
Ketika Indra sedang mengetuk pintu kamar Leni, Bu Neni pun mendengar dan keluar dari kamarnya.
"Ada apa nak kamu mengetuk pintu kamar adikmu" (ucap Bu Neni sambil keluar dari kamarnya)
"Maaf Bu aku mengganggu, aku mengetuk kamar Leni karna aku lapar ingin di buatkan makanan sama Leni hehehe" (ucap Indra sambil tersenyum)
"Astagfirullah ibu lupa kalo kita semua belum makan dari tadi siang, kenapa kamu tidak membangunkan ibu" (ucap ibunya kepada Indra dan pergi ke dapur untuk memasak)
"Aku malu lah Bu, aku kan ga mau mengganggu ibu" (ucap Indra sambil tersenyum)
Ibunya pun pergi ke dapur untuk memasak, lalu Leni pun keluar kamar karna mendengar suara ibunya dan kakaknya. sementara itu Indra akan pergi keruang tamu untuk menemani Arif yang sedang tertidur di ruang tamu.
"Ada apa ka?" (ucap Leni kepada kakaknya)
"Engak tadi kakak lapar terus mau bangunin kamu, eh malah ibu yang bangun, yaudah sana temenin ibu di dapur" (ucap Indra yang menyuruh Leni untuk pergi ke dapur menemani ibunya)
Leni pun pergi ke dapur untuk menemani ibunya.
"Ibu mau masak apa?" (ucap Leni kepada ibunya)
__ADS_1
"Ibu mau goreng ayam sama buat sambal saja nak, kebetulan di kulkas masih ada ayam sisa kemarin yang tinggal di goreng" (ucap ibunya sambil mengambil ayam untuk di goreng)
Sementara itu Bu Neni menyuruh Leni agar menunggu di ruang tamu sambil menemani Indra dan Arif agar Leni terbiasa dengan Arif, karna Arif sudah menjadi kakaknya juga. Leni pun pergi keruang tamu karna ia mengetahui di ruang tamu pun ada kakaknya. Sementara itu Joni pun terbangun dan pergi keruang tamu untuk berkumpul dengan anak-anaknya.
"Ibu kalian kemana?" (ucap Joni kepada anak-anaknya)
"Ibu ada di dapur yah, lagi bikin makanan untuk kita" (ucap Leni kepada ayah sambungnya itu)
Mereka pun sedang menunggu ibunya untuk selesai masak, tetapi tetap pandangan Arif tertuju pada Leni. Indra pun bertanya kepada ayah sambungnya itu.
"Ayah sebenarnya punya anak berapa sih?" (ucap Indra kepada Joni)
"Ayah punya anak 5 nak"
"Banyak amat yah" (ucap Indra sambil terkejutnya)
"Iyah 5 orang anak, yang pertma perempuan sudah berkeluarga, yang kedua Arif dan sodara kembarnya Alif, yang ke empat kamu Indra, dan yang ke 5 Leni, anak bungsu ayah" (ucap Joni sambil tersenyum)
Seketika Indra dan Leni pun tertawa mendengar ucapan ayah sambungnya itu. Tetapi tetap Arif selalu mencuri pandangannya kepada Leni apalagi ketika Leni sedang tertawa, menurutnya tertawa Leni sangat cantik dan membuatnya tambah jatuh cinta.
__ADS_1
"Yaallah Len kamu cantik sekali sih, bikin aku sangat jatuh cinta kepadamu" (ucap Arif di dalam hatinya)
Kemudian ibunya pun selesai memasak dan menaruh makanan di atas meja, lalu mereka pun segera makan masakan Bu Neni.
"Yaudah ayo kita makan" (ucap Bu Neni kepada suami dan anak-anaknya)
Ketika mereka akan sedang makan, Bu Neni pun mengambilkan nasi untuk suaminya itu. Dan Joni pun berkata sehingga Bu Neni menjadi tersipu malu.
"Makasih yah sayang, mas sangat senang akhirnya kita bisa menjadi keluarga" (ucap
Joni kepada Bu Neni sambil memegang tangannya)
"Iyah mas semoga keluarga kita selalu bahagia yah" (ucap Bu Neni kepada suaminya)
Joni pun berpesan kepada anak-anak nya agar mereka selalu melindungi satu sama lain.
"Oh iyah buat kalian, ayah berpesan agar kalian selalu ada untuk yang lain, selalu melindungi satu sama lain, dan terutama harus saling menyayangi yah" (ucap Joni sambil tersenyum)
"Tentu yah, aku akan selalu ada untuk melindungi dan menyayangi Leni, maksudnya aku dan indra karna Leni adalah adik kita, yah ndraa" (ucap Arif yang sedikit mengalihkan pembicaraannya)
__ADS_1
"Tentu Rif, kita kan sekarang jadi brother" (ucap Indra kepada Arif)
Setelah selesai makan, mereka pun pergi untuk beristirahat kembali. Leni pergi ke kamarnya, Indra dan Arif kemar Indra, Bu Neni dan Joni pergi ke kamar untuk melanjutkan malam pertamanya.