
Ketika Arif sedang membeli makan siang di warung nasi, tiba-tiba Alif mencoba untuk menelpon kakaknya kak Lina, ia hanya ingin menceritakan kejadian yang mesti kakaknya ketahui juga. Alif menceritakan mulai dari kebaikan Bu Neni, perubahan ayahnya, sampai ke permasalahan Arif yang memiliki hubungan dengan anak tiri ayahnya. Kak Lina bersyukur akhirnya ayahnya bisa menjadi laki-laki yang baik dan itu semua berkat Bu neni, Bu Neni sudah bisa membawa ayahnya ke jalan yang benar, memang selama ini Joni memiliki pribadi yang kurang baik, dia selalu minum-minuman keras, jarang melakukan ibadah, dan yang lebih penting sekarang ayahnya sudah bisa bertanggung jawab. Betapa terkejutnya kak Leni mendengar bahwa Arif memiliki hubungan dengan anak dari istri baru ayah nya.
"Tol*l banget sih tuh si Arif Lif, gimana coba kalo ayah sama istri barunya tau kalo dia punya hubungan sama anaknya. Terus yang kakak takutin itu tanggapan ibu nanti kalo dia tau, emang tuh anak ga punya otak!!"
Kak Lina sangat marah mendengar ini semua, dia ga habis pikir kenapa semuanya jadi serumit ini cuma gara-gara kelakuan Arif. Tiba-tiba ibunya Alif datang menemui kak Lina untuk menanyakan kabar Alif karna ibunya pun tau Alif pergi untuk menemui ayahnya.
"Siapa Lin? Alif?? kalo itu Alif ibu mau ngomong" (ucap ibu kak Lina)
"Iyah Bu ini Alif. Lif ibu mau ngomong sama kamu" (Kemudian kak Lina memberikan handphone nya kepada ibunya)
__ADS_1
"Nak, kamu nyampe jam berapa kesana? apa kamu sudah bertemu dengan ayahmu" (ucap ibunya Alif)
"Alif nyampe waktu malem bu, sekarang Alif lagi di tempat kerjanya Arif. Iyah Bu Alif sudah bertemu dengan ayah." (jawab Alif kepada ibunya)
"Yaudah kamu hati-hati yah di sana, jaga kesehatan kamu, cepat kembali ibu sangat merindukan kamu, yaudah ibu tutup telponnya yah" (ucap ibunya yang langsung menutup telpon dari Alif)
Kak Lina heran kenapa ibunya langsung menutup teleponnya, dan ternyata ibunya ingin menceritakan semuanya tentang ayahnya kepada Lina.
"Maksudnya bu kebenaran apa" (kak Lina pun sedikit bingung apa yang di maksud ibunya)
__ADS_1
"Jadi sebenarnya ibu belum bercerai sama ayahmu" (ucap ibunya)
Kak Lina pun sangat terkejut mendengar ini semua, sedangkan ayah sudah cukup lama pergi dan tidak tinggal satu rumah dengan ibunya. Ibu nya pun terus menceritan apa yang terjadi dengan joni selama ini.
"Ibu menikah dengan ayahmu karna perjodohan, selama pernikahan ayahmu tidak pernah mencintai ibu, ibu tidak bisa memaksa ayah mu untuk bisa mencintai ibu, tapi ibu selalu berusaha agar ayahmu bisa mencintai ibu tapi itu semua sia-sia. Ibu harap dengan ibu memiliki anak dari ayahmu itu bisa merubah keadaan di rumah tangga ibu tapi tetap dengan anak pun semua itu tidak bisa berubah. Sampai akhirnya ayahmu membuat perjanjian di atas matrai dengan ibu tanpa sepengetahuan orang tua kita. Inti dari perjanjian itu adalah, ketika anak-anak kita sudah besar ayahmu akan pergi meninggalkan ibu tapi tidak menceraikan ibu. Karna dia sudah berjanji sebelum kedua orangtuanya meninggal, dia akan terus bersama dengan ibu. Makanya dia tidak menceraikan ibu tapi dia tidak ingin bersama ibu, makanya dia pergi meninggalkan ibu."
Sangat terkejut kak Lina mendengar kejujuran dari ibunya, ternyata selama ini ibunya sangat menderita dengan pernikahan nya, tapi ia tidak pernah sedikitpun mengeluh kepada anak-anaknya meskipun ibunya memiliki sifat yang keras dan terlalu over kepada anak-anaknya tapi dia selalu berjuang untuk mempertahan rumah tangganya. Lina pun sangat sedih melihat ibunya menangis, menangis karna pengorbanannya selama ini sia-sia, laki-laki yang selalu ia perjuangkan akhirnya pergi begitu saja dan bahkan ia sudah memiliki wanita yang sesungguhnya ia cinta. Lina pun akhirnya tidak tahan dan mencerintakan kelakuan Arif yang di buatnya kepada ibunya.
"Oh iyah bu, Lina nau ngomong sama ibu, tadi Alif telpon dia ngasih tau ternyata Arif memiliki hubungan dengan anak istri baru ayah Bu" (ucap Lina kepada ibunya)
__ADS_1
Ibu nya pun hanya bisa terdiam, ia tidak bisa berbicara apapun, dia sangat syok dengan kelakuan anaknya itu. Ibunya sangat marah kepada Arif.
Namun di sisi lain ibunya Arif sangat marah kepada istri baru suaminya yang tak lain adalah Bu Neni, ibu Alif berpikir karna kehadiran Bu Neni lah yang bikin suaminya pergi untuk selamanya dan bahkan anak yang telah ia lahirkan dan ia besarkan berpihak kepadanya karna memang Arif mencintai anak dari wanita yang merebut suaminya itu. ibu Alif sampai kapan pun tidak akan pernah mengijinkan anaknya untuk memiliki hubungan dengan anak dari wanita yang merebut suaminya. Dia berjanji akan terus menghalangi hubungan anaknya itu agar mereka tidak bersama, cukup Joni yang bersama mereka tapi tidak dengan anak-anaknya.