
Akhirnya mereka pun sudah sampai di rumah Bu Neni, Arif segera mengajak sodara kembar nya untuk segera masuk. Sementara itu Bu Neni sudah menyiapkan makanan di meja makan untuk di makan bersama dengan Alif yang sekarang sudah menjadi anaknya.
"Assalamualaikum"
Kemudian Bu Neni langsung keluar untuk membukakan pintu karna ia ingin segera bertemu dengan Alif.
"Walaikumsalam, masuk nak. Duduk disini nak" (Sambil tersenyum Bu Neni menyambut anak sambungnya itu)
Alif pun hanya bisa tersenyum melihat Bu Neni sangat antusias menyambut kedatangannya. Alif pun segera mencium tangan istri baru ayahnya itu.
"Gimana kabarnya Bu, kenalin ini Alif. Ayah dimana Bu?" (ucap Alif dengan tersenyum)
"Ayah sedang sholat nak, sebentar lagi beres. Kamu mau minum apa nak? nanti ibu buatkan" (ucap Bu Neni yang terus memandangi anak sambungnya itu dan segera berdiri untuk pergi ke dapur)
"Ga usah repot-repot Bu biar nanti saja aku yang ambil ke dapur, aku ga mau ngerepotin ibu" (ucap Alif yang sedikit malu)
"Ga apa apa nak, sekalian ibu mau panggil Indra dan Leni kebetulan mereka sedang berada di kamar nya" (Bu Neni pun langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Alif)
Setelah Bu Neni pergi ke dapur, tak lama ayah nya pun keluar kamar dengan menggunakan baju koko berwarna abu-abu dan memakai sarung berwarna coklat. Alif sangat terkejut melihat perubahan ayahnya menjadi pribadi yang lebih baik.
"Aliffffffffffffffff anakku" (ucap Joni yang langsung memeluk anaknya itu)
__ADS_1
"Yaah, Alif kangen sama ayah" (Alif pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya sehingga air matanya pun tak bisa ia tahan)
Alif memeluk erat tubuh ayahnya untuk melepaskan rasa rindunya kepada ayahnya. Kemudian Indra dan Leni pun keluar dari kamar untuk bertemu dengan Alif. Joni terus memeluk anaknya karna ia pun sangat merindukan Alif.
"Ayah juga kangen sama kamu nak, maafin ayah yah nak belum bisa jadi ayah yang baik buat kamu" (ucap Joni yang terus menitihkan air matanya)
Tak lama kemudia Bu Neni sudah kembali dari dapur dan membawakan air untuk Alif, Bu Neni pun ikut bersedih melihat suami dan anaknya sedang menangis bersama.
"Nak Alif kamu minum dulu. Sudah mas jangan menangis kasian Alif baru datang suruh istirahat dulu, kamu jangan bersedih karena Alif pun akan tinggal bersama kita di sini, kamu mau kan nak tinggal bersama ayah disini? (ucap Bu Neni kepada Alif)
Alif pun belum bisa menjawab pertanyaan Bu Neni, ia hanya bisa tersenyum dan mencoba untuk berhenti menangis.
"Iyan Bu terimakasih" (ucap Alif dengan tersenyum)
"Oh iyah nak, kenalin ini anak ibu yang pertama namanya Indra, dan ini anak ibu yang kedua namanya Leni, semoga kamu bisa menganggap mereka seperti adikmu yah, soalnya Arif pun sudah menggap mereka seperti adiknya sendiri" (ucap Bu Neni kepada Alif)
"Iyah bu, semoga ibu juga bisa anggap aku seperti anak ibu yah, terimakasih ibu sudah menerima Alif dengan baik" (jawab Alif dengan tersenyum kepada Bu Neni dan anak-anaknya)
Ayah Joni sangat senang bisa berkumpul dengan anak-anaknya kembali, tapi sebenarnya Joni masih memiliki perasaan bersalah kepada istrinya yang sebenarnya ia masih memiliki rahasia yang suatu saat akan terbongkar dan membuat Bu Neni kecewa. Joni tidak berani menceritakan semuanya secara jujur kepada Bu neni, ia takut Bu Neni pergi dan meninggalkan saat mengetahui kejadian yang sesungguhnya.
Ketika mereka sedang asik berbincang-bincang di ruang tamu, kemudian Bu Neni segera mengajak mereka untuk pergi makan agar setelah selesai makan Alif bisa langsung beristirahat.
__ADS_1
"Mending kita makan dulu, ibu udah menyiapkan semuanya di meja makan"
Lalu mereka pun segera pergi ke meja makan untuk menikmati makanan yang sudah di buat oleh Bu Neni. Setelah selesai makan mereka pun segera pergi ke kamar untuk beristirahat. Sekarang di kamar Indra jadi ramai karna mereka akan tidur bertiga di kamar Indra.
"Lif maaf yah kamarnya ga ada lagi jadinya kita tidur bareng disini, gpp kan?" (ucap Indra dengan tersenyum malu)
"Iyah lah gpp ndra santai aja, oh iyah itu adik lu? cantik yah dia" (ucap Alif yang tersenyum)
Ketika mendengar Alif memuji kekasihnya itu, Arif pun langsung menjawab pertanyaan Alif dengan sepontan.
"Jangan macem macem Lif dia udah punya pacar" (Ucap Arif dengan nada tegas)
Indra pun sedikit terkejut mendengar adiknya sudah memiliki kekasih padahal selama ini ia tidak mengetahui kekasih adiknya itu.
"Pacar?? emang Leni udah punya pacar? lu tau dari mana Rif" (Indra pun sambil mengerutkan dahinya tanda ia sedikit kebingungan)
Alif pun langsung tertawa mendengar Arif berbicara seperti itu.
"Hahahaha jangan jangan pacarnya lu yah Rif" (ucap Alif dengan sepontan)
Keadaan di kamar Indra mulai tidak kondusif, sehingga Arif tidak merespon pertanyaan mereka dan akhirnya Arif pun mengalihkan pembicaraan dengan mengajak mereka segera beristirahat.
__ADS_1
"Udah lah tadi gua cuma asal ngomong doang, yaudah gua mau tidur" (ucap Arif yang langsung mengambil bantalnya dan langsung tertidur)