pun menjawab dan diikuti oleh teriakan para keluarga yang sudah hadir di dalam ruangan kamar Alif yang sedang di rawat.

__ADS_1


__ADS_2