
Arif pun sudah sampai di rumahnya, ketika ia baru saja turun dari motor Alif tiba-tiba ia sudah di sambut oleh keponakan nya yang bernama Lidia, Lidia pun sudah berdiri di depan pintu rumah.
"Om Ariff....." (ucap Lidia sambil berlari untuk memeluk Arif)
Arif pun langsung mengejar dan menggendong Lidia karna Lidia memang sangat dekat dengan Arif.
"Lidiaaa... om sangat merindukan mu" (jawab Arif sambil menggendong Lidia ke dalam rumah)
Sementara di dalam rumah sudah ada mas agung suami dari kak Lina yang sudah lama munggu Arif.
"Rif, yaampun makin ganteng aja" (ucap mas agung kepada Arif)
"Yaallah mas, Arif kangen banget sama mas, mas Agung gimana kabarnya?" (jawab Arif kepada mas agung)
"Mas baik Rif, kamu sendiri gimana kabarnya, ayah baik disana?" (ucap mas agung menanyakan kabar ayahnya)
__ADS_1
"Iyah mas Arif juga baik, Alhamdulillah ayah baik disana mas" (jawab Arif)
Sementara itu Arif pun menurunkan Lidia dari gendongannya karna Arif akan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah ia keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaiannya, Arif pun berkumpul dengan keluarganya di ruang tamu, dan ibunya pun mencoba menanyakan bagaimana Iin di mata Arif.
"Oh iyah nak, ibu mau nanya. Menurut kamu Iin bagaimana?" (ucap Bu Ratna kepada Arif)
"Menurut ku Iin orangnya baik Bu, cantik juga" (jawab Arif dengan tersenyum)
Dalam hati Arif sebenarnya ia sangat ingin bercerita kepada ibu dan keluarganya soal wanita yang ia cinta yang tak lain adalah Leni, tapi Arif sama sekali tidak berani untuk menceritakan hubungannya dengan Leni kepada ibu dan keluarganya. Arif sangat takut untuk bercerita kepada ibunya, ia sangat takut kalo ibunya tidak menyetujui hubungannya dengan Leni. jadi Arif memutuskan untuk tidak menceritakan terlebih dahulu kepada ibu dan keluarganya.
Sementara itu di rumah Leni, Leni merasa kesepian tanpa kehadiran Arif, biasanya setiap hari Leni bisa melihat Arif mulai dari bangun tidur sampai tertidur kembali.Tapi untuk hari ini semua terasa berbeda dan hampa, ia terus memandangi handphone nya berharap Arif menghubungi nya lagi untuk sekedar melepas rasa rindu.
Bu Neni pun memanggil Leni untuk segera makan malam, tapi Leni menolaknya dengan alasan tidak lapar. Bu Neni pun sangat kecewa dengan perlakuan anaknya yang menurut sedikit berlebihan, Bu Neni pun terus mengetuk pintu kamar Leni dan akhirnya Leni pun membuka pintu kamarnya, Bu Neni pun akhirnya masuk dan mencoba untuk berbicara kepada Leni.
__ADS_1
"Nak jujur ibu tidak suka dengan perlakuan kamu yang menurut ibu berlebihan" (ucap Bu Neni)
"Maksud ibu apa?" (jawab Leni dengan mengerutkan keningnya)
"Iyah ibu ga suka kamu berdiam diri terus di kamar, bahkan kakakmu bilang kepada ibu bahwa kamu sejak tadi pagi hanya di kamar, dan keluar kamar pun tadi sore untuk memasak saja, kamu kenapa? apa kamu tidak suka Arif pulang untuk menemui ibunya?" (ucap Bu Neni menasehati anak gadisnya itu)
"Engak Bu, aku ga kaya gitu" (jawab Leni kepada ibunya)
"Ibu menginjinkan kamu untuk berhubungan lebih dengan Arif karna ibu mau kamu bahagia, tapi jika kamu berlebihan kaya gini nanti kamu sakit hati nak" (ucap Bu Neni sambil mengusap rambut anaknya)
Leni pun hanya bisa terdiam mendengar nasihat dari ibunya itu, Bu Neni pun segera pergi meninggalkan Leni untuk mempersiapkan makan malam untuk suaminya dan Indra.
Leni pun akhirnya mau keluar kamar dan makan bersama dengan ibu, ayah, dan kakaknya.
Setelah Leni menyelesaikan makannya, Leni pun kembali ke kamarnya untuk melihat handphonenya apakah Arif sudah mengabarkan Leni apa belum, dan ternyata harapan Leni pun salah ternyata Arif belum memberi kabar lagi meskipun itu cuma hanya mengirimkan pesan singkat, Leni pun sangat kecewa dengan Arif. Menurutnya satu hari saja bisa membuat Arif berubah, padahal selama ini Arif selalu memberi kabar kepada Leni, tiap detik bahkan tiap menit Arif selalu mengirimkan pesan singkat nya meskipun itu cuma hanya mengirimkan emoticon. Akhirnya Leni pun tertidur dengan keadaan tangan memegang handphonenya.
__ADS_1
Di rumah Arif
Setelah Arif selesai berbicara dengan keluarganya, arif pun segera masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Dan Arif pun tidak sempat untuk memegang handphone, tubuhnya pun langsung tertuju ke tempat tidur dan ia pun langsung tertidur pulas karna Arif merasa lelah dengan aktivitas hari ini.