
Sesampainya mereka di studio poto Alif pun segera mengajak sodara kembarannya itu untuk berbicara, dia menanyakan kejadian tadi pagi yang sempat ia liat.
"Oh iyah gua mau nanya sama lu Rif" (ucap Alif yang segera berjalan mencari tempat duduk)
"Nanya apa Lif" (jawab Arif sambil menyalakan laptop nya)
"Tadi gua liat lu di dapur lagi meluk Leni? maksudnya apa itu, padahal dari semalem Leni tuh ga pernah ngomong sama gua sama lu juga, tapi kenapa tadi lu bisa meluk dia dari belakang?" (ucap Alif yang terus menatap wajah sodara kembarnya itu)
Arif pun terkejut mendengar pertanyaan dari Alif, ia kira sodara kembarnya itu sedang tidak ada di rumah. Ternyata Alif melihat dengan jelas apa yang di lakukan Arif kepada Leni. Arif bingung akan memberi jawaban seperti apa, kalo ia tidak jujur Alif sudah melihatnya, dan akhirnya pun Arif memberanikan diri untuk menceritakan semuanya kepada Alif.
"Gua sebenarnya punya hubungan sama Leni, gua sayang sama dia begitupun dia sayang sama gua, jadi gua ga bisa bohongin perasaan gua sendiri." (ucap Arif yang berharap Alif akan mengerti dengan keadaannya sekarang)
"A****g lu... lu **** yah Rif? apa lu ga punya otak? lu lihat sekarang dia tuh siapa? dia itu sekarang adik kita, kenapa lu harus embat dia??? apa ga ada cewek lain lagi? Tol*l banget sih!!!!!"
Alif pun sangat marah mendengar Arif memiliki hubungan dengan Leni, Alif tidak habis pikir kenapa bisa dia punya perasaan kepada anak seorang ibu yang sekarang sudah menjadi istri ayahnya sendiri. Alif bingung harus bagaimana mana sekarang, dia tidak bisa melarang seseorang untuk berhenti mencintai orang yang di cinta, tapi disisi lain apa yang di lakukan Arif sangat salah. Seharusnya Arif mempunya rasa malu, bagaimana jika semua orang tau kalo Arif memiliki hubungan dengan adik tirinya itu.
"Gua bingung Lif sekarang, emang gua ngerasa tol*l banget, gua juga heran kenapa gua bisa suka sama dia, dari awal gua ketemu dia hati gua ngerasa beda gua ga bisa bohong kalo gua sangat menyukai Leni. Gua bakalan ambil resikonya kalo ayah sama ibu tau gua punya hubungan sama Leni"
Alif pun hanya terdiam, dia hanya bisa menarik napasnya karna ia tau sifat sodara kembarannya itu sangat keras, dia ga bisa di atur apalagi soal perasaannya.
__ADS_1
"Huuuufttt,, gimana lu aja Rif. tapi gua cuma mau bilang sama lu, sebaiknya lu akhiri hubungan terlarang ini sebelum semuanya berantakan." (ucap Alif yang menepuk pundaknya Arif)
"Asal lu tau aja yah lif, gua ga bakalan mengakhiri hubungan ini, gua bakalan terus berjuang buat bisa dapatkan restu dari ayah dan ibunya" (ucap Arif yang sangat kekeh dengan pendiriannya)
"DASAR BATU LU!!!" (ucap Alif yang membentak Arif)
Arif pun tidak menggubris semua omongan yang di bicarakan Alif, karna ia akan terus berjuang untuk mendapatkan Leni seutuhnya meskipun dengan cara apapun. Kemudian Arif pun kembali untuk berkerja.
###############################
Leni pun sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus bersama kakaknya Indra, setelah mereka sudah berangkat menuju kampus, di perjalanan Indra pun bertanya kepada adiknya soalnya ucapan Arif tadi malam.
"Kakak tau dari mana?? engak ka, aku ga punya pacar, jangankan pacar temen deket aja aku ga punya. Lagi pula aku mau fokus kuliah dulu itukan pesan ibu" (ucap Leni dengan tersenyum)
Indra pun sangat percaya dengan apa yang adiknya ucapkan, sehingga Indra pun tidak mau membahas masalah pribadi Leni, ia pun hanya bisa tersenyum lega karena adiknya belum memiliki seorang kekasih.
################################
Tiba-tiba handphone Alif pun berbunyi ternyata kak Lina kakaknya yang menelpon Alif.
__ADS_1
"Halloo kak, ada apa" (ucap Alif sambil mengangkat telpon dari kakaknya itu)
"Kamu sudah sampai Lif? gimana kabar ayah dan Arif?" (ucap kak Lina)
"Iyah kak aku sudah sampai tadi malam, ayah sehat, sekarang aku lagi sama Arif di studio potonya" (ucap Alif kepada kakak perempuan nya itu)
"Oh iyah mana Arif, kk mau ngomong sama dia" (ucap ka Lina yang ingin berbicara dengan Arif)
Alif pun langsung memberikan handphone kepada Arif yang sedang mengedit poto pernikahan orang lain.
"Kak Lina nih mau ngomong" (ucap Alif sambil memberikan handphonenya)
"Yaudah lu editin dulu yah, gua mau ngomong sama ka Lina" (ucap Arif yang menyuruh Alif untuk mengambil alih pekerjaan nya)
"Halloo ka Lina, gimana kabarnya?" (ucap Arif)
"Kamu nih kemana aja sih Rif, kamu ga pernah pulang, kamu ga pernah nengokin ibu, ibu kangen sama kamu Rif, pulaaaaaaaaaang" (ucap ka Lina yang terus menyuruh Arif agar segera pulang)
"Iyah kak nanti aku pulang, salam sama ibu dan keluarga di sana, yaudah yah ka aku lanjutin kerjaan aku dulu disini" (Arif pun langsung menutup telponnya karna ia takut kak Leni terus mendesak ia agar segera pulang)
__ADS_1
Alif pun sebenarnya sangat kesal dengan kelakuan Arif sekarang, apalagi kepada ibunya, dia hampir tidak memperdulikan ibunya. Meskipun ibu nya salah tapi ia tidak pantas untuk menjauhi ibunya.