
Ketika Leni sedang membersihkan kuku Arif, Leni pun bertanya mengenai kabar Alif.
"Oh iyah gimana keadaan Alif sekarang? apa dia sudah pulang dari rumah sakit sehingga kamu bisa kemari?" Leni pun terus menggosokan kapas ke tangan Arif, sesekali pun ia menatap mata Arif.
"Be..belummm" ucap Arif dengan ragu.
Leni pun mengerutkan keningnya dan berkata, "kalo Alif belum keluar dari rumah sakit kenapa kamu bisa kemari untuk menemuiku?" sontak tatapan Leni pun tertuju kepada Arif, "Apa kamu sedang memiliki masalah?" ucap Leni sambil melepaskan tangan Arif.
Arif pun sangat gugup untuk menjawab pertanyaan Leni, "Aku kemari karna aku.. aku sangat merindukanmu. Disana kan ada ibu dan kakak ku untuk menjaga Alif, dan aku pun harus berkerja disini" ucap Arif dengan tersenyum kaku kepada Leni.
"Apa kamu sedang tidak menyembunyikan sesuatu?" ucap Leni kenapa Arif dengan menatapnya sedikit sinis.
Ketika Arif akan menjawab pertanyaan dari Leni, tiba-tiba ayah dan ibunya sudah pulang ke rumah. Joni sangat terkejut dengan kedatangan Arif, sedangkan Bu Neni sangat bahagia karna Arif sudah kembali ke rumahnya.
"Arifffff.." ucap Bu Neni dengan tersenyum.
Arif pun langsung bangun untuk segera menemui ayah dan ibunya untuk bersalaman dengan mereka.
__ADS_1
"Ayah dan ibu baru datang?" jawab Arif kepada Joni dan Bu Neni.
Joni pun langsung masuk dan duduk di ruang tamu, Joni pun langsung menanyakan keadaan putranya kepada Arif.
"Kapan kamu sampai nak? Oh iyah bagaimana keadaan Alif sekarang? ucap Joni sangat sangat khawatir dengan keadaan anaknya.
Namun Arif masih menyembunyikan keadaan Alif yang semakin parah dan Arif pun tidak memberitahukan bahwa Alif sedang di rawat di rumah sakit, karna Arif tidak mau membuat ayahnya khawatir, karna Alif pun sudah berpesan kepada Arif agar tidak memberitahukan kepada ayahnya.
Sementara itu Bu Neni pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman dan kue untuk suami dan anaknya.
"Alif udah membaik yah" jawab Arif kepada ayahnya.
"Gini yah, Leni lagi bersihin kuku Arif, kata Arif kemarin keponakannya pakein dia hena, jadi Leni bersihin deh. Soalnya kan ga lucu kaki-laki kukunya merah hehe" jawab Leni dengan sedikit tertawa meledek Arif.
Joni pun hanya bisa terdiam dan terus menatap wajah Arif, Arif pun hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak mau menatap wajah ayahnya.
Leni pun akhirnya membereskan bekas ia membersihkan kuku Arif, dan merapihkan nya kembali, Leni pun pergi ke kamar untuk menyimpan kembali alat-alat pembersih kuku miliknya, dan pergi ke dapur untuk membatu ibunya membuat cemilan.
__ADS_1
Ketika Leni sudah pergi, Joni pun masih menatap wajah Arif dengan sinis.
"Apa kamu sudah menikah? jawab dengan jujur, jangan bohongin ayah apa lagi harus mengecewakan Leni!!" ucap Joni dengan sangat tegas.
Arif pun bingung harus menjawab pertanyaan ayahnya, ia tidak bisa berbohong kepada ayahnya, karna ayahnya sudah mengetahui jika laki-laki memakai warna merah di kukunya itu adalah tanda bahwa laki-laki itu sudah melakukan pernikahan.
"Bagaimana aku bisa menikah jika saudara ku sedang di rawat di rumah sakit, aku tidak berbohong kepadamu yah, ini memang kerjaan Lidia kemarin ketika aku sedang menemani nya bermain di kantin rumah sakit" Arif pun akhirnya memberitahun keadaan Alif yang sebenarnya, semata-mata hanya untuk menyelamatkan nya dari pertanyaan ayahnya.
Ayahnya pun tidak lagi membahas mengenai pernikahan, ia pun terfokus untuk menanyakan keadaan anaknya.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan ayah" ucap Joni kepada Arif dengan wajah yang bersedih.
"Karna Alif tidak mau membuat ayah khawatir dengan keadaannya" jawab Arif kepada ayahnya dan menceritakan kronologis Alif bisa di rawat di rumah sakit.
Ketika Arif sudah menceritakan semuanya kepada ayahnya, akhirnya Arif pun bisa menarik napasnya dengan sangat lega. Kemudian Bu Neni dan Leni sudah membawa minuman dan kue untuk suaminya dan Arif, dan akhirnya mereka duduk bersama di ruang tamu untuk melepas rindu dan berbincang-bincang.
_
__ADS_1
Sementara itu Iin dan Bu Ratna sangat panik karena sudah sampai sore Arif pun belum terlihat batang hidungnya, dan bahkan nomber Arif masih belum bisa di hubungi.
"Kamu sabar yah nak, ibu akan berusaha agar Arif bisa segera pulang" ucap Bu Ratna yang terus mengusap rambut anak menantunya itu.