Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 75


__ADS_3

Tangisan Leni pun pecah, Leni sangat marah kepada Arif karna sudah membohongi nya dan bahkan sudah menipu nya..


"Jelaskan ini semua arif.... aku ga menyangka bahwa kamu bisa setega ini kepada ku, kamu sudah menikahi wanita itu dan kamu juga sudah menikahi aku, aku kecewa sama kamu" Leni pun langsung berlari ke kamar nya dan langsung mengunci pintu kamarnya.


"Kamu jahat Arif hihihikkkkssss...." Leni terus menangis di dalam kamar dan enggan untuk bertemu dengan Arif.


"Apa salah aku sama kamu selama ini, kamu bisa tega menyakiti hati ku hihihikkksss" hati Leni benar-benar hancur, Leni pun mengacak-acak barang-barang yang ada di dalam kamarnya, bahkan ia sampai membuang hasil test dari kehamilan nya itu.


"Kenapa aku bisa secepat ini mengandung bayi yang ada di dalam rahimku" Leni segera mengambil test kehamilan yang ia simpan dengan sangat rapih di dalam kotak yang tersimpan di dalam lemari pakaiannya dan langsung mematahkan nya dan membuangnya kedalam tempat sampah yang ada di dalam kamarnya.


"Leni sayang, buka pintunya... aku bisa menjelaskan ini semua kepadamu tolong dengarkan penjelasan aku Len...." ucap Arif sambil terus menerus mengetuk pintu kamar Leni.


"Kamu lebih baik pergi dari rumahku, aku sudah tidak mau bertemu denganmu, aku sangat membenci kamu Arif...." jawab Leni dengan tangisan yang sangat keras.


"Sudah Arif, ngapain kamu pertahanan wanita seperti itu. kamu sudah memiliki istri dan sebentar lagi kamu akan memiliki seorang anak" ucap Bu Ratna sambil menarik tangan Arif.


Arif pun segera melepaskan tangan ibunya, "Kenapa ibu hancurkan hidup aku, aku tidak mencintai wanita ini Bu, aku hanya mencintai Leni hihihiksss...." ucap Arif sambil berlutut di kaki ibunya, Arif pun terus menangis memohon agar ibunya bisa merestui hubungan mereka.


"Kamu bodoh Arif, bagaimana mungkin kamu ingin hidup dengan wanita itu dan kamu tega harus meninggalkan anak yang ada di rahim istri mu ini, jika kamu melakukan itu semua lebih baik ibu mati..." Bu Ratna pun menangis di hadapan Arif, dan Iin pun hanya bisa terdiam menyaksikan apa yang terjadi di hari ini.

__ADS_1


Joni pun segera menemui Arif, Joni sangat kecewa dengan anak laki-lakinya itu.


"Sebenarnya ayah sudah curiga sejak kamu pulang dari tempat tinggal ibu mu, mulai kamu datang tiba-tiba, sampai kamu memakai henna di tanganmu, tapi semua kecurigaan ayah, ayah hilangkan. karna ayah sangat percaya dengan mu, bahwa kamu tidak akan mengecewakan ayah, tapi nyatanya kamu sudah membuat ayah malu. apa kamu tidak memikirkan kedepannya seperti apa kalo kamu melakukan ini semua????...." ucap ayah Joni kepada Arif sambil memegang pundak nya dan tanpa ia sadari Joni pun meneteskan air mata nya.


"Ayah maafkan aku, bantu aku untuk tetap bersama dengan Leni yah hihikss..." ucap Arif sambil menangis di hadapan ayahnya.


Arif terus mengetuk pintu kamar Leni agar Leni mau membukakan pintu untuknya, sementara itu Bu Neni terus menangis menyaksikan kejadian yang sangat memalukan yang sedang terjadi di dalam rumah nya, Bu Neni pun sangat mengkhawatirkan perasaan dari anak perempuan nya itu, rasa nya Bu Neni ingin segera masuk ke dalam kamarnya dan segera memeluk anak perempuan nya itu.


"Sudah Arif lebih baik kamu pergi dari sini, sudah cukup kamu menyakiti hati anak saya" ucap Bu Neni dengan nada yang sangat tinggi. "Nak, buka pintunya ini ibu, ibu mau masuk." ucap Bu Neni sambil mengetuk pintu kamar Leni dan berharap anaknya mau membukakan pintu untuknya.


Didalam kamar, Leni terus menangis di balik pintu kamarnya itu, tangisan Leni sangat menusuk batinnya, hatinya hancur, dan bahkan Leni pun berniat untuk meminta cerai kepada Arif, karna prinsip Leni adalah "PENGHIANATAN ITU SUSAH UNTUK DI MAAFKAN" Leni pun segera membukakan pintu kamarnya dan segera berbicara kepada Arif.


"Aku ingin bercerai dengan mu..!" ucap Leni kepada Arif, Leni pun tidak memikirkan bayi yang ada di dalam rahimnya, meskipun orang hamil itu tidak bisa bercerai dengan suaminya.


"Aku menyesal bisa mencintai mu, dan bahkan aku sangat menyesal bisa menikah dengan laki-laki sepertimu, seharusnya aku bisa menahan keinginan ku untuk menikah dengan anak ayah tiri ku sendiri, ini kebodohan terbesar yang aku lakukan, cinta yang sudah membuat ku buta dan bahkan aku tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus, dan cinta juga yang telah mengahancurkan masa depanku" Leni pun sangat marah kepada Arif, Leni pun segera mendorong Arif hingga terjatuh.


"Dasar ibu dan anak sama saja cuma bisa mengambil suami orang saja hemm...." ucap Bu Ratna sambil berjalan menuju Leni. "Sudah Arif lebih baik kamu kemasi barang-barang mu dan segera ikut ibu pulang" ucap Bu Ratna sambil menarik tangan Arif.


"Lancang sekali kau berbicara seperti itu kepada anakku, anakku tidak pernah merebut suami orang, justru kamu yang sudah menghancurkan masa depan putri saya" Bu Neni pun segera berjalan menghampiri Bu Ratna.

__ADS_1


"Haahaha.. asal kau tau aku dan suamimu belum bercerai, jadi sudah jelas bahwa kamu sudah merebut suamiku" ucap Bu Ratna dengan nada sangat sinis.


Seisi rumah terkejut mendengar perkataan dari Bu Ratna, apalagi Bu Neni hanya bisa membulatkan matanya, ia tidak percaya bukan hanya anaknya yang sudah di bodohi ternyata dirinya sendiri pun ikut di bohongi, hari ini adalah hari yang sangat buruk untuk keluarga nya, mereka terjebak di dalam masalah yang sangat rumit ini.


"Mas jelaskan kepada ku...." ucap Bu Neni kepada Joni.


"Aku bisa menjelaskan ini semua kepadamu, dan untuk mu wanita terlicik yang pernah aku temui, sejak awal aku menikah denganmu itu semua bukan karna cinta tapi dengan perjodohan yang sejak awal aku tidak menginginkan nya, dan ketika anak-anak sudah besar aku tetap tidak merasakan kebahagiaan dengan mu, dan aku pun memutuskan pergi dari hidupmu dan berpisah denganmu dan itu pun sudah kamu setujui, dan aku harap kamu tidak usah merusak hubungan ku dengan wanita ku sekarang, karna sudah dari dulu aku sudah mencintai nya, dan aku sudah berjanji kepada diriku sendiri dan kepada alm suaminya akan terus menjaga nya dan kedua anaknya dengan semampu ku" ucap Joni kepada Bu Neni dan Bu Ratna.


Akhirnya Leni pun tetap dengan keputusan untuk berpisah dengan Arif, meskipun Arif belum mengucapkan kata pisah tapi Leni sudah tidak ingin hidup bersama dengan laki-laki penipu seperti Arif.


Mimpi nya menjadi keluarga yang bahagia hanya menjadi mimpi buruk untuk Leni, pernikahan yang di inginkan hanya sekali dalam hidupnya itu hanya kesalahan terbesar yang sudah Leni lakukan, dan bahkan keinginan nya menjadi seorang ibu kini menjadi penyesalan yang sangat dalam.


.


.


.


Jangan lewatkan episode-episode terakhir dari cerita ini 🤗🤗

__ADS_1


semoga kalian suka dengan cerita ini 😉


Penasaran dengan cerita selanjutnya?? tunggu author up lagi 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2