
Setelah selesai Arif mengerjakan pekerjaannya, Arif pun segera mengambil handphone nya untuk segera mengabarkan Leni karna Arif akan mengajak Leni untuk pergi makan siang di waktu istirahat Leni, dan ketika ia sudah membuka handphone nya ternyata ada panggilan tak terjawab dari kakaknya kak Lina, Arif pun segera menghubungi kembali kak Lina.
"Hallo dek" (ucap kak Lina sambil mengangkat telpon dari adiknya itu)
"Maaf kak, tadi Arif sedang bekerja jadinya Arif tidak tau kalo kakak telpon Arif" (jawab Arif kepada kakaknya)
"Oh iyah dek gak apa-apa, kakak cuma mau ngasih tau yang menyuruh kakak telpon kamu itu adalah ibu, ibu ingin sekali berbicara dengan mu Rif" (ucap kak Lina)
Arif pun sangat terkejut dan bahagia mendengar ibunya yang menyuruh kak Lina untuk menelponnya, padahal selama Arif pergi dari rumah, ibunya sudah tidak pernah menanyakan Arif, bahkan ketika Arif memohon untuk berbicara dengan ibunya, ibu nya selalu menolak berbicara dengan Arif. jadi selama ini Arif hanya tau kabar ibunya lewat Alif atau kak Lina.
"Yaallah Alhamdulillah kakak serius, mana ibu kak. Arif ingin sekali berbicara dengan ibu" (ucap Arif sambil menitihkan air mata karena ia sangat bahagia mendengar kabar bahwa ibunya menanyakannya)
"Tunggu sebentar yah, kakak kasih handphone nya kepada ibu" (jawab kak Lina sambil menemui ibunya untuk memberikan handphone nya)
Ketika kak Lina akan memberikan handphone nya kepada ibunya, ternyata ibunya masih berbicara dengan Iin di ruang tamu.
"Bu ini Arif telepon" (ucap kak Lina)
Ibu nya pun langsung mengambil handphone dari Lina dan langsung berbicara kepada Arif, ibu nya langsung menangis karna di dalam hatinya ia sangat merindukan anaknya itu.
"Nak ini ibu, maafkan semua kesalahan ibu yah, ibu sangat merindukan mu nak" (ucap Bu Ratna sambil menangis)
Arif pun sangat bahagia, badannya bergetar, air matanya tak bisa ia tahan, karna ia bisa mendengar suara ibunya lagi.
__ADS_1
"Bu Arif kangen sama ibu, ibu jangan ngomong kaya gitu, ibu ga salah, yang salah Arif udah tega ninggalin ibu, ibu jangan marah lagi sama Arif, Arif sayang sama ibu" (ucap Arif kepada ibunya)
"Iyah nak ibu juga sangat merindukan kamu, gimana kabar kamu sekarang, kapan kamu akan pulang dan tinggal bersama ibu kembali" (jawab ibu yang terus menangis)
"Jika ibu menyuruh Arif pulang, Arif akan segera pulang untuk menemui ibu, Arif janji sama ibu" (ucap Arif)
"Iyah nak ibu tunggu kamu pulang ke rumah, karna ibu sudah tidak sabar untuk bertemu dan memeluk mu nak" (jawab Bu Ratna kepada Arif)
Setelah mengakhiri telponnya dengan Arif, Bu Ratna pun memberikan handphonenya kepada Lina, dan Lina pun pergi untuk meneruskan urusannya kembali, Bu Ratna pun tersenyum kepada Iin, karna Arif dan Bu Ratna sudah membaik hubungannya, Bu Ratna pun sangat bahagia karna misi pertmanya berhasil, ia akan merencanakan rencana yang ke dua agar Arif segera pulang dan mau tinggal bersama dengan ibunya.
"Rencana pertama kita berhasil nak, kita akan merencanakan rencana yang ke dua, kamu sabar yah" (ucap Bu Ratna kenapa Iin)
Iin pun hanya tersenyum bahagia karna Bu Ratna sangat mendukung hubungan nya dengan Arif.
Lalu Iin pun berpamitan untuk segera pulang kepada Bu Ratna.
Sementara itu di tempat studio Poto Arif, Arif hanya bisa berdiam, tapi kali ini diamnya Arif sangat membuat hatinya tenang. Arif pun memikirkan kapan waktu yang tepat agar ia bisa segera pulang untuk menemui ibunya. Lalu Arif pun segera menghubungi Leni dengan cara mengirimkan pesan singkat dan memberitahukan kabar gembira ini karna hubungannya dengan ibunya sudah membaik.
Handphone Leni pun bergetar, ia langsung mengambil handphone nya yang berada di tas nya itu dan langsung membaca pesan yang di kirimkan oleh Arif. Ternyata Arif belum memberitahun kabar tentang ibunya itu, ia hanya meminta Leni agar menunggunya di depan kampus karna Arif akan menjemput nya untuk pergi makan siang. Leni pun segera pergi ke depan kampus karna mata kuliah hari ini sudah selesai, tak lama Leni menunggu Arif di gerbang kampus tiba-tiba Arif datang dengan wajah yang sangat fress.
"Halloo sayang, udah lama yah nunggunya" (ucap Arif dengan tersenyum)
"Engak sayang, baru kok. Kamu kenapa kayanya seneng banget" (jawab Leni)
__ADS_1
"Yaudah ayok naek, nanti aku ceritain semuanya. pokoknya aku lagi bahagia banget" (ucap Arif kepada Leni)
Leni pun segera naik ke sepedah motor Arif, dan Arif pun segera tancap gas nya agar mereka bisa segera sampai ke tempat makan karna Arif sudah tidak sabar untuk menceritakan kebahagiannya kepada Leni.
Sesampainya mereka di tempat makan, Arif dan Leni pun segera memesan makanan kesukaan mereka, Arif memesan nasi putih dan ayam goreng, sedangkan Leni hanya memesan salad buah dan ice crem, karna memang cuaca hari ini sangat panas.
"Kamu kenapa sayang?" (ucap Leni kepada Arif sembari menatap matanya Arif)
"Jadi gini sayang, tadi ibuku telpon aku dan Alhamdulillah aku sama ibu hubungannya sudah membaik, itu yang membuatku sangat bahagia, terus ga tau kenapa hati ini serasa tenang banget" (Jawab Arif sambil memegang tangan Leni)
"Yang bener syukur kalo begitu, aku juga bahagia dengarnya" (ucap Leni kepada Arif sambil tersenyum)
"Iyah sayang, tapi aku lagi nyari waktu dulu untuk pulang dan bertemu dengan ibu" (jawab Leni kepada Arif)
Ketika Leni mendengar Arif akan pulang tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi sedih, tangan yang sedang di genggam oleh Arif pun di lepas secara perlahan.
"Hah? kamu akan pulang?" (ucap Leni dengan bersedih)
"Iyah sayang aku akan pulang itu pun hanya sebentar paling juga 2 hari, kamu jangan sedih yah" (jawab Arif kepada Leni)
"Janji yah cuma 2 hari setelah itu kamu segera kembali kesini" (ucap Leni dengan tersenyum)
"Iyah sayangkuuu" (jawab Arif sambil menarik tangan Leni dan mencium nya dengan mesra)
__ADS_1
Mereka pun segera menikmati makanan yang sudah mereka pesan.