Aku Menikahi Kakak Tiriku

Aku Menikahi Kakak Tiriku
eps 63


__ADS_3

Iin pun tersenyum mengingat kejadian semalam yang sangat membuatnya kelelahan, dan ia pun mencoba untuk memeluk Arif yang berada di sampingnya, namun ternyata Arif sudah tidak ada di samping Iin, Iin pun langsung membuka matanya dan segera mencari Arif.


"Sayaaang.. sayaaang.. kamu dimana" ucap Iin sambil membuka pintu kamar mandi yang berada di kamar Arif.


Ternyata Arif tidak ada di kamar mandi, Iin pun segera keluar dari kamar Arif untuk mencari Arif di setiap ruangan yang berada di rumah Arif, namun tetap Iin tidak bisa menemui keberadaan Arif, Iin pun mencoba untuk menelpon Arif tapi sama sekali nomber Arif tidak bisa di hubungi, Iin pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah Iin keluar dari kamar mandi, Iin pun segera bersiap siap untuk pergi kerumah sakit, namun terlebih dahulu Iin pun mencoba untuk menelpon kak Lina untuk menanyakan Arif.


"Halloo kak, kakak dimana sekarang?" ucap Iin yang berbicara tergesa-gesa.


"Kakak baru saja datang kerumah sakit, kamu ada apa dek?" jawab kak Lina kepada Iin.


"Apakah ada mas Arif disana kak?" ucap Iin yang menanyakan Arif kepada kakak iparnya.


"Arif? Arif ga ada di sini dek, bukannya Arif sedang bersamamu di rumah?" kak Lina pun sedikit mengerutkan keningnya, ia merasa bingung apa yang di ucapkan oleh Iin.


"Mas Arif ga ada disini kak, tadi pas aku baru bangun tidur mas Arif sudah ga ada di rumah, dan aku pun sudah mencoba menelponnya dan ternyata no handphone nya ga aktif kak, yaudah aku tutup telponnya kak, aku akan pergi kerumah sakit sekarang." Iin pun merasa bingung kemana perginya Arif dan ia pun segera pergi kerumah sakit untuk menemui Bu Ratna yang sekarang sudah menjadi ibu mertuanya.


Setelah kak Lina menutup telponnya, ia pun langsung memberitahukan kepada ibunya, betapa terkejutnya Bu Ratna mendengar kepergian Arif dari rumahnya, ia tidak menyangka Arif bisa senekat ini pergi dari rumah, padahal setau nya Arif lah yang ingin menikah dengan Iin, bukan di paksa oleh dirinya.


Tak lama kemudian Iin pun sudah sampai di rumah sakit, ia segera berlari menuju Bu Ratna, Iin pun terus menangis mengapa Arif bisa pergi meninggalkan nya padahal semalam baru saja Arif melakukan hal sesuatu kepadanya, sesuatu dimana Arif pun sangat menikmati malam bersama dengan Iin.

__ADS_1


Alif pun terus menyaksikan tangisan dari wanita yang pernah ia cintai, bahkan sampai sekarang pun rasa cinta itu masih ada tanpa ada seseorang pun yang mengetahui selain sodara kembarnya. Alif pun segera mengambil handphone nya dan mencoba untuk menghubungi Arif, dan ternyata nomber Arif tidak bisa di hubungi. Alif pun kecewa dengan perlakuan Arif kepada Iin, padahal ia sudah mempercayakan untuk menjaga Iin kepada Arif, dan Arif pun sudah menyanggupinya tapi pada akhirnya Arif pun pergi begitu saja meninggalkan Iin.


"Sudah nak kamu jangan nangis lagi, mungkin Arif sedang pergi keluar dulu karna ada urusan sebentar, pasti dia akan kembali kepadamu" ucap Bu Ratna yang terus menenangkan hati Iin.


"Apa jangan-jangan mas Arif pergi untuk menemui wanita itu Bu" jawab Iin sambil melepaskan pelukan dari ibu mertuanya itu.


"Itu semua ga mungkin, mau bagaimana pun Arif sudah menikah dengan mu, dan pernikahan kalian itu sah di mata agama dan negara" ucap Bu Ratna yang terus memegang tangan Iin.


Iin pun hanya bisa terdiam, ia tidak tau apa yang akan di lakukan nya, sementara ia tidak tau alamat dimana wanita itu tinggal, dan bahkan jaraknya pun sangat jauh untuk di tempuh olehnya.


"Kita tunggu sampe sore yah dek, semoga Arif cepat kembali" jawab kak Lina yang ikut menenangkan hati Iin.


Kak Lina pun sebenarnya sudah tau apa yang sebenarnya hati Arif rasakan, ia melakukan pernikahan dengan Iin karna terpaksa, tapi kak Lina belum mengetahui siapa yang telah memaksa Arif untuk menikah dengan Iin.


Tookk..tokk..ttokk..


Leni pun segera pergi membukakan pintu rumahnya, betapa terkejutnya Leni melihat sosok pria yang datang kerumahnya, pria tersebut pun langsung tersenyum kepada Leni dan berkata "SAYAAAANG...."


Leni pun langsung berteriak histeris, ia tidak menyangka bahwa Arif sudah kembali untuk menemui nya.


"Aaaaaariiiiff...." Leni pun segera memeluk Arif dengan sangat erat, karna Leni pun tidak bisa membohongi hatinya karna ia pun sangat merindukan Arif.

__ADS_1


Arif pun langsung membalas pelukan Leni dengan sangat erat, ia pun langsung mencium kening Leni dengan sangat mesra. "Aku sangat merindukanmu sayang, maaf kan aku" ucap Arif yang terus memandang wajah Leni dengan penuh rasa bersalah.


Leni pun tidak menyadari ada raut bersalah di wajah Arif, Leni pun langsung menyuruh Arif agar segera masuk ke dalam rumahnya. Bu Neni dan ayahnya masih berada di toko, sedangkan Indra sedang pergi bersama dengan temannya.


Arif dan Leni pun sedang duduk berdua di ruang tamu untuk melepaskan rasa rindu yang selama ini mereka tahan, Arif pun terus memandangi wajah Leni dengan tak henti hentinya, memandangnya dengan penuh rasa cinta.


"Oh iyah kamu kok ga ngabarin aku kalo mau pulang, seenggaknya aku disini siap siap buat nyambut kamu misalnya bikin kue gitu" Leni pun mengerutkan mulutnya kepada Arif.


"Kamu ga perlu nyambut aku dengan kue, aku udah kenyang kok bisa liat kamu tersenyum terus" Arif pun terus mencium tangan Leni dengan sangat mesra.


"Oh iyah yang, tangan kamu kenapa? kok ada merah merahnya di kuku?" ucap Leni yang terus memperhatikan jari jari Arif yang penuh dengan warna merah di tangannya.


"Oh ini bekas keponakan ku, kemarin dia coba buat pakaikan aku hena di tangan" jawab Arif yang mencoba melepas genggaman Leni.


"Aku bersihin yah, malu tau laki laki pake kaya gini kaya abis nikah aja" jawab Leni yang pergi untuk mengambil gunting kuku dan alat pembersih kutek.


Deeeeeeeeekkkk..


Jantung Arif pun begetar kencang saat mendengar apa yang di ucapkan Leni kepadanya, memang kemarin sebelum menikah ia di pakaikan hena di kukunya sebagai tanda dari pengantin pria, karna memang adat di tempat Arif seperti itu, calon pengantin di wajibkan untuk mewarnai kuku nya.


Leni pun sudah kembali dari kamarnya dan membawa pembersih kuku untuk membersihkan kuku Arif, Leni pun terus menggosokkan kapas ke tangan Arif hingga bersih.

__ADS_1


Hati Arif sangat rapuh melihat perlakuan Leni, ia terus memandang wajah Leni, ia sangat bersalah telah menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai. Namun Arif tidak berani berkata jujur, karna sebenarnya Arif sangat takut untuk kehilangan Leni, makanya Arif mencoba untuk menyembunyikan semuanya kepada Leni.


__ADS_2