Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 23


__ADS_3

Ketika Arif sudah berbicara bahwa ia menyayangi Leni, Leni pun segera pergi untuk menghindari Arif. karna Leni takut ketika Leni selalu dekat dengan Arif perasaannya akan terus bertambah. Ketika Leni akan pergi, Arif pun segera menarik tangan Leni berharap Leni akan selalu berada di sampingnya.


"Kamu mau kemana?" (ucap Arif sambil memegang tangan Leni)


"Aku akan pergi sebentar" (lalu Leni pergi meninggalkan Arif)


Arif pun mengejar Leni yang pergi ke dalam rumahnya, keadaan rumah Bu Neni saat ini memang dalam keadaan yang sangat ramai sehingga Arif bisa berkesempatan untuk mendekati Leni. Arif pun berencana akan mengajak Leni pergi keluar untuk sekedar membeli makanan. Ketika Leni terus berjalan, Arif pun terus mengejar Leni dan memanggilnya agar ia mau untuk di ajak bucara.


"Len tunggu, aku mau bicara denganmu" (ucap Arif yang menarik tangan Leni)


"Mau bicara apa?" (Leni pun memberhentikan jalannya dan mau untuk di ajak bicara)


"Ikut aku sebentar yuk" (Arif pun mengajak Leni untuk pergi keluar rumah)


Sesampainya di depan rumah Indra pun melihat Arif dan Leni sedang akan pergi, kemudian Indra menemui mereka dan bertanya kepada adiknya akan pergi kemana, Leni pun menjawab pertanyaan kakaknya dengan sangat santai sehingga Indra tidak mencurigai mereka.


"Dek kamu mau kemana dengan Arif?" (ucap Indra kepada adiknya)


"Engak kak, aku ga kemana-mana. Aku cuma mau pergi ke samping rumah, tadi aku baru saja mengambil air minum. Tadi aku di dalam bertemu dengan Arif dan dia pun kebetulan ingin pergi keluar" (ucap Leni yang berusaha menyakinkan kakaknya itu)

__ADS_1


Indra pun selalu percaya dengan apa yang adiknya ucapkan, karna memang selama ini Leni tidak pernah berbohong kepada ibunya maupun Indra. Indra pun bertanya kepada Arif akan pergi kemana.


"Terus lu mau kemana Rif?" (ucap Indra kepada Arif)


"Gue mau ke warung dulu ndra, rokok gue abis. Yaudah gue pergi ke warung dulu yah" (ucap Arif yang langsung pergi meninggalkan Indra dan Leni)


Sementara itu Leni pun pergi ke samping rumah meninggalkan Indra, Indra pun pergi untuk menemani sanak saudaranya yang datang. Sementara itu Leni pun kembali ke ayunan kesayangannya, setelah itu Arif pun menemuinya kembali dan bertanya kenapa Leni bisa berubah saat bertemu dengannya, padahal ketika mereka pergi bersama Leni masih baik kepada Arif.


"Len, aku mau bicara sama kamu?"


"Bicara apa Rif? yaudah silahkan kamu mau ngomong apa sama aku?" (ucap Leni yang sedang mengayunkan ayunannya)


Terkejutnya Leni mendengar Arif berbicara seperti itu.


"Hah marah?? marah kenapa? aku ga marah" (ucap Leni sambil mengerutkan dahinya)


"Kalo seandainya ada seseorang yang menyukaimu bagaimana?" (ucap Arif kepada Leni)


"Kalo sebatas menyukai yah menurut aku sih wajar-wajar aja, itu kan hak seseorang yang ga bisa di atur apalagi di larang" (ucap Leni kepada Arif yang sedikit bingung akan pertanyaan Arif)

__ADS_1


"Kalo seandainya orang itu adalah aku bagaimana?" (ucap Arif kepada Leni)


Terkejutnya Leni mendengar apa yang di bicarakan Arif, jantung Leni sangat berdebar kencang, dan ia pun menarik napas yang sangat dalam.


"Huuuuuuuuhh, itu adalah kesalahan terbesar. karna aku sebentar lagi akan menjadi adikmu" (ucap Leni kepada Arif)


"Tapi kita kan tidak memiliki ikatan darah, jadi wajarlah kalo aku menyukaimu" (ucap Arif yang berharap Leni pun mau mengakui bahwa ia pun menyukai Arif)


"Meskipun kita tidak memiliki ikatan darah, tapi besok ibu dan ayah kita akan menikah dan mungkin kita juga akan tinggal satu rumah, karna kita memang sudah jadi keluarga, kamu menjadi anak ibuku dan aku menjadi anak ayahmu, jadi ga pantas kalo kita memiliki hubungan lebih" (ucap Leni kepada Arif)


Arif pun tidak bisa berbicara apa-apa, mungkin apa yang di ucapkan dia sekarang ini adalah kesalahan, seharusnya dia tak usah secepatnya mengatakan bahwa ia sangat menyukai Leni. Tapi Arif tidak bisa membohongi perasaannya kepada Leni, Arif pun terus mendesak Leni agar ia pun mengakui bahwa ia pun menyukai Arif.


"Tapi sebenarnya kamu pun menyukai aku kan Len?" (ucap Arif yang berharap Leni mau jujur dengan perasaannya)


"Aku memang menyukai mu, tapii.. itu semua cuma sebatas adik yang mengagumi kakaknya sendiri" (ucap Leni kepada Arif)


"Kamu bohong, kamu berbicara seperti itu tidak dari hati kamu" (ucap Arif yang terus mendesak Leni agar mau berbicara yang sebenarnya tentang perasaannya itu)


Leni pun terus mengelak dan ia tidak mau mengakui bahwa ia pun menyukai Arif. Leni pun terpaksa pergi meninggalkan Arif dan lari ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2